BUNGSU KE SUBANG

.

28 – 30 September 2012
Si Bungsu bersama seluruh teman-temannya dari kelas 7 Madrasah Tsanawiyah mengadakan acara bakti sosial ke Desa Cicadas, Kecamatan Sagalaherang, Kabupaten Subang, Jawa Barat.  Mereka melakukan serangkaian kegiatan disana.  Mulai dari memperbaiki tempat wudhu di mushola-mushola, santunan kepada anak yatim dan kaum dhuafa, memberikan bantuan sembako dan alat tulis … serta mengadakan pentas hiburan islami hasil kreatifitas anak-anak itu sendiri.  Mereka menginap di rumah  penduduk setempat. (“home-stay”)

.

Ini acara rutin tahunan.  Sudah yang ke sebelas kalinya sekolah anak-anak saya mengadakan hal serupa.  Baik si Sulung – Tengah maupun si Bungsu … dulu juga sudah pernah mengikuti kegiatan seperti ini.  Namun kini agak sedikit berbeda situasinya.  Kalau yang sudah-sudah … saya selalu berusaha menyempatkan diri untuk sekedar mengantar mereka sampai sekolah … atau pun saya menjemput di sekolah ketika mereka kembali.  Maklum … karena mereka mau menginap 2 malam, tentu saja bawaannya pun lumayan berat.  Belum lagi ditambah … membawa barang-barang yang akan di sumbangkan.

.

Nah … untuk bakti sosial yang sekarang … si Bungsu berangkat ke sekolah dan juga pulang ke rumah … sendirian … saya tidak sempat mengantar ataupun menjemputnya

.

Ketika berangkat tanggal 28 September kemarin.  Mereka berkumpul di sekolah jam 11 Pagi.  Tentu saja saya tidak bisa mengantar karena saya bekerja.  So si Bungsupun ngojek dengan membawa barang bawaannya ke sekolah.

.

Dan ketika dia kembali pada hari Minggu 30 September siang.  Kebetulan saya sedang mengantar Bunda, menghadiri acara halal bi halal di Taman Mini.  Acara persatuan warga perantauan yang berasal dari daerah tempat istri saya dulu tinggal.

.

Hari minggu siang itu si Bungsu telpon saya untuk minta dijemput, dia sudah sampai di sekolah, menunggu saya.  Saya memohon maaf pada si Bungsu karena kami sedang ada di Taman Mini.  Saya juga minta maaf padanya karena lupa memberi tahu sebelumnya.

Lalu apa jawabnya … “Oh … nggak papa deh Yah … Yoga pulang sendiri naek ojek ya … “

.

Si Bungsupun pulang naik ojek sendirian … again … dengan membawa barang-barang bawaannya … Plus badan yang capek tentu saja.  Saya tau sekali … kalau ada acara seperti ini … pasti waktu tidur kurang.

Seketika saya merasa bersalah … tidak bisa menjemput dia kali ini.

Dan ketika malamnya kami tiba di rumah.  Diatas meja makan sudah ada sekantung kresek Dodol.  Aaahhhh rupanya … ini adalah buah tangan … oleh-oleh dari si Bungsu.

.

Dengan bangganya dia bercerita …
“Tadi rombongan Yoga mampir dulu di tempat istirahat … nggak tau tuh di daerah mana … terus Yoga liat ada orang jual dodol … Ya udah Yoga beli Dodol aja buat oleh-oleh …”

Di tambahkan pula keterangan … “Murah kok Yah … setengah kilo harganya dua puluh ribu …”

.

(Adduuuhhh Nak …)(semakin merasa bersalah kami)

Dia sempat-sempatnya membelikan oleh-oleh untuk kami.  Yoga tau kalau dodol itu adalah panganan kesukaan bundanya.  Dia sengaja menyisihkan uang jajannya … yang tidak seberapa itu … untuk membeli Dodol.

Sementara kami ???
Sekedar untuk mengantar atau menjemputnya pun … tidak sempat !!!

Ah … maafkan kami nak !.

.

.

.

social network

niqué

kok saya terharu ya om
kok jadi saya yang pengen ngambek karena om dan bunda gak nyempetin jemput yoga
kira2 boleh gak om klo saya yang demo 🙁
tapi beruntung ya om
Yoga udah mandiri dan sudah kliatan tidak manja-an.
jadi bisa cepat ambil solusi lain, yang penting cepet sampai di rumah.

jadi dodolnya masih ada gak om? 😀
niqué recently posted..Perawatan ACMy Profile

bunda lily

aaahhh….Yoga, kamu benar2 anak yg luar biasa baiknya , nak

( jadi terharu si bunda ini)

Alhamdulillah, ya Mas…mempunyai putra yang begitu mandiri juga peduli ….

salam
bunda lily recently posted..One Hour OnlyMy Profile

Esti Sulistyawan

Berbahagialah Om, punya bungsu se-mandiri dan se-pengertian itu
Salut deh sama Mas Yoga
Semoga saya juga bisa mendidik anak2 saya kelak dgn baik. Aamiin.

Maaf Om, baru sempet jalan kemari 🙂

Pakde Cholik

Anak Jakarta tentu berbeda dengan anak Jombang (saya kala itu seumur si bungsu). Jika sampai kejadian seperti itu emak pasti sudah muntap, tolak pinggang, famili segera dikumpulkan untuk antar jemput anak lanangnya, walau naik sepeda onthel.

Anak kota tentu lebih cepat mandiri dan berani walau sebagai orangtua kita tetap tidak tega dan merasa bersalah.

Ah,s i bungsu. Untuk bunda dibelikan dodol setengah kilo. Tak adakah yang tersisa di dompet atau di sakumu nak untuk sekedar membeli 3 biji ager-ager atau tahu Sumedang yang empuk itu untuk papa tercinta ??

Salam hangat dari Surabaya
Pakde Cholik recently posted..3 Keuntungan Mengikuti KontesMy Profile

marsudiyanto.net

Enaknya yg punya 3 jagoan, bisa punya istilah Si Barep, Si Tengah dan Si Bungsu…
Saya cuma punya Si Barep dan Si Bungsu, belum punya Si Tengah… 😀
marsudiyanto.net recently posted..KukutMy Profile

Devi Yudhistira

whaaaa haru biru…meweeekkkk

Yoga ganteng anak sholeh….

Subhanallah…..baik banget ya Yoga…

Kadang kita suka sedih dan ga tega, apalagi pas tau harganya juga lumayan (kalau dibandingkan jumlah uang sakunya)….tapi anak-anak selalu ikhlas dan nggak itungan….

hayoooo…tapi om selalu bawain oleh2 kan buat Yoga? *g papa deh ga bawain kita2*

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge