KAMERA PONSEL : KAMERA DI SAAT DARURAT

Asus Zenfone Laser giveaway

Ponsel tanpa kamera? mana ada? bicara apa kamu ini Om?

Hampir semua telpon seluler (ponsel) sekarang ada kameranya.  Masih ada sih satu dua tipe yang tak berkamera, tapi rasanya jumlah dan tipenya semakin berkurang.  Ponsel dan kamera sekarang (seakan) sudah menjadi satu kesatuan.

Apa buktinya?

Coba saja lihat.  Sekarang berapa banyak orang yang menggunakan kamera pocket atau kamera saku? Mulai agak sulit ditemukan bukan?

2016-07-15 20.19.10

Dari pada beli kamera saku, lebih baik sekalian saja beli kamera yang punya kemampuan bisa menelpon.  Beli satu gawai dapat sekaligus dua fungsi.  Fungsi komunikasi dan fungsi dokumentasi.  Ditinjau dari segi hasilnya, kamera ponsel juga tidak kalah bagusnya dengan kamera saku.  Bahkan di beberapa kasus justru hasil kamera ponsel jauh lebih bagus dibanding kamera saku.

Ambil contoh misalnya kita punya budget untuk beli gawai kira-kira sekitar 2,3 jt.  Dari pada beli kamera saku dengan harga segitu, mending sekalian aja beli Zenfone 2 Laser ZE550KL.  Harganya kurang lebih sama tapi fungsinya bisa macam-macam.

Saya rasa produsen kamera zaman sekarang tidak lagi fokus melirik pangsa pasar kamera saku yang “nanggung” ini.  Mereka akan konsentrasi dengan kamera yang middle atau sekalian high end.  Mirrorless Camera atau DSLR-Digital Single Lens Reflex.

Low end ? forget it.  Pasti dilibas oleh ponsel berkamera.

Balik ke judul di atas : Kamera Ponsel, kamera di saat darurat.

Kenapa sih kok judulnya begitu?

Begini …

Saya itu punya hobi foto-foto.  Bukan sebagai obyek foto tetapi sebagai orang yang suka memfoto.  Nggak jago-jago amat sih, cuma seneng motret saja.    Sejak SD saya sudah suka motret-motret.  Dimulai dari pinjam kamera almarhum Bapak, nyoba-nyoba akhirnya keterusan.  Motret-motret acara di sekolah, di kelas, di ruang kuliah, dokumentasi kegiatan ekskul, event kampus sampai membuat buku tahunan di angkatan saya.  Pada umumnya tugas saya dalam setiap kepanitiaan adalah seksi dokumentasi.

Ini terus berlanjut sampai sekarang.  Jika ada reuni, tanpa penunjukan resmi pasti teman-teman saya sudah otomatis mendapuk saya sebagai seksi dokumentasi.  (baca : orang yang rela untuk tidak difoto)(hahaha)

Untuk tugas saya ini tentu saja saya membawa kamera “beneran” bukan kamera yang ada di ponsel.

Kamera di ponsel baru akan saya gunakan, hanya dalam keadaan DARURAT saja

Apa itu keadaan darurat?

Menurut definisi saya, darurat di sini artinya adalah :

1.Saat di ATM :

20160715_204240

Kamera ponsel berfungsi untuk memotret struk bukti transferan ATM, lalu dikirimkan ke pihak lain.  Entah itu on-line shop, rekanan bisnis, panitia ini itu, kerabat dan sebagainya.  Ini jauh lebih praktis dibanding kita foto pake kamera biasa.  Lalu donlot ke komputer/hp baru kemudian dikirim.  Ini panjang banget kan prosesnya?  Sementara di seberang sana rekanan kita sudah menunggu.    Ponsel berkamera lah solusinya.  Untuk menanggulangi saat darurat, saat perlu membuktikan kesungguhan kita menunaikan janji.

2.Saat bertemu TEMAN

img_4671
Ketika kita jalan di mall, di pusat keramaian, saat berwisata, perjalanan dinas ke luar kota, menunggu di airport dan saat-saat lainnya, tanpa dinyana, tanpa diduga, tanpa rencana kita bertemu teman lama yang puluhan tahun tidak bertemu.  Senang tiada terkira.    Sejenak haha hihi mengingat masa lalu.  Tentu tidak afdol kalau kita tidak mengabadikan saat langka tersebut.  Ya kalau pas kita bawa kamera, kalau tidak bagaimana ?  Maka dari itu welfie dengan kamera ponselah solusi jitunya.  Keluarkan Ponselmu.  Cekrek.  Langsung up load ke sosial media :  “Hoiii preeennn … gua ketemu Nanang … makin ganteng lho diaaa … kinclong” (contooo … ini cuma contoo … ndak usah nyolot gitu deh)

Ponsel berkamera, gawai tepat disaat darurat bertemu sahabat.

.

3.JURNALISME WARGA

crowd3
Ini juga era baru. Era di mana sekarang setiap orang bisa menjadi reporter.  Melaporkan kejadian yang ada disekitarnya lalu diunggah ke media sosial.  Lalu lintas macet, kebakaran, kecelakaan, bahkan bencana alam dan sebagainya.  Banyak orang yang tiba-tiba bertindak sebagai reporter dadakan, merekam kejadian tersebut lalu mengunggahnya ke media sosial.  Untuk yang satu ini, banyak pula yang menggunakan kamera ponsel untuk merekam video.  Bahkan beberapa TV swasta malah membuka kesempatan bagi siapa saja yang ingin mengirimkan videonya, dan melaporkan kejadian di sekitar tempat tinggalnya.  Asik bisa masuk tipi kan? Honornya lumayan pula.  Jurnalisme warga namanya.

Ponsel berkamera, alat bermanfaat untuk jurnalisme warga, di saat darurat menjumpai peristiwa yang layak untuk diberitakan.

.

4. BARANG BAGUS

20160715_204401
Maksudnya apa nih ?
Gini.  Ketika kita sedang jalan-jalan, entah di toko atau di pusat perbelanjaan, kadang secara tidak sengaja kita ketemu barang bagus.  Kita ingin membandingkan harga barang tersebut dengan harga barang serupa di tempat lain.  Maka keluarkan ponsel anda, lalu cekrek. Kirim berikut teks “Cyyiiinnttt … Tas Hermes yang kayak gini KW supernya berapaaannn di ITC ?”
Atau …

“Bro … ente bisa nggak bikin kaos dengan design kayak gini “

Bisa juga berfikir “aaahhh aku contoh ah … design pigura ini keren juga ya” dst. 

Atau “Mbak bisa nggak bikinin gaun yang modelnya kayak gini”.  Sambil memperlihatkan gawai tersebut ke penjahit langganan. 

Dan masih banyak lagi contoh lainnya
Ponsel berkamera penyelamat di saat darurat nemu barang bagus pembangkit inspirasi

Jadi begitulah.

Menurut saya kamera di ponsel itu sifatnya hanya untuk keperluan darurat saja.  Untuk hal-hal yang tidak terduga. 

Sementara kalau untuk keperluan yang lain, dokumentasi perjalanan, mengabadikan moment istimewa dan kegiatan terencana lainnya, saya masih lebih suka meggunakan kamera biasa, entah mirrorless atau DSLR camera.

narcis2

(photo by Doni R)

Salam saya

om trainer1

.

Giveaway Aku dan Kamera Ponsel by uniekkaswarganti.com..

.

.

Posted in Blogging | 7 Comments

PENGUMUMAN LOMBA FOTO

11 Juli 2016

LombaFotoTheordinarytrainer

Sesuai dengan janji saya, hari ini adalah hari di mana saya akan mengumumkan pemenang lomba foto di Blog saya.

Informasi dari google form, yang sudah mendaftar untuk ikut lomba ini adalah sebanyak 38 (tiga puluh delapan peserta).

Karena jumlah pesertanya berada di antara kisaran 3<x<49 maka hadiah yang akan kami sediakan menjadi 3 unggulan saja yaitu …

  • Satu pemenang unggulan PERTAMA.
  • Satu pemenang unggulan KEDUA.
  • Satu pemenang unggulan KETIGA.

