COBA KALAU …

.
“… tuuuu kan … coba kalau dulu kamu bla-bla-bla … nggak begini deh jadinya”
“… apa gua bilang … coba kalau kemarin kamu itu bla.bla.bla …”]
“… coba kalau saudara datang lebih cepat … maka bla bla bla …”

Sering nggak dengar kata-kata tersebut ?
Saya yakin para pembaca sekalian tentu sering mendengar kalimat menghakimi tersebut.

Bagaimana perasaan anda ?
Mmmm ini mungkin tergantung kondisinya.

Di banyak kejadian … terus terang saja saya rada “kesel” dan “meradang” kalau mendengar kalimat-kalimat tersebut.  Apalagi jika si Oknum yang melontarkan kalimat tersebut seolah-olah “ujuk-ujuk” saja datang. Tiba-tiba saja muncul tanpa diundang. Tak tau ujung pangkalnya … mereka langsung berkata-kata seperti itu.

Ketika kita sedang melakukan sesuatu hal … dia, si oknum itu, entah ada dimana.  Dan kalaupun ada … dia sama sekali tidak mempedulikan apa yang kita lakukan.  Diam saja.  Namun setelah sesuatunya terjadi … setelah semuanya lewat … setelah hasil yang ternyata tidak sesuai harapan itu didapat.  Baru kemudian yang bersangkutan muncul dengan sok taunya.  “Tuuuu kaaaannn … coba kalo kamu … Bla bla bla

Menghakimi kita … menggurui … belagak yang paling tau … seolah dia yang tau segala.  Lengkap dengan petatah-petitih yang nyinyir bak pengamat politik.  Lengkap dengan seringai a simetris khas pemandu talk show yang sok kritis itu.

Sangat mudah untuk menghakimi !  Jika kejadiannya sudah berlalu.
Sangat mudah untuk menilai ! Jika sesuatu itu sudah terjadi.

Kemana aja si Oknum selama ini ?
Dulu waktu kejadian tersebut belum terjadi … kenapa dia diam saja … ???
Kemarin ketika kita sedang melakukan pekerjaan ini, … mereka pada kemana ???
Kenapa sekarang tiba-tiba nongol ???

Tak usah heran sodara-sodara.  Karena memang begitulah tipikal tabiat seseorang yang mempunyai sifat “selalu menghakimi”.  Selalu menunggu sampai hasil buruk muncul … baru dia akan muncul dan berkata-kata dengan sok taunya. 

Apa para sahabat sering menemui situasi serupa ?
Berhubungan dengan seseorang … yang celakanya baru muncul setelah semuanya terjadi ?
Lalu mereka berkomentar dengan sok taunya ?
Menganalisa nyinyir ndak ketulungan se level dewa ?

Salam saya

social network

BroNeo

Pengalaman temannya istri:

Teman itu, menderita kanker, dan divonis bisa bertahan beberapa saat lagi saja. Dari pelbagai alternative terapi, dia memilih terapi herbal “saja”.
Dan ketika akhirnya dia meninggal, orang tuanya berkata:
“Saya tidak menyesali apa yang dilakukannya, maupun tidak dilakukannya”

Oh.. pelajaran sangat berarti bagi saya

Salam,
BroNeo recently posted..Bumbu InstantMy Profile

chocoVanilla

Orang-orang model begini, membuatku ingin menggebuknya saja, Om. Dan sialnya saya pernah mengalami, grrrr….masalahnya dia boss saya jadi ga berani nggebuk 🙁
Coba kalo bukan boss…. 😛
chocoVanilla recently posted..Kampanye CagubMy Profile

Dani

Kalo yang macam begini sering Om mengalami.
Kadang saya bales aja dengan nada yang gak kalah nyinyir
“Terus kenapa??”

Heheh untung aja saya gak tambahin:
“Gw harus bilang Wow Gitu?”

Hehehe…. 😀
Kalo lagi males nanggepin saya cuekin aja sih Om. 😀
Dani recently posted..Memilih Dokter Anak (yang Cantik)My Profile

applausr

sering tuh dapat yang seperti ini dan yang lebih hebatnya pake ditambah manas masin… makin tambah panas.. sering terjadi juga didunia professional..

kalau saya lebih baik diam saja deh…
applausr recently posted..Elesin tidak ya?My Profile

vizon

Menjadi hakim kesiangan itu namanya ya Om..
Menyebalkan dan patut disingkirkan jauh-jauh dari hidup kita..

Apa perlu kita jawab seperti ini Om?;
“memangnya kenapa? masalah buat lo?” 🙂
vizon recently posted..kejutan dini hariMy Profile

Abi Sabila

Tanpa bermaksud kejam, dengan orang berkarakter semacam ini biasanya saya menganggap dia ‘tidak ada’ walau mata saya melihatnya, telinga saya mendengar suaranya dan bahkan tangan saya bisa menyentuhnya.

Devi Yudhistira

Ijin ngakak dulu ya ooommm….

Rasanya selalu ada orang yg kek gini nih om….

Setuju banget sama Abi…

mungkin dia punya masalah degan aktualisasi dirinya om….*jd yg waras ya ngalah saja, better*

qiqiqiqi
Devi Yudhistira recently posted..Apa versimu?My Profile

nanaharmanto

Kulonuwun Om…
wah, ini to rumah baru Om… maaf ya baru bisa berkunjung, sempat mengalami “kiamatinternet” sebulan belakangan ini…

Saya pernah beberapa kali ngalami digituin dulu. rasanya sebel banget… lha mereka nggak ngerti proses yang saya alami, tau-tau mak bedunduk, datang dan berkoar-koar seolah dia lebih top dari saya…

salam hangat, Om…
nanaharmanto recently posted..Cintaku di Tepi Babylon…My Profile

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge