UNDIAN

Ini tentang tips untuk memfasilitasi sebuah training.

Seringkali saya dihadapkan pada publik training yang berjumlah lebih dari 20 orang di dalam satu kelas.  Sebuah jumlah yang cukup banyak.

Untuk memperjelas pembahasan, kadang kala saya punya beberapa tugas aktifitas yang harus mereka lakukan secara individual di depan kelas.  Misalnya: praktek bicara memperkenalkan diri, presentasi 2 menit ataupun tugas praktek berbicara di depan kelas lainnya.

“Siapa yang mau maju ke depan?”

Jika pesertanya aktif, berani dan percaya diri maka hal ini akan sangat mudah dilakukan.  Peserta akan spontan maju, mengalir bergiliran dengan sendirinya untuk melakukan tugas yang saya perintahkan.

Namun bagaimana halnya jika peserta malu-malu? atau tidak PD maju ke depan? atau tidak ingin menonjol? tengok kiri tengok kanan?

Salah satu cara jitu untuk menanggulangi hal ini adalah dengan cara “UNDIAN”

Apakah dengan menggunakan gulungan kertas seperti orang arisan itu?

Bisa! Tapi ini butuh banyak waktu dan agak merepotkan untuk membuatnya.  Saya cenderung menggunakan cara tradisional yang lebih simpel.  Yaitu pakai kartu REMI.

Beli kartu REMI di warung.  Satu kotak itu terdiri dari 4 set (hati, kriting, sekop dan bata) @13 kartu (as, 2,3,4 dst) = 52 kartu (Total 54-55 jika ditambah 2-3 lembar kartu joker)

(source : clipart, ms powerpoint)

Lalu langkah berikutnya adalah :

  1. Kita bagikan kartu tersebut ke peserta training.
  2. Minta peserta training untuk menuliskan nama panggilan mereka masing-masing di kartu tersebut
  3. Jika sudah, kartu tersebut dikumpulkan kembali

Di tangan anda sekarang ada setumpuk kartu yang sudah ditulis nama mereka

(contoh)

 

Untuk menentukan giliran siapa yang maju, ya tinggal kocok saja.  Lalu buka kartunya

“Robert” … itu artinya mau tidak mau peserta training yang bernama Robert harus mau maju duluan.  Robert selesai melakukan tugas di depan kelasnya?  Kartu kocok lagi, buka lagi secara acak

“Annisa” … giliran Annisa yang maju ke depan.  Demikian seterusnya.

Tidak ada yang bisa protes, karena proses undian dilakukan dengan adil dan acak.

Kartu ini jangan dibuang, karena ada kegunaan yang lain lagi,  Terutama jika anda ingin mengelompokkan mereka menjadi group-group kecil untuk membahas studi kasus yang beranggotakan 5 orang misalnya.

Ya gampang saja.  Untuk menentukan siapa satu group dengan siapa, kocok kartu secara acak.  Lalu buka kartu satu per satu.

Buka kartu lalu bacakan : “Lani, Isa, Dedi, Noni, dan Ahmad” … Group 1

Kocok lagi, buka kartu lagi :”Dena, Sasya, Tino, Sani, dan Cherry” … Group 2

Dan seterusnya.

Dengan demikian (sekali lagi) peserta tidak akan ada yang protes, karena undian dilakukan secara acak dengan kartu tersebut.

Demikian tips sederhana ini,  tips mengundi giliran dengan menggunakan kartu remi

Salam saya

Posted in Artikel | Tagged , , , | 2 Comments

INTERVIEW! BERAPA KALI SIH?

Untuk satu kali proses penerimaan, berapa kali biasanya seorang kandidat di-interview oleh sebuah perusahaan? Jawabannya bisa bermacam-macam. Akan berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan dan SOP rekrutmen yang ada di setiap perusahaan.

Menurut pengamatan saya biasanya yang umum dilakukan maksimal hanya dua kali interview saja. Yaitu:

  1. Interview dengan Tim HR/Recruiter.
  2. Interview dengan User (atau bakal atasan dari kandidat tersebut)

Di beberapa perusahaan, kadang dilakukan hanya satu kali saja.

Karena apa? Karena tim pewawancaranya sudah terdiri dari orang HR dan personil dari User. Satu kali datang interview, selesai.

(ilustrasi belaka)

.

Apakah ada yang lebih dari itu? tiga atau empat kali bolak balik datang?

Rasanya sih ada juga.  Ini bisa terjadi karena:

  1. Untuk mengisi jabatan yang strategis,
  2. Terdapat keraguan/ketidak sepakatan antara tim pewawancara mengenai keputusan akhir diterima atau tidaknya seorang kandidat tertentu.
  3. Atau ada beberapa kandidat yang ternyata “sama kuat” sehingga perlu diwawancara lebih lanjut untuk memilih yang terbaik diantara mereka.

Secara pribadi saya sangat menghindari adanya proses interview yang lebih dari dua kali. Hal ini berpotensi merugikan waktu kandidat, karena dia harus meluangkan waktu bolak balik datang interview. Apalagi jika kandidat tersebut sudah bekerja di perusahaan lain, dia harus izin berkali-kali. Dari luar kota pula.

Belum lagi resiko kemungkinan ada banyak pertanyaan yang diulang-ulang membuat kesannya menjadi tidak baik, proses rekrutmennya terkesan tidak rapi.

“Ceritakan kegagalan yang pernah anda alami!”

Sudah ditanya oleh HR saat interview dua hari yang lalu, eehhh sekarang ditanya lagi hal yang sama oleh User. (Cape kan?)

So … Sebaiknya perusahaan tidak meminta kandidat bolak-balik empat-lima-enam kali hanya untuk melakukan interview! (Rasanya kok itu tidak adil bagi mereka)

Bagaimana menurut pendapat anda?

Ada yang pernah mengalamai di-interview sampai lebih dari tiga kali?

Salam saya

.

.

.

.

Posted in Artikel | Tagged , , , , | 5 Comments

TRAINING RULES

Setiap memulai suatu sesi pelatihan, para trainer biasanya selalu menayangkan satu slide presentasi yang berisi aturan-aturan yang harus disepakati bersama agar jalannya pelatihan bisa berlangsung dengan baik dan lancar.

Tentang adab di kelas, tidak boleh menyalakan HP, tata cara ke belakang, tertib, angkat tangan ke atas jika ingin bertanya, dan banyak lagi aturan apa yang boleh dan apa yang tidak boleh.

Saya pun demikian.

Saya selalu membuat kesepakatan bersama peserta yang ikut training saya.  Hal ini bahkan saya tayangkan sebelum acara perkenalan tiba.  Inilah yang saya sebut sebagai Training Rule.

Apa saja aturan di training saya?

Sila perhatikan slide berikut ini :

(background slide by Canva)

Saya tidak menerapkan banyak aturan.  Saya hanya minta mereka untuk : Be Positive, Active Participation, Have Fun, dan Respect,

Be Positive
Makna kata positif ini sangat luas.  Kita berkumpul bersama di ruangan training ini pada hakikatnya didasari oleh sikap positif untuk saling memperbaiki diri dan mengembangkan kompetensi.  Sehingga seluruh perilaku dan sikap kita di kelaspun tentu diharapkan positif, tertib tidak cari musuh, tidak cari masalah.

Active Participation
Berpartisipasi aktif.  Saya perlu menekankan pentingnya sikap ini, karena saya ingin mereka mengambil manfaat sebesar-besarnya dari training yang saya ampu.  Aktif berbagi cerita pengalaman, aktif bertanya, aktif mendengarkan dan juga aktif ikut serta dalam kegiatan kelas, role play, game dan sebagainya.

Have Fun
Ini juga penting.  Saya senantiasa percaya bahwa belajar akan lebih efektif jika kita semua dalam keadaan “fun”.  Senang.  Pikiran segar dan terbuka.  Sehingga saya minta para peserta training untuk have fun.  Tertawa lepas, senang, gembira tanpa harus kelewat batas.  Saya juga menekankan kepada mereka untuk “Please Have Fun, BUT NOT Make Fun”   Bergembiralah tetapi jangan “mengolok-olok” atau membully satu sama lain.

Repect
Saling menghormati satu sama lain.  Dengan menghormati orang lain maka dengan sendirinya kita akan menghormati diri sendiri.  Dengan menghormati diri sendiri maka kita akan senantiasa menjaga sikap.  Tak perlu lagi saya menekankan adab sopan santun bagaimana cara ke belakang, bagaimana menghandel HP, silent phone, mesti diam mendengarkan, bagaiman berbicara, mesti sopan, nggak boleh ini, nggak boleh itu dan sebagainya.  Hanya satu kata “respect” itu saja sudah mengatur semua!  Karena ini andragogi, pendidikan orang dewasa.  Mereka tau mana yang patut dilakukan dan mana yang tidak patut dilakukan.

Itulah aturan yang saya biasa terapkan di kelas jika saya memfasilitasi suatu training atau workshop!

Apa anda pernah mengetahui aturan yang agak “aneh” dan “berbeda” ketika anda ikut training atau yang semacamnya?

Salam saya

.

.

.

Posted in Artikel | 10 Comments

NEW FASHION MODEL

Hari Minggu pagi adalah saat yang tepat untuk berolah raga.

Seperti pada umumnya hari Minggu di mana-mana, biasanya banyak pula bermunculan pasar kaget yang menjual aneka rupa.  Mulai dari odol sampai jilbab.  Dari sosis panggang sampai singkong mentah.  Dari jam tangan kw3 sampai obeng kembang.  Dari ikan cupang sampai kaos kutang.  Komplit sudah.

Olah raganya hanya setengah jam, tapi belanjanya bisa dua jam.  Hahaha.

Di dekat rumah saya juga ada pasar kaget bin senggol seperti ini.  Hanya muncul pada saat Minggu pagi saja.  Selain lapak pasar kaget ada pula mangkal di sana odong-odong aneka rupa, mau yang ajluk-ajlukan ataupun yang model komidi ada semua.  Lengkap dengan lagu hingar bingarnya.

Ada juga beberapa delman dan beberapa ekor kuda ikut meramaikan suasana.  Delman dan kuda ini bisa disewa, untuk dinaiki anak-anak barang satu dua putaran.  Ramai, meriah!  Hiburan masyarakat seminggu sekali.

Ketika beberapa waktu yang lalu saya jalan-jalan ke sana (malu mau bilang olah raga) saya cukup terkesima melihat ada satu lapak yang sangat ramai.  Bapak-ibu, remaja-anak-anak, tua muda banyak merubung lapak ini.  Barang yang dijual digelar di tanah hanya beralaskan terpal plastik tebal berwarna biru.

Saya penasaran, barang apa sih yang dijual kok sampe heboh banget dirubung sekian banyak orang.  Setelah saya ikut melongok ke sana, ternyata yang mereka jual adalah ekor mermaid.  Busana model ekor ikan duyung

Haiyaaaaa …

Saya tidak tau nama bahannya apa, dan bagaimana cara memakainya, namun busana bagian bawah ini emang berbentuk seperti ekor ikan duyung.  Tersedia aneka macam warna.  Kalau tidak salah ada ukurannya juga : S, M, L, XL.  Dalam hati saya bertanya, ini gimana cara menggunakannya? Nanti jalannya gimana? Apa cuma dikibas-kibas kayak ikan duyung itu? Apa ini untuk berenang? Apa buat “ngesot” doang?

Saya berhenti di lapak itu sekitar 5-10 menit.  Menyimak pembicaraan yang terjadi di sana.  Dan dari sana saya pun baru mengerti ternyata ini gara-gara sebuah sinetron di televisi yang mengambil cerita tentang ikan duyung.  Saya lupa judul lengkapnya pokoknya ada kata mermaid mermaid nya gitu lah. 

Rupanya ada sementara orang yang sangat jeli dalam melihat peluang.  Mereka berkreasi diilhami dari sinetron terkenal, sampai tercipta bawahan model “mermaid” ini.  The new fashion model.

 

Lantas dalam perjalanan pulang dari pasar kaget itu saya pun berfikir …

“Ada yang jual “gigi Ganteng-Ganteng Serigala nggak yaaaa?”

Salam saya

.

.

BTW:
Teman-teman ada yang tau? Atau malah mungkin sudah membelikan untuk putri-putrinya. busana model buntut mermaid seperti itu?

.

.

Posted in Artikel | Tagged , , , , , , | 9 Comments