Dan tanpa berpanjang lebar, dengan ini saya mengumumkan para pemenang yang beruntung terpilih untuk lomba foto saya kali ini

Mereka adalah :

  1. Unggulan PERTAMA.
    (mendapatkan paket hadiah barang seharga +/- Rp. 100.000)
    Didapat oleh : Niko Andreyan
    http://isidaripikiranku.blogspot.com/2016/06/adzan-maghrib-sebagai-peluit-tanda.html
    .
  2. Unggulan KEDUA.
    (mendapatkan paket hadiah barang seharga +/- Rp. 90.000)
    Didapat oleh : Fahrizi Noer Fajar Azman
    https://firthblog.wordpress.com/2016/06/18/light-in-the-night/
    .
  3. Unggulan KETIGA.
    (mendapatkan paket hadiah barang seharga +/- Rp. 80.000_
    Didapat oleh : Budi Arnaya
    https://ceritabudi.wordpress.com/2016/06/20/hidup-seperti-mengayuh-sepeda/

Keputusan juri tidak dapat diganggu gugat.

Saya mengucapkan terima kasih banyak atas segala atensi dan perhatian yang telah diberikan kawan-kawan semua kepada lomba foto ini.  Saya ucapkan selamat untuk kita semua.

Khusus untuk para pemenang :
Mohon mengirimkan nama, alamat lengkap dengan kode pos, serta nomer kontak yang bisa dihubungi ke naher18sept@gmail.coma.s.a.p

Demikian pengumuman ini saya sampaikan.

Salam saya

om trainer1

.

.

Note :

Bilamana di kemudian hari diketahui terdapat kesalahan maka pengumuman ini akan revisi sebagaimana mestinya.

.

.

.

.

Posted in Artikel | 8 Comments

AIR KELAPA

Ada sebuah tugas rutin yang selalu saya lakukan menjelang lebaran.  Tugas tersebut adalah pergi ke pasar dan beli kelapa 5 butir

kelapa

(sumber : clipart. MS PowerPoint 2010)

.

Halah biasa aja kali Om ?

Ya … memang ini biasa saja.  Membeli kelapa sebanyak 5 butir untuk bahan membuat rendang.  Rendang adalah hidangan yang selalu ada di meja makan kami ketika lebaran tiba.

Istri saya ini (sebut saja Bunda) asli Minang.  Tentu Bunda tau betul bagaimana membuat rendang yang enak.  Rendang Bunda ini sudah sedikit mengalami penyesuaian rasa, agak berbeda dengan aslinya.  Terutama berbeda dalam hal tingkat kepedasannya.  Maklum suami tercintanya ini kan orang Jawa yang tidak begitu tahan dengan rasa pedas.  Jadi rendang di rumah kami ini relatif tidak begitu pedas dibanding rendang aslinya.

Isi rendang kami juga bukan hanya daging saja.  Bunda biasanya menambahkan kacang merah dan kentang kecil-kecil.  Khas sekali.

Ada satu hal lagi yang menurut saya lumayan unik.  Dulu saya sempat bertanya-tanya ketika pertama kali diminta untuk belanja kelapa.  Namun ketika sudah tau akhirnya saya menjadi maklum.

Bunda selalu bilang begini …

Yah … nanti beliin lima butir kelapa ya.  Bilang sama tukang sayurnya.  Ini mau diambil santennya buat adonan rendang.  Dan jangan lupa tiga diantaranya ambil air kelapanya.

Ya … dari lima butir kelapa yang dibeli, istri saya minta tiga diantaranya air kelapanya jangan dibuang.

Jadi ritualnya adalah lima kelapa dibelah, tiga diambil airnya.  Baru kemudian semuanya diparut di tukang sayur, supaya istri saya tidak kerepotan marut lagi di rumah.  (Tukang sayur masa kini punya mesin pemarut otomatis)

Air kelapa itu buat apa Om ?

Buat minum ? untuk buka puasa ?

Bukan ! Ternyata air kelapa ini oleh Bunda dijadikan campuran untuk memasak daging rendangnya.  Tujuannya apa ? Bunda bilang bahwa air kelapa tersebut berguna untuk lebih membuat daging rendang menjadi lebih empuk dan lebih gurih.  Begitu katanya.

Entah benar entah tidak saya kurang paham

cook

.

Tapi yang pasti adalah ketika sudah masak, dan siap disantap …

Rasa rendang buatan Bunda itu memang tiada duanya !!!

Dagingnya empuk dan gurih !!!

(ggggrrrhhhhh …)

Salam saya

om trainer1

.

.

.

Posted in Artikel | Tagged , , , , , , | 9 Comments

BUKU ANAK YANG BAIK

Seperti apa sih kriteria buku anak yang baik itu ?

Saya bukan ahlinya untuk menjawab pertanyaan ini.  Saya bukan penulis buku anak-anak.  Latar belakang pendidikan dan pekerjaan saya pun bukan di bidang yang berhubungan dengan anak-anak. Saya hanya sekali-sekala saja menjadi relawan Kelas Inspirasi yang mengajar anak-anak SD di beberapa kota di seputaran Jakarta

Namun jika boleh saya berpendapat, menurut saya buku anak yang baik itu sebaiknya mempunyai beberapa syarat tertentu.  Syarat-syarat tersebut saya bagi menjadi dua bagian besar yaitu ISI dan TAMPILAN.  Atau katakanlah SOFTWARE and HARDWARE.

ISI atau SOFTWARE

Isi dari buku anak tersebut haruslah mendidik, menggunakan kata-kata yang baik dan didapat dari sumber yang bisa dipertanggung jawabkan.

Mendidik artinya? Cerita yang ditulis mengandung pelajaran-pelajaran akhlak berbudi, baik.  Sarat dengan nilai-nilai kemanusiaan yang luhur serta mengajarkan perbuatan-perbuatan yang terpuji.

Yang ke dua karena ini buku untuk anak-anak maka kata-kata yang digunakan harus sederhana, mudah dicerna dan tidak menggunakan kata-kata yang jorok atau umpatan-umpatan kasar yang belum saatnya dibaca (atau didengar) oleh anak-anak.

Yang ketiga, sebagai wujud pertanggung jawaban dari penulis, sebaiknya jika penulis mendapatkan ide ataupun menyadur dari sumber lain, maka referensi harus ditulis secara lengkap.

.

TAMPILAN atau HARDWARE

Anak-anak dalam rentang usia 5 – 12 tahun berada dalam tahap yang disebut “concrete operasional”.  Mereka jauh lebih mudah dan lebih tertarik untuk menangkap stimulus/pelajaran dari sesuatu yang berbentuk nyata atau konkrit.  Itu sebabnya sebuah buku anak-anak dikatakan baik jika memenuhi unsur-unsur yang mendukung hal konkrit tersebut.  Tampilan buku harus : bergambar, berwarna-warni dan ceritanya dipecah dalam fragmen-fragmen yang pendek.

Buku yang bergambar memudahkan anak-anak untuk membayangkan cerita yang sedang terjadi.  Gambar membantu anak-anak untuk berimajinasi.

Penggunaan warna yang menarik pun juga mendukung visualisasi cerita menjadi lebih hidup dan tidak membosankan.

Pada umumnya anak-anak belum bisa fokus pada satu hal untuk waktu yang lama.  Mereka mudah bosan.  Sehingga fragmen-fragmen cerita yang pendek membuat anak-anak tidak bosan membaca.  Jika dirasa penat mereka bisa berhenti sejenak, bermain dengan kawan-kawannya, atau belajar dan mengerjakan PR.  Jika ada waktu kembali, tinggal diteruskan ke cerita yang berikutnya, tidak perlu mengulang “Eh sampe mana ya ceritanya tadi ?”

20160629_211632

(photo by @nh18)

.

Beberapa waktu yang lalu saya mendapatkan sebuah buku anak-anak.  Buku tersebut berjudul “KISAH HEBAT NABI MUHAMMAD SAW, dan kisah ajaib lainnya”.  Buku ini disusun oleh kawan saya Astri Damayanti, diterbitkan oleh Penerbit “Qibla” Buana Ilmu Populer, Kelompok Gramedia.

Mari kita lihat apakah buku ini bisa dikategorikan sebagai buku anak-anak yang baik atau tidak.

Mari kita lihat dari sisi ISI – SOFTWARE nya

Dari judulnya saja kita sudah bisa meraba bahwa buku ini pasti bercerita tentang kisah-kisah Nabi Muhammad SAW, juga kisah nabi-nabi yang lainnya.  Kisah-kisah yang sangat patut kita teladani, dan menjadi petunjuk umat muslim untuk bertindak, bersikap dan berperi laku sebagaimana layaknya muslim yang soleh.

Bagaimana dengan bahasa atau pilihan kata-katanya.  Pilihan kata dan bahasa yang digunakan Astri sangat sederhana, kalimatnya pun kalimat yang efektif.  Anak-anak akan mudah mencernanya, tanpa kehilangan unsur estetika bahasa.  Mari saya ajak teman-teman menyimak satu paragraf dari buku itu (di halaman 243 : Gunung dan Burung Bertasbih)

Ada banyak jenis burung di dunia ini.  Mereka terbang bebas di antara pohon-pohon dan melewati lembah juga gunung.  Sesekali mereka berkicau dengan suara merdunya

20160629_212958

(photo by @nh18)

Sederhana, singkat, efektif, imajinatif tapi tidak kehilangan unsur estetika bahasanya.

Penulis sadar bahwa untuk memperkaya tulisannya dia perlu belajar dari referensi-referensi lainnya.  Referensi utama tentu saja surat-surat di dalam Al Qur’an.  Ada banyak cerita yang bersumber dari kitab suci agama Islam tersebut.  Selain itu Astri juga menambah bacaan-bacaan lainnya untuk menggali inspirasi cerita.  Ini adalah ciri seorang penulis yang bertanggung jawab dan selalu ingin belajar, … menyertakan daftar (sumber) pustaka.

20160629_213654

(photo by @nh18)

.

Bagaimana halnya sisi TAMPILAN atau HARDWARE nya ?

Yang pertama adalah gambar.  Buku ini bergambar di setiap halamannya.  Ya … s e t i a p  h a l a m a n.  Gambarnya lucu-lucu lagi,  pas betul dengan nuansa dan selera anak-anak.  Dan semuanya berwarna.  Ya … s e m u a n y a  b e r w a r n a !!!

20160629_214150

(photo by @nh18)

Gambar dan warnanya sangat menarik.  Namun sayang saya tidak menemukan siapa nama designer grafis/pelukis/ilustrator dari buku ini.  Di halaman depan tertulis nama penyunting : Mursyidah.  Lalu ada nama Andi Isa sebagai penata letak, dan Aditya Ramadita sebagai designer covernya.  (mungkinkah salah satu dari mereka yang menggambar ilustrasi buku ini ?)

Bagaimana dengan panjang cerita ?

Mari kita telaah.  Buku ini tebalnya 263 (dua ratus enampuluh tiga halaman) dikurangi 2 (dua) halaman daftar pustaka jadi tinggal 261 lembar halaman.  Total jumlah cerita yang ada di dalamnya adalah 87 cerita.

20160629_215418

(photo by @nh18)

Jadi jika dirata-rata, satu cerita itu hanya terdiri dari 3 (tiga) halaman saja.  Itupun tidak tiga halaman full, karena sebagian tentu saja penuh dengan gambar ilustrasi.  Singkat kata, ceritanya pendek-pendek !

20160629_215831

(photo by @nh18)

Dari pemaparan saya di atas.  Tanpa bermaksud untuk melebih-lebihkan, saya kira buku “KISAH HEBAT NABI MUHAMMAD SAW, dan Kisah Ajaib Lainnya” sangat layak untuk dikatakan sebagai buku anak-anak yang baik, dan cocok untuk dibaca oleh anak-anak.  Jika anak-anak anda belum bisa membaca, buku ini bisa dibacakan atau didongengkan kepada mereka menjelang tidur.  Mereka akan tidur dengan tersenyum !

Sedikit usulan, jika nanti buku ini akan dicetak ulang, mungkin ada baiknya dipikirkan kembali untuk menerbitkan versi buku dengan hard cover dan kertas yang lebih tebal serta (kalau bisa) tahan air.   Para orang tua saya rasa tidak keberatan untuk merogoh koceknya lebih dalam karena tampilan buku ini tentu akan lebih menarik, dan tahan lama.  Maklum, namanya juga anak-anak kan ? kadang mereka suka rebutan ! tarik-tarikan buku dan sebagainya.

So … mbak Astri Damayanti … sukses untuk buku yang baik ini !

Kami menunggu karya-karya berikutnya !

Salam saya

om trainer1

.

.

banner

.“Buku Kisah Hebat Nabi Muhammad bisa dibeli di MatahariMall.com”.

.

Posted in Artikel | Tagged , , , , , | 6 Comments