CARA MENCEGAH DAN MENANGGULANGI TAWURAN

.
Pak De Cholik bikin kontes lagi.  Kontes Unggulan Indonesia Bersatu.  Dalam rangka hari Sumpah Pemuda.  Topiknya sederhana saja : “Cara Mencegah dan Menanggulangi Tawuran”.  Sederhana namun menggelitik.

.

Mengapa menggelitik. Sebab … jujur saja … saya adalah alumni salah satu sekolah di jalan Bulungan, Blok M Jakarta Selatan.  Tidak usah saya terangkan lebih lanjut mengenai kawasan tersebut.  Kawasan dan sekolah-sekolah SMU disini sedang menjadi sorotan akhir-akhir ini.

 

 

Tiga puluh tahun yang lalu saya pernah bersekolah disana.  Bahkan jaman saya kelas tiga,  sekolah saya dilebur dengan sekolah sebelah.  Kenapa dilebur ? Yaaa karena sekolah saya dengan sekolah sebelah … sering tawuran.  Akhirnya waktu itu Mentri P&K menyatukan sekolah kami, supaya tidak tawuran lagi.  Sekolah Baru kami ini tepat diresmikan 5 Oktober 1981.  Tanggalnya kurang lebih pas … dengan dipostingkannya tulisan ini.  (Memang saya sengaja 🙂

(cerita lengkap mengenai peristiwa MERGER dua SMA Bulungan tersebut … ada disini )

Tawuran sempat mereda setelah itu.  Namun celakanya beberapa tahun kemudian, muncul kembali.  Dan konyolnya, berlangsung hingga saat ini.  Kali ini lawannya adalah sekolah sebelah yang lain lagi,  yang berada di jalan Mahakam.  (aaarrggghhh !!!)

Kembali ke topik yang diangkat Pak De.   Bagaimana cara mencegah dan menanggulangi Tawuran.

.
Menurut pendapat saya (yang didasari oleh situasi riil yang pernah saya alami dulu) … paling tidak ada TIGA HAL yang mudah-mudahan bisa mengeliminir atau mengurangi Tawuran.

Tiga hal tersebut adalah …

.

1. KAMPANYE :
Kampanye bahwa Tawuran itu “Norak”.  Tawuran itu “Cupu”, “Culun Punya”.   “Culun” itu “Cemen”.  “Cemen” itu artinya “Nggak Keren”. 

Kita harus pegang informal leader dari masing-masing sekolah.  Informal leader ini biasanya bukan ketua OSIS.  Informal leader biasanya adalah anak “badung” yang paling jagoan di sekolah tersebut.  Kita rangkul anak-anak ini.  Kita ajak mereka mengkampanyekan … bahwa … “Tawuran itu Norak wal Cupu !!!”
Kita budayakan perilaku macho dan jantan, menyelesaikan masalah dengan “eiylekhan”.  Kalaupun terpaksa akan berkelahi.  Berkelahilah dengan cara satu lawan satu.  Tangan kosong.  Dan itu diawasi oleh ahlinya.  Supaya tidak terjadi akibat yang tidak diinginkan.  Yang berkelahi pun hanyalah dua orang yang terlibat masalah satu sama lain saja.  Nggak usah pake melibatkan teman-teman lain.

Menurut pengamatan saya … image “Norak” dan “Culun Punya” itu adalah dua image yang sangat dihindari oleh anak-anak muda ini.  Terutama anak-anak muda trend setter dari kawasan Blok M Jakarta Selatan tersebut.

.

2. KOLABORASI :
Menjalin kerja sama antara sekolah yang berdekatan.  Baik di bidang olah raga maupun kesenian.  Ini berangkat dari suatu fenomena yang saya amati dulu.  Dulu sekolah kami yang bersebelahan itu, punya Tim Klub Basket gabungan.  Namanya The Buls kalau tidak salah.  Anggotanya terdiri dari siswa-siswi dua sekolah yang berdekatan itu.  Sekolah A dan Sekolah B.  Ketika siswa Sekolah A tawuran heboh lawan Sekolah B … “believe itu or not” … mereka anggota klub basket The Buls itu, tetap santai-santai saja berlatih di lapangan sekolah kami.  Tidak takut dan tidak terpengaruh sama sekali.  Mereka tenag-tenang saja, tak ada yang berani mengganggu.  Sebab pemain basket sekolah A akan dilindungi oleh teman seklubnya sesama pemain basket di sekolah B.  Demikian pula sebaliknya. 

Di bidang kesenianpun dulu … kami … tiga sekolah yang berdampingan di kawasan Bulungan – Mahakam ini, pernah berkolaborasi mengadakan suatu pagelaran Musik – Tari Kolosal yang besar.  Diadakan di Balai Sidang Senayan.  Disupervisi langsung oleh salah seorang pakar seni pertunjukan kolosan pada jamannya.

Pendukung pertunjukan ini ya para siswa-siswi ke tiga sekolah tersebut.  (Seingat saya Denny Malik, Erwin Gutawa … ikut serta menjadi bagian dari pagelaran tersebut)(Denny, Erwin Gutawa, Rano Karno dan sebagainya … memang saat itu bersekolah dikawasan ini).

Dengan berkolaborasinya siswa-siswi di bidang olah raga dan seni, saya rasa ini akan bisa mengurangi tawuran.  Terutama untuk sekolah yang berdekatan.  Ledakan Energi anak-anak muda bisa tersalurkan dengan baik dan positif.

.

3. KONGKOW
“Kongkow-kongkow” adalah suatu istilah untuk menggambarkan kegiatan anak muda yang memang gemar sekali berkumpul sesamanya.  Hang Out.  Nongkrong. 

Menurut saya tawuran itu banyak dipicu oleh perilaku ini.  Awal tawuran pun, tidak jarang banyak dikompor-kompori dari perilaku nongkrong ini.  Dikompor-kompori oleh siapa … ?  Oleh Alumni yang tidak bertanggung jawab.  Ada dendam kesumat, ada rasa penasaran.  Atas nama tradisi turun temurun.  Ada fenomena dimana alumni (yang baru lulus satu dua tahun yang lalu)(yang mungkin kecewa dan yang sejenisnya) menghasut adik-adik kelasnya untuk terus tawuran dengan sekolah musuh bebuyutannya.  Entah apa motifasi sesungguhnya.  Mungkin hanya ingin cari sensasi dan perkara saja.  Menyebar pengaruh.  Karena mungkin oknum alumni ini … ketika menginjak masa kuliah … tidak punya pengaruh lagi seperti waktu di SMA dulu.  Kenapa tidak punya pengaruh lagi … ?  yaaa karena ketika di kuliah … mereka pasti kalah “power” dari Mahasiswa Senior Kakak-kakak kelas tingkat 2 – 3 dan seterusnya.  Sehingga sebagai pelampiasannya,  mereka akan tetap bercokol di tempat kongkow mereka ketika di SMA.  Mereka akan mempengaruhi adik-adik kelas SMAnya.  Karena disana, ditempat kongkow tersebut,  mereka merasa masih “berkuasa”.  (Post Power Syndrom)

Ini harus diberantas … para guru – aparat keamanan – orang tua dan juga komponen masyarakat lainnya, harus bisa “men-track” … memonitor … kemana anak-anak ini pergi.  Ketika mereka kongkow-kongkow … nongkrong di suatu tempat … adakah alumni SMA tersebut disana.  Karena bisa jadi pemicunya ada disini. 

So … singkat kata … kita monitor dengan seksama tempat kongkow mereka.  Apa lagi kalau ada alumni disana.  Awasi dengan ketat !!!.  Karena bisa jadi … itulah biang keroknya.

Apakah ini solusi-solusi terbaik ?
Saya rasa tidak.  Namun diharapkan dengan hal-hal tersebut diatas … paling tidak … perilaku tawuran bisa dieliminasi. 

Bagaimanapun juga … ini semua berangkat dari KELUARGA !!!
Kita sebagai orang tua … harus bisa menanamkan keimanan yang kuat dikalbu anak-anak.  Kita pun juga harus bisa mencamkan di benak anak-anak kita bahwa … Tidak ikut tawuran itu bukan berarti tidak keren.   Justru … anak yang bisa menahan dirinya untuk tidak tawuran … dan berani berkata tidak ketika dihasut untuk tawuran … itulah yang KEREN.

Jangan pernah takut kehilangan teman.  Setia kawan itu letaknya sama sekali bukan di perilaku tawuran … 

Tawuran itu … Norak !!!
Tawuran itu … CuPu !!!

 

Salam saya

.

.

.

Artikel  ini diikutsertakan pada Kontes Unggulan Indonesia Bersatu : Cara Mencegah Dan Menanggulangi Tawuran.

 

.

social network

niken

Merubah opini remaja2 itu bahwa solidaritas bukan dalam hal seperti tawuran ya om.
Tawuran itu cupu…bukannya bukti sebuah keberanian dan kemachoan…
Keren om artikelnya.
Semoga sukses kontesnya.

Tinggal posting buat GA saya ya om.

nh18

Terima kasih Bunda Lahfy

GA Bu Niken … kaming sun … (udah dapet ide … tinggal ditulis …)

salam saya

vizon

….manggut-manggut..
….mengernyitkan dahi..
….coret-coret di papan nilai..
….berlalu sambil teriak. “tawuran norak, tawuran cupu, tawuran cemen..!”
vizon recently posted..right to fightMy Profile

nh18

Mohon jangan ketipu sama wajah saya …
wajah saya memang awet muda wal cute begitu …
so please jangan ketipu ya …

qiqiqiqi

(PD abis)

salam saya

Idah Ceris

yang gak komen di tulisan ini cupuuuu. . #Eh. 🙂

Tahun ’81 udah SMA ya, Om? Kereeen. . . 😆
Fotonya euuuuuuy. . . 😀

Pas waktu SMA juga akus sering menyaksikan tawuran, Om.
Khususnya pas ada acara HAORNAS, setelah acara libasvol pasti anak2 STM pada ngumpul dan pasti tawuran. Menang kalah itu tawuran. . .

Tawuran itu bener2 gak eylekhan bangeeeeets, mending jeng-jeng dengan teman2 dan menyantap makanan sambil cerita2. 😀 #maklum anak mamah.
Idah Ceris recently posted..Flowchart dan SimbolnyaMy Profile

Dani

Setuju ama Uda Vizon. Mirip John Cusack Om.
Idenya bagus banget Om. Para pemimpin anak tawuran itu memang kudu diberikan kepercayaan yang lebih besar. Dengan begitu energi mereka tersalurkan untuk kegiatan positif.. 🙂
Dani recently posted..NduselMy Profile

nh18

Mirip John Cusack ? … Aaahhh Dani bisa aja … !

(langsung ke toilet … dan koprol side A – side B disana)

hjahahaha

bunda lily

sepakat banget Mas, tawuran itu bener2 cupu, norak dan pastinya gak keren banget !!!!

mungkin solusi agar anak2 Bulungan dan Mahakam ini gak tawuran, memang dilebur saja sekolah mereka jadi satu ya….

Semoga sukses di kontes ini ya Mas
salam
bunda lily recently posted..Be Brave And Smart SurvivorMy Profile

nia/mama ina

padahal sekolah yang tawuran itu termasuk sekolah unggulan yachh om…kayaknya yang ikut tawuran pasti mereka2 yang ngga punya prestasi atau mereka stress sama pelajaran dan ngga bisa mengikuti pelajaran dgn baik…jadinya sering nongkrong2 dan kalo ada senggolan sedikit aja langsung meledak……sukses untuk kontesnya om….kayaknya sebentar lagi bakal dapat kiriman batik hihihihi……
nia/mama ina recently posted..Cara Mencegah Dan Menanggulangi TawuranMy Profile

chocoVanilla

Yaa ampyuuuum, Ooommm, kok bisa sepikiran kita ya? Dengan olah raga! Saya pun nulis demikian! Sepertinya olah raga bisa menjadi solusi kalo gini 😀

Satu lagi yang membuat daku heran kok bisa sepikiran adalah: Tawuran itu cupu! Kalo saya bilang: Tawuran itu banci!

Hehehehehe…. toss dulu, Om! Suskes yaaa….

(dan semoga para ababil itu membaca tulisan ini 😀 )
chocoVanilla recently posted..Truk Bagian MburiMy Profile

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge