DEMANDING

Demanding itu kalau bahasa gaulnya adalah “banyak maunya”

Sebetulnya kurang begitu tepat, tapi ya sudahlah untuk memudahkan pembahasan anggap saja artinya : banyak maunya.

Ini konteksnya adalah tentang melamar pekerjaan.

Sebuah Cerita Imajiner.

Ada sebuah lowongan pekerjaan.  Pekerjaan yang ditawarkan sangat menantang.  Si Fulan tertarik.  Dia meng-apply, kirim CV dan sebagainya.  Tak lama kemudian datang panggilan.

Tahap pertama : Fulan ditelpon untuk panggilan interview

Si Fulan berkali-kali ditelpon oleh panitia penerimaan pegawai tetapi tidak pernah berhasil.  Panggilan pertama tidak nyambung karena di luar jangkauan, besoknya panggilan ke dua telpon tidak diangkat karena ketinggalan di kosan.  Pada upaya ketiga, telpon berhasil tersambung, namun karena low batt, informasi belum disampaikan … pet … telpon tiba-tiba mati.  Baru pada percobaan yang ke empat, panitia akhirnya berhasil menghubungi dan bicara kepada Fulan tentang rencana proses seleksi selanjutnya, yaitu interview.

(catat 1 : baru dalam tahap panggilan interview saja, si Fulan sudah merepotkan)

Tahap 2 : Janjian interview

Begini bunyi percakapannya :

Panitia  : Kami mau mengundang saudara Fulan untuk datang interview tanggal 22 Agustus 2016. Bisa kah ?
Fulan : Aduh maaf kalau tanggal 22 Agustus saya tidak bisa kebetulan saya ada janji dengan dokter gigi saya. (nawar jilid 1)

Panitia : Bagaimana kalau tanggal 23 Agustus ?
Fulan : Saya juga tidak bisa. Saya sudah ada janji dengan teman saya. (nawar jilid 2)

Panitia : Lalu anda bisanya kapan ?
Fulan : Kalau tanggal 29 Agustus bagaimana ? (nawar jilid 3)

Panitia : OK,  tanggal 29 Agustus 2016.  Jam 10 ya ?
Fulan : Mmmm … bisa siangan nggak ? (nawar jilid 4)

Panitia : (mulai kesal) Bagaimana kalau jam 13.00 ?
Fulan : Okey (tumben nggak nawar lagi)

Panitia : Tempatnya di Ruang “Asem”, Gedung “Garuda”, Jalan “Anu” nomer ### yaa (disebutlah alamat tempat interview.  Sebuah gedung besar dan terkenal, landmark kota, letaknya pun sangat strategis)
Fulan : Okey. (aahh leganya dia tidak nawar juga)

(catat 2 : dalam tahap pembicaraan lewat telpon, si Fulan sudah riwil bingit)(banyak nawar)

Tahap 3 : Hari H interview

Pada hari yang ditentukan, 29 Agustus 2016, pagi hari jam 10.00 Panitia menelpon Fulan kembali untuk mengingatkan bahwa jam 13.00 nanti ada janji interview dst.dst.dst

Mau tau apa jawaban Fulan ?

“Adduuuhhh maaf saya lupa, bisa diundur nggak jamnya ? jangan jam 13.00 ?

Haiyaaaa … !!!

Akhirnya setelah melalui proses nego yang alot, tawar sana tawar sini, disepakatilah interview diundur sampai jam 16.00 sore

Selesai masalahnya kah ? Ternyata belum sodara-sodara !!!

Jam 16.05 (sudah lewat 5 menit dari waktu yang disepakati), si Fulan menelpon panitianya.  Dan mau tau apa yang ditanyakannya ?

Bu … Ruang “Asem”, Gedung “Garuda”, Jalan “Anu” nomer ### itu tepatnya di mana sih ? Ancer-ancernya apa ya ?

Sepertinya saya susah menemukannya deh ? Lagi pula ini kan hari Senin, saya takut kena macet kalo ke sana ?

Bisa ngga tempatnya dirubah.  Yang deket-deket rumah saya saja gitu ?

(enteng banget deh si Fulan ini !)
(perusahaan milik nenek moyangnya mungkin !)

Dan ibu panitia pun terdiam, kepala mulai berasap, lalu berkata dalam hati …

“sepertinya saya memanggil kandidat yang salah nih !!!”

Ibu panitiapun segera nyruput es tellernya ! (biar adem)

Salam saya

om trainer1

.

.

 

.

Posted in Artikel | Tagged , , , | 11 Comments

KRITERIA PENILAIAN LOMBA NYANYI

Beberapa waktu yang lalu pak De Abdul Cholik meminta saya untuk menjadi juri dalam “Giveaway 66: Dangdut Cerdas On the Blog”.  Sebuah lomba menyanyi.  Peserta diminta menyanyikan sebuah lagu dangdut, merekamnya dalam bentuk video, upload di youtube.com atau situs lain, lalu share di blog.

Saya menerima tugas ini dengan gembira.  Ini tugas yang sangat menarik.  Saya memang senang musik.  Saya pun pernah tiga tahun bekerja di sebuah yayasan pendidikan musik vokal untuk anak-anak.  Sempat beberapa kali saya diminta oleh ketua yayasan untuk menjadi juri lomba nyanyi, baik internal yayasan maupun di luar yayasan.

Mungkin beberapa pembaca (yang tertarik untuk ikut serta lombanya Pak De) akan bertanya :

“Biasanya kalau jadi juri menyanyi itu yang dinilai itu apa sih Om ?”

Begini …
Biasanya ada beberapa hal yang akan diperhatikan.  Namun untuk kali ini saya sederhanakan menjadi tiga hal saja …

1.Timbre Suara :
Atau warna suara.  Setiap orang punya warna suara masing-masing.  Suara khas milik masing-masing.  Kadang tanpa melihat orangnya, kita sudah mengenal ini suara siapa.  Hanya dari suaranya saja.  Ada orang yang dikaruniai warna suara yang indah, empuk dan bagus. Ada pula yang suaranya cempreng, tipis dan nyelekit kedengarannya.

2.Teknik
Ada banyak hal yang mendukung seseorang untuk bisa menyanyi dengan baik.  Saya tidak bermaksud untuk membuat njelimet. Saya sederhanakan saja urusan teknik ini menjadi menjadi tiga hal yaitu : pitch control, dinamika dan artikulasi.

Pitch control arti sederhananya adalah kemampuan untuk menyanyi dengan nada yang benar, intonasi yang benar. Tidak sumbang.

Dinamika adalah kemampuan menyanyi yang sesuai dengan tempo yang ditentukan, mengikuti alunan musik.  Tidak kecepetan, tidak kelambatan.  Selain tempo, yang diperhatikan dalam dinamika menyanyi adalah keras dan lemahnya volume menyanyi.  Penyanyi yang baik tau kapan dia harus menyanyi lembut, kapan dia harus keras.  Cepat-lambat-keras-lembut itulah dinamika menyanyi.

Artikulasi adalah cara mengucapkan kata-kata atau syair lagu. Artikulasi syair lagu itu harus diucapkan dengan jelas.  Pada hakikatnya menyanyi adalah menyampaikan pesan dengan menggunakan suara yang harmonis.  Jika pesan tidak jelas? ya percuma.  Sederhananya kalau menyanyi itu jangan kumur-kumur, nggremeng, kata-katanya nggak jelas. Macam beberapa oknum pengamen di lampu merah dan angkot itu.
(… cekep sekele eke mereseeee … kegegelen cente …)

3.Penghayatan
Ini adalah unsur yang paling penting.  Penyanyi yang baik tidak saja menyanyi dengan teknik yang baik tetapi juga harus punya penghayatan yang baik juga. Dia harus mengerti isi lagu yang dia nyanyikan. Lagu sedih? Putus asa? Pengharapan? Cinta? Bangga? dan sebagainya.  Setelah mengerti lagu yang akan dinyanyikan itu tentang apa? Maka penyanyi yang baik tentu akan menginterpretasikan lagu tersebut kedalam alunan suaranya. Lewat mimik mukanya, lewat gerakan tubuhnya. Lewat emosinya.  Lewat penampilan keseluruhannya.

Jadi begitulah …
Menyanyi itu pada hakikatnya adalah menyampaikan suatu pesan kepada para pendengarnya, yang dikemas melalui sarana suara dan alunan musik yang harmonis dan indah.  Penyampaian tersebut akan semakin indah jika didukung dengan timbre – teknik dan penghayatan yang baik pula.

Selamat Berlomba !!!

piano1

@nh18

Salam saya

om trainer1.

.

.

.

Posted in Music | Tagged , , , , , , | 13 Comments

KAMERA PONSEL : KAMERA DI SAAT DARURAT

Asus Zenfone Laser giveaway

Ponsel tanpa kamera? mana ada? bicara apa kamu ini Om?

Hampir semua telpon seluler (ponsel) sekarang ada kameranya.  Masih ada sih satu dua tipe yang tak berkamera, tapi rasanya jumlah dan tipenya semakin berkurang.  Ponsel dan kamera sekarang (seakan) sudah menjadi satu kesatuan.

Apa buktinya?

Coba saja lihat.  Sekarang berapa banyak orang yang menggunakan kamera pocket atau kamera saku? Mulai agak sulit ditemukan bukan?

2016-07-15 20.19.10

Dari pada beli kamera saku, lebih baik sekalian saja beli kamera yang punya kemampuan bisa menelpon.  Beli satu gawai dapat sekaligus dua fungsi.  Fungsi komunikasi dan fungsi dokumentasi.  Ditinjau dari segi hasilnya, kamera ponsel juga tidak kalah bagusnya dengan kamera saku.  Bahkan di beberapa kasus justru hasil kamera ponsel jauh lebih bagus dibanding kamera saku.

Ambil contoh misalnya kita punya budget untuk beli gawai kira-kira sekitar 2,3 jt.  Dari pada beli kamera saku dengan harga segitu, mending sekalian aja beli Zenfone 2 Laser ZE550KL.  Harganya kurang lebih sama tapi fungsinya bisa macam-macam.

Saya rasa produsen kamera zaman sekarang tidak lagi fokus melirik pangsa pasar kamera saku yang “nanggung” ini.  Mereka akan konsentrasi dengan kamera yang middle atau sekalian high end.  Mirrorless Camera atau DSLR-Digital Single Lens Reflex.

Low end ? forget it.  Pasti dilibas oleh ponsel berkamera.

Balik ke judul di atas : Kamera Ponsel, kamera di saat darurat.

Kenapa sih kok judulnya begitu?

Begini …

Saya itu punya hobi foto-foto.  Bukan sebagai obyek foto tetapi sebagai orang yang suka memfoto.  Nggak jago-jago amat sih, cuma seneng motret saja.    Sejak SD saya sudah suka motret-motret.  Dimulai dari pinjam kamera almarhum Bapak, nyoba-nyoba akhirnya keterusan.  Motret-motret acara di sekolah, di kelas, di ruang kuliah, dokumentasi kegiatan ekskul, event kampus sampai membuat buku tahunan di angkatan saya.  Pada umumnya tugas saya dalam setiap kepanitiaan adalah seksi dokumentasi.

Ini terus berlanjut sampai sekarang.  Jika ada reuni, tanpa penunjukan resmi pasti teman-teman saya sudah otomatis mendapuk saya sebagai seksi dokumentasi.  (baca : orang yang rela untuk tidak difoto)(hahaha)

Untuk tugas saya ini tentu saja saya membawa kamera “beneran” bukan kamera yang ada di ponsel.

Kamera di ponsel baru akan saya gunakan, hanya dalam keadaan DARURAT saja

Apa itu keadaan darurat?

Menurut definisi saya, darurat di sini artinya adalah :

1.Saat di ATM :

20160715_204240

Kamera ponsel berfungsi untuk memotret struk bukti transferan ATM, lalu dikirimkan ke pihak lain.  Entah itu on-line shop, rekanan bisnis, panitia ini itu, kerabat dan sebagainya.  Ini jauh lebih praktis dibanding kita foto pake kamera biasa.  Lalu donlot ke komputer/hp baru kemudian dikirim.  Ini panjang banget kan prosesnya?  Sementara di seberang sana rekanan kita sudah menunggu.    Ponsel berkamera lah solusinya.  Untuk menanggulangi saat darurat, saat perlu membuktikan kesungguhan kita menunaikan janji.

2.Saat bertemu TEMAN

img_4671
Ketika kita jalan di mall, di pusat keramaian, saat berwisata, perjalanan dinas ke luar kota, menunggu di airport dan saat-saat lainnya, tanpa dinyana, tanpa diduga, tanpa rencana kita bertemu teman lama yang puluhan tahun tidak bertemu.  Senang tiada terkira.    Sejenak haha hihi mengingat masa lalu.  Tentu tidak afdol kalau kita tidak mengabadikan saat langka tersebut.  Ya kalau pas kita bawa kamera, kalau tidak bagaimana ?  Maka dari itu welfie dengan kamera ponselah solusi jitunya.  Keluarkan Ponselmu.  Cekrek.  Langsung up load ke sosial media :  “Hoiii preeennn … gua ketemu Nanang … makin ganteng lho diaaa … kinclong” (contooo … ini cuma contoo … ndak usah nyolot gitu deh)

Ponsel berkamera, gawai tepat disaat darurat bertemu sahabat.

.

3.JURNALISME WARGA

crowd3
Ini juga era baru. Era di mana sekarang setiap orang bisa menjadi reporter.  Melaporkan kejadian yang ada disekitarnya lalu diunggah ke media sosial.  Lalu lintas macet, kebakaran, kecelakaan, bahkan bencana alam dan sebagainya.  Banyak orang yang tiba-tiba bertindak sebagai reporter dadakan, merekam kejadian tersebut lalu mengunggahnya ke media sosial.  Untuk yang satu ini, banyak pula yang menggunakan kamera ponsel untuk merekam video.  Bahkan beberapa TV swasta malah membuka kesempatan bagi siapa saja yang ingin mengirimkan videonya, dan melaporkan kejadian di sekitar tempat tinggalnya.  Asik bisa masuk tipi kan? Honornya lumayan pula.  Jurnalisme warga namanya.

Ponsel berkamera, alat bermanfaat untuk jurnalisme warga, di saat darurat menjumpai peristiwa yang layak untuk diberitakan.

.

4. BARANG BAGUS

20160715_204401
Maksudnya apa nih ?
Gini.  Ketika kita sedang jalan-jalan, entah di toko atau di pusat perbelanjaan, kadang secara tidak sengaja kita ketemu barang bagus.  Kita ingin membandingkan harga barang tersebut dengan harga barang serupa di tempat lain.  Maka keluarkan ponsel anda, lalu cekrek. Kirim berikut teks “Cyyiiinnttt … Tas Hermes yang kayak gini KW supernya berapaaannn di ITC ?”
Atau …

“Bro … ente bisa nggak bikin kaos dengan design kayak gini “

Bisa juga berfikir “aaahhh aku contoh ah … design pigura ini keren juga ya” dst. 

Atau “Mbak bisa nggak bikinin gaun yang modelnya kayak gini”.  Sambil memperlihatkan gawai tersebut ke penjahit langganan. 

Dan masih banyak lagi contoh lainnya
Ponsel berkamera penyelamat di saat darurat nemu barang bagus pembangkit inspirasi

Jadi begitulah.

Menurut saya kamera di ponsel itu sifatnya hanya untuk keperluan darurat saja.  Untuk hal-hal yang tidak terduga. 

Sementara kalau untuk keperluan yang lain, dokumentasi perjalanan, mengabadikan moment istimewa dan kegiatan terencana lainnya, saya masih lebih suka meggunakan kamera biasa, entah mirrorless atau DSLR camera.

narcis2

(photo by Doni R)

Salam saya

om trainer1

.

Giveaway Aku dan Kamera Ponsel by uniekkaswarganti.com..

.

.

Posted in Blogging | 9 Comments

PENGUMUMAN LOMBA FOTO

11 Juli 2016

LombaFotoTheordinarytrainer

Sesuai dengan janji saya, hari ini adalah hari di mana saya akan mengumumkan pemenang lomba foto di Blog saya.

Informasi dari google form, yang sudah mendaftar untuk ikut lomba ini adalah sebanyak 38 (tiga puluh delapan peserta).

Karena jumlah pesertanya berada di antara kisaran 3<x<49 maka hadiah yang akan kami sediakan menjadi 3 unggulan saja yaitu …

  • Satu pemenang unggulan PERTAMA.
  • Satu pemenang unggulan KEDUA.
  • Satu pemenang unggulan KETIGA.

Dan tanpa berpanjang lebar, dengan ini saya mengumumkan para pemenang yang beruntung terpilih untuk lomba foto saya kali ini

Mereka adalah :

  1. Unggulan PERTAMA.
    (mendapatkan paket hadiah barang seharga +/- Rp. 100.000)
    Didapat oleh : Niko Andreyan
    http://isidaripikiranku.blogspot.com/2016/06/adzan-maghrib-sebagai-peluit-tanda.html
    .
  2. Unggulan KEDUA.
    (mendapatkan paket hadiah barang seharga +/- Rp. 90.000)
    Didapat oleh : Fahrizi Noer Fajar Azman
    https://firthblog.wordpress.com/2016/06/18/light-in-the-night/
    .
  3. Unggulan KETIGA.
    (mendapatkan paket hadiah barang seharga +/- Rp. 80.000_
    Didapat oleh : Budi Arnaya
    https://ceritabudi.wordpress.com/2016/06/20/hidup-seperti-mengayuh-sepeda/

Keputusan juri tidak dapat diganggu gugat.

Saya mengucapkan terima kasih banyak atas segala atensi dan perhatian yang telah diberikan kawan-kawan semua kepada lomba foto ini.  Saya ucapkan selamat untuk kita semua.

Khusus untuk para pemenang :
Mohon mengirimkan nama, alamat lengkap dengan kode pos, serta nomer kontak yang bisa dihubungi ke naher18sept@gmail.coma.s.a.p

Demikian pengumuman ini saya sampaikan.

Salam saya

om trainer1

.

.

Note :

Bilamana di kemudian hari diketahui terdapat kesalahan maka pengumuman ini akan revisi sebagaimana mestinya.

.

.

.

.

Posted in Artikel | 8 Comments