FOLDING BAG

Ini cerita tentang folding bag atau sebut saja tas lipat

Postingan ini terinspirasi dari tulisan Noni Khairani a.k.a Nyonya Sepatu yang berjudul “Cover Pasport”

Noni bercerita mengenai kesukaannya membeli cover passport dengan design yang lucu-lucu, namun ujung-ujungnya jadi percuma, tidak terpakai karena ketika di pemeriksaan imigrasi cover passport tersebut justru harus dilepas. 

Pada akhir postingannya Noni bertanya : “Gimana dengan kamu? ada yang suka beli pernak pernik traveling trus gak kepake?”

Ini pertanyaan menarik.  Saya sudah menjawab di sana.  Tapi saya pikir asik juga kalau dijadikan topik postingan di blog saya ini.

Menjawab pertanyaan Noni, pernak pernik travelling yang saya beli namun akhirnya tidak terpakai untuk kasus saya adalah folding bag atau “TAS LIPAT”

Anda taukan tas lipat ?

Ini adalah tas yang bisa dilipat jika tidak digunakan.  Idenya adalah ketika kita berangkat travelling, tas tersebut kita lipat jadi kecil dan bisa masuk dengan praktis ke koper kita.  Tanpa memberatkan dan merepotkan kita.

Saat di tempat tujuan, kita mungkin akan berbelanja souvenir, atau membeli oleh-oleh khas daerah setempat.  Nah tas lipat inilah yang akan kita gunakan untuk membawa oleh-oleh tersebut.  Tas Lipat tersebut akan kita buka, kita jembreng, kita lebarkan dan kita isi dengan oleh-oleh tersebut.  Hal ini jauh lebih efisien dari pada kita mesti membeli tas tambahan lagi di kota tersebut.

Selain untuk membawa oleh-oleh atau belanjaan.  Tas Lipat juga banyak yang menggunakannya untuk tempat pakaian kotor.  Sehingga pakaian kotor tersebut tidak bercampur dengan pakaian yang masih bersih di koper.  Dan nanti kalau sudah sampai di rumah tinggal bawa tas lipat ini ke laundry saja.  Mudah, praktis dan efisien.

Tas lipat bentuknya juga bermacam-macam.  Ada yang berbentuk seperti tas jinjing belanjaan biasa, ada yang berbentuk seperti tas duffel/travelling bag ada pula yang berbentuk seperti ransel.

duffel bag

(duffel bag)(source : clipart, MS-PowerPoint 2010)

Nah …

Saya itu jika bepergian sering sekali membeli tas lipat.  Namun celakanya, tas lipat yang sudah saya beli di kota sebelumnya, tidak saya bawa ketika saya melakukan perjalanan ke kota berikutnya.

Ilustrasinya gini.

Misalnya pada bulan Januari 2012 saya travelling ke Bali.  Saya beli tas lipat di Kuta untuk wadah oleh-oleh kaos dsb.  Tetapi ketika bulan Maret 2012 saya pergi ke Malaysia, saya tidak membawa tas lipat tersebut.  Akhirnya saya membeli tas lipat yang baru lagi di KL, Malaysia.  Lucunya ketika bulan Juli 2012 saya traveling ke Yogya, lagi-lagi saya tidak membawa tas lipat yang sudah saya beli di Kuta ataupun di KL.  Akhirnya beli satu lagiiii di Malioboro. Begitu aja terus ommm … !!! Tiga kali keluar kota, tiga kali beli tas lipat (Hahahaha )(Lama-lama jadi juragan tas lipet saya ini …)

Sebetulnya kalau tas lipat kita pergunakan sebagaimana mestinya, benda ini akan memberikan kepraktisan dan kemudahan kita dalam bepergian.  Travelling akan menjadi nyaman efektif dan efisien.

Namun untuk kasus saya, situasinya jadi berbeda.  Karena saya sering sekali lupa membawa tas lipat saat bepergian, akhirnya tas lipat menjadi barang yang wajib saya beli, dan ini satu paket dengan belanjaan dan oleh-oleh !

(hah)(jadi nggak efisien lagi deh)

So …

Don’t travel without your folding bag !

Salam saya

om trainer1.

.

.

.

Posted in Travelling | Tagged , , , , , , | 6 Comments

CUTI MELAHIRKAN (UNTUK AYAH)

Beberapa waktu yang lalu saya mendapat e-mail yang isinya meminta saya untuk menandatangani sebuah petisi.  Sebuah petisi yang mengusulkan perpanjangan “cuti melahirkan” untuk para (calon) Ayah.

Wah ini menarik nih.

Saya ambilkan satu kalimat dari petisi tersebut

Kami meminta pemerintah secara resmi memberikan cuti ayah untuk kelahiran anak (Paternity Leave) minimal 2 minggu.

Sebagai bahan perbandingan, di dalam petisi tersebut dijabarkan juga informasi tentang beberapa negara yang telah menerapkan cuti melahirkan (paternity leave) bagi kaum ayah.  Di antaranya adalah Belgia yang memberikan cuti dibayar 10 hari.  Lalu Islandia yang memberikan cuti dibayar hingga 4 bulan.

Sementara cuti tak dibayar diterapkan di Perancis selama 2 tahun dan di Spanyol hingga 3 tahun, jatah itu dibagi untuk kedua orangtua.

Beberapa negara lain yang juga sudah memberi Paternity Leave ini, di antaranya adalah Australia, Jepang, Korea Selatan, Kamerun, Chad, Gabon, Pantai Gading dan Kenya.  Ada yang berbayar ada pula yang tak berbayar, dengan berbagai macam panjang durasi waktunya.

(sumber : https://www.change.org/p/hanifdhakiri-tolong-berikan-cuti-ayah-untuk-kelahiran-anak)

Bagaimana dengan di Indonesia ?

Di Indonesia, menurut pasal 93 ayat 4 UU no.13/2003 tentang ketenaga-kerjaan : karyawan / atau (katakanlah calon) ayah, yang istrinya melahirkan hanya akan mendapatan hak cuti dibayar selama 2 (dua) hari saja.

Jika dibandingkan dengan negara yang telah disebutkan tadi memang waktu cuti paternity leave di negara ini masih sangat singkat.

Mengapa paternity leave ini perlu diperpanjang ?

Dasar pemikiran dari petisi tersebut adalah bahwa peran ayah dalam memberikan support istrinya waktu melahirkan itu tak bisa dianggap remeh.  Ditambahkan juga bahwa menghadirkan ayah dalam pola pengasuhan anak menjadi sangat penting bahkan sejak dini.  Sejak anak baru saja lahir.  Ayah mempunyai peran yang sama pentingnya dengan Ibu.

Masih menurut petisi tersebut, di Indonesia para ayah secara umum dinilai belum memberikan kontribusi yang significant dalam pendidikan anak-anaknya.  Sampai-sampai ada seorang pakar parenting yang menyebut bahwa Indonesia ini adalah Fatherless Country.  Negeri tanpa ayah.  (serem banget ya !) 🙂

.

Lalu Om menandatangani petisi tersebut kah ?

Saya tidak dalam posisi untuk mempublikasikan suara saya.  Apakah mendukung atau tidak mendukung petisi ini ?  Biarlah itu menjadi privacy saya.

Saya sudah dikaruniai tiga orang putra.  Yang terbesar berusia 22 tahun.  Sementara yang kecil berusia 16 tahun.  Tentu saja hak cuti tersebut relatif tidak berkaitan dengan keseharian pekerjaan saya sekarang.  Saya sudah berusia 53 tahun sementara istri saya 52, (sangat) kecil kemungkinan kami mempunyai putra/putri lagi.

Lalu apa ?

Yang ingin saya kemukakan disini adalah bahwa kalaupun nanti pemerintah mengabulkan petisi ini, cuti melahirkan untuk para ayah berhasil diperpanjang, katakanlah misalnya menjadi 2 minggu (sesuai dengan permintaan petisi tersebut), saya berharap hal ini tidak disalah gunakan.

Karena apa ?

Karena saya rasa, diperpanjangnya cuti tersebut belum tentu bisa menjamin bahwa para (calon) ayah nanti akan bisa langsung otomatis ikut serta turun tangan dalam membimbing dan mendidik anak-anaknya.

Jangan-jangan malah ada sementara oknum laki-laki yang merasa senang dengan penambahan waktu cuti ini karena punya maksud-maksud lain.  Mereka justru menyalah gunakan “waktu libur” tersebut untuk santai leha-leha memuaskan hobby pribadinya.  Bukan ikut mengurus bayi di rumah.

Mereka malah sibuk travelling, touring, senang-senang dengan teman SMA, ngurus burung, wisata kuliner, nongkrong ngopi-ngopi, modif tunggangan ke bengkel, bertualang, nobar liga Italia plus seribu satu liga lainnya, nonton F1 dan sebagainya dan seterusnya.  Tujuan penambahan cuti ini akhirnya menjadi sia-sia belaka.

(Mudah-mudahan ini cuma ketakutan saya yang tidak beralasan saja)

Menurut saya, ini semua berpulang pada kesadaran pribadi masing-masing para (calon) ayah untuk ikut serta berperan nyata, turun tangan mendidik anaknya (terlepas dari ada atau tidaknya cuti melahirkan)(panjang atau pendeknya cuti melahirkan)

Sekali lagi …

Saya berharap semoga kalaupun nanti pemerintah mengabulkan jumlah cuti karena pasangan melahirkan menjadi 2 minggu, hal ini lantas tidak disalah gunakan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab tersebut.

Dan semoga para ayah di seluruh Indonesia, bisa sedikit demi sedikit meluangkan waktunya untuk menjalin komunikasi batin yang lebih intim dengan putra- putrinya.

(Himbauan ini saya tujukan untuk diri saya sendiri)

three boys

(Ayah dan anak-anaknya diperankan oleh model)

Salam saya

om trainer1

.

.

.

Posted in Artikel | Tagged , , , | 20 Comments

KANTOR BARU

15 Juni 2016

Sejak tanggal 1 Juni 2016 saya mulai ngantor lagi, setelah tiga tahun lebih hidup bebas bekerja dari rumah.

Sekarang hidup saya mulai dipenuhi oleh rutinitas berangkat pagi pulang sore, persis seperti ketika saya ngantor dulu.  Butuh beberapa waktu untuk menyesuaikan ritme biologis saya ke kehidupan profesional pada umumnya.  Yang biasanya bisa bebas bergajulan seenaknya di rumah, sekarang kembali terikat jam kerja di kantor.

Ada nggak enaknya … tapi ada enaknya juga yang pasti … 🙂

Sebetulnya saya tidak boleh membanding-bandingkan antara kantor saya yang lama dengan kantor saya yang baru ini.  Tapi for the sake of biar ada bahan untuk menulis, maka kali ini saya mencoba membandingkan keduanya

Antara kantor yang pernah 23 tahun saya nikmati dulu, dengan kantor yang baru 16 hari saya masuki kini

Sebut saja kantor dulu versus kantor baru

1. LOKASI GEOGRAFIS
Dua kantor saya tersebut sangat berbeda lokasinya.  Kantor saya yang dulu berlokasi di jantung ibukota, jalan Sudirman, dekat jembatan semanggi, kena three in one.  Macet sudah pasti.  Jaraknya sekitar 25 kilometer dari rumah.

Kantor yang sekarang lokasinya di daerah Alam Sutera.  Pinggiran Jakarta, sudah masuk Tangerang.  Hanya 16 km dari rumah.  Macet kah ? Relatif tidak.  Karena saya (seakan) melawan arus.  Ibarat kata, pagi hari orang-orang berangkat kerja dari Selatan ke Utara, saya malah berkendara dari dari Utara ke Selatan.  Sore haripun demikian.  Saya selalu berbeda arah dengan kebanyakan arus kendaraan.

.

2. GEDUNG
Mengenai kondisi gedungnya ? Sama saja saya rasa.  Sama-sama gedung bertingkat.  Perusahaan saya yang dulu menyewa enam lantai dari dua puluh lantai yang ada.  Sementara kantor yang sekarang hanya menyewa satu lantai saja dari tiga puluh tingkat yang ada.

Hah tiga puluh tingkat Om ? Ya tiga puluh lantai. 
Rame dong Om ? No !!! Sepiiiii !!!

Loh kok bisa ?
Iya gedung ini memang terdiri dari tiga puluh lantai, tapi tenant/perusahaan yang menyewa di sini baru 4 atau 5 saja, termasuk perusahaan tempat saya bekerja sekarang.  Masih kosong (banget).  Ini memang gedung baru.  Semua masih relatif baru.  Satpam di sana pun hormatnya masih kaku.  Baru kelar pendidikan sepertinya.  Gedung parkirannya lega, masih bisa untuk bermain bola.

Beda dengan kantor saya yang lama.  Gedungnya menyatu dengan mall yang besar plus hotel berbintang lima.  Krodit.  Tiap pagi saya harus rebutan tempat.  Cepet-cepetan menempati lahan parkir yang strategis.  Jika telat datang, maka kita harus rela untuk parkir di basement 4.  Ruang bawah tanah yang pengap itu … hahaha.  Rame banget sudah !

.

3.VIEW :
Kantor lama viewnya adalah Gelora Senayan, Istora Senayan, Balai Sidang Senayan, Jembatan Semanggi, Senayan City dan beberapa gedung pencakar langit di distrik sentral bisnis.

Kalau kantor baru ?
Viewnya tidak banyak. 
Ini salah tiganya

20160616_101511_resized

Mall lebar di Alam Sutera

Ada gerai Swedia juga (abaikan semak-semak ituh …)

20160616_114451_resized

Gerai perabot Swedia

Agak jauh dikit ada gedung ini

2016-06-14 19.04.43_resized

(Apakah ada kawan yang kuliah di sini ?)

Jadi begitulah teman-teman …

Perbandingan kantor saya yang lama dengan kantor saya yang baru.

Namun above all …

Senang atau tidaknya kita bekerja di suatu tempat, itu bukan melulu karena lokasi, gedung dan view saja …

Ada banyak hal lain yang bisa membuat kita betah atau tidak betah di suatu kantor.  Diantaranya adalah budaya kerja, atasan, rekan kerja dan … Hati Kita Sendiri !!!

Yang disebut terakhir itulah yang paling utama !

Setuju ?

Salam saya

om trainer1

Posted in Artikel | 36 Comments

LOMBA FOTO BLOG “THEORDINARYTRAINER.COM”

Assalamu’alaikum wr.wb
Salam sejahtera

Dalam rangka menyambut dan menyemarakkan bulan suci Ramadhan dan juga mempererat tali silaturahmi di antara para blogger, saya berniat (kembali) untuk mengadakan lomba foto.  Sebut saja “Lomba Foto Blog theordinarytrainer.com”.  Ini adalah kali ke dua saya menyelenggarakan lomba serupa.  Lomba pertama saya adakan pada tahun 2014. 

Berikut ini adalah informasi, syarat dan ketentuan dari lomba tersebut. Mohon disimak baik-baik yaaa …

Tema Lomba : “Serba-Serbi Masjid dan Kegiatan di Sekitarnya”

Tujuan :

  • Menginformasikan kepada khalayak pembaca tentang keberadaan dan/atau kegiatan yang ada di masjid/langgar/musholla/surau tertentu melalui media FOTO.
  • Berbagi info yang baik dengan cara yang sederhana dan penuh suka cita.

Apa yang harus peserta lakukan ?

  1. Membuat POSTINGAN BARU di blog masing-masing, yang berisi SATU FOTO saja.
  2. Tuliskan keterangan dalam bahasa Indonesia +/- 100 kata. Menjelaskan lokasi foto ? ada kegiatan apa ? dsb dsb (terserah anda, yang penting bisa menjelaskan foto tersebut dalam +/- 100 kata)
  3. Pada bagian akhir postingan mohon ditulis : “Foto ini diikutsertakan dalam Lomba Foto Blog theordinarytrainer.com” (diberi link hidup ke postingan ini)
  4. Lalu sematkan gambar logo ini di bagian penutup :
    LombaFotoTheordinarytrainer
  5. Daftarkan postingan anda kesini : http://goo.gl/forms/AdhYFSZ0tFNUljv52
    .
  6. (Tidak Wajib) Peserta disarankan untuk menyebarkan tulisannya melalui akun FB (dengan mention @nhher), atau twitter (dengan mention @nh18) atau IG (dengan mention @nhher)(salah satu saja)(tapi kalau mau dua atau tiga ya nggak papa juga …)

 

Obyek yang difoto apa ? (silakan pilih salah satu)

  • Foto situasi/aktifitas di luar atau di seputaran masjid/langgar/musholla/surau. Bisa lalu lintas, teras, anak-anak bermain di halaman, ngabuburit, trotoar, pasar, pedagang, lapak kaki lima, penjual makanan buka puasa, peminta sedekah dan sebagainya,
    atau …
  • Foto situasi/aktifitas yang ada di dalam masjid/langgar/musholla/surau (sholat, berwudhu, TPA, aktifitas marbot, muadzin, diskusi, ceramah, pengajian, pembagian sedekah, azan, i’tikaf, berdoa dan sebagainya)
    .
  • Catatan Khusus :
    Bolehkah memfoto Masjid-Masjid Utama di Tanah Suci ? Silakan. NAMUN mohon maaf foto tersebut TIDAK kami ikut sertakan di dalam penilaian lomba ini.

 

 Apa syarat peserta ?

  1. Lomba ini terbuka bagi seluruh Blogger, baik Muslim maupun Non Muslim yang memiliki blog berplatform apapun.
  2. Di blognya minimal sudah ada 10 postingan.
  3. Memiliki alamat di Indonesia. (untuk pengiriman hadiah, jika nanti menang)
  4. Satu blog hanya boleh mengikut-sertakan 1 (satu) foto saja.
  5. Jika seorang blogger mempunyai lebih dari satu blog, maka dia boleh mengikuti kepesertaan sebanyak blog yang dipunyainya.
  6. Para pemenang lomba serupa tahun 2014 lalu, BOLEH ikut lagi pada lomba kali ini.

Apa ketentuan fotonya ?

  1. Hanya SATU FOTO per blog
  2. Foto tersebut BELUM PERNAH diikut sertakan dalam lomba apapun. (termasuk lomba foto di blog saya tahun 2014 lalu)
  3. Harus orisinal (foto MILIK SENDIRI bukan mencuri karya orang lain)(Kami tidak bertanggung jawab jika di kemudian hari ada protes/tuntutan hukum dari pihak lain terhadap karya yang diikut sertakan)
  4. Tidak boleh bertentangan dengan hukum dan tata nilai yang berlaku. Baik hukum agama maupun hukum negara.
  5. Upaya pengaturan watermark, framing, resizing, brightness, contrast, cropping, auto correct, color enhancement masih diperkenankan. Namun TIDAK diperkenankan untuk melakukan montase, kolase dan memanipulasi foto secara berlebihan.

Periode Lombanya kapan ?

  1. Kontes dimulai saat artikel ini ditayangkan, dan akan ditutup pada tanggal 30 Juni 2016 (jam 23.59)
  2. Pengumuman pemenang insya ALLAH akan dilakukan pada tanggal 11 Juli 2016

Apa kriteria penilaiannya ?

  1. Kesesuaian dengan tema
  2. Estetika (obyek, balance, angle, focus, komposisi)
  3. Keunikan ide dan kreatifitas
  4. Kelengkapan syarat-syarat (a.l satu foto, narasi +/-100 kata, kalimat link keikut sertaan dan logo)

Siapa jurinya ?

  • Penilaian akan dilakukan sendiri oleh @nh18
  • Keputusan juri bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.

Apa hadiahnya ?
(jika peserta > 100)

  • TIGA foto Unggulan PERTAMA. Masing-masing akan mendapatkan paket hadiah barang seharga +/- Rp. 100.000
  • TIGA foto Unggulan KEDUA. Masing-masing akan mendapatkan paket hadiah barang seharga +/- Rp. 90.000
  • TIGA foto Unggulan KETIGA. Masing-masing akan mendapatkan paket hadiah barang seharga +/- Rp. 80.000

(jika peserta 50 < 99)

  • Hadiah tetap sama namun jumlah unggulannya masing-masing menjadi DUA

(jika peserta 3 < 49)

  • Hadiah tetap sama namun jumlah unggulannya masing-masing menjadi hanya SATU

.

Jadi demikianlah teman-teman,

Besar harapan saya, teman-teman berkenan untuk ikut meramaikan lomba foto ini.  Mari kita semarakkan bulan yang istimewa ini dengan cara yang sederhana dan penuh suka cita.

Sekali lagi … lomba ini terbuka bagi siapa saja yang punya blog, yang sudah berisi minimal 10 postingan.  Siapapun anda  … !

Kami menunggu karya foto orisinal anda … !

Wassalamu’alaikum wr.wb
Salam sejahtera

LombaFotoTheordinarytrainer

Posted in Blogging, Special Event | 96 Comments