HERO LIES IN US

.

Saya awali tulisan ini dengan mengangkat salah satu bait dari lagu HERO.

… And then you’ll finally see the truth … That a hero lies in you … (“Hero” sang by Mariah Carey)

Ya … Hero lies in you … sifat-sifat seorang “Hero” sesungguhnya ada didalam diri kita.  Kita semua sangat berpotensi untuk bisa menjadi Hero … menjadi pahlawan … bagi diri kita sendiri … keluarga … maupun orang lain.

Sering kali kita perlu pencerahan-pencerahan tertentu untuk menyadarinya.  Salah satu pencerahan tersebut adalah dengan mengamati orang-orang disekitar kita.  Perkenankan saya menyebutkan nama Tiga orang, yang telah mengajarkan tentang sifat-sifat Hero yang sejati.  Sifat-sifat hero seperti apa ? dari siapa saya belajar ?.

Baiklah saya mulai.

1. Sifat Pantang Menyerah tapi Santun dari seorang Pak Soleh
Pak Soleh adalah penjual sate.  Asal dari Madura, tetangga orang tua saya dulu.  Pak Soleh mengawali kariernya dengan berjualan sate keliling kampung, setiap malamnya. Rumahnya gubuk kecil … kumuh.  Saya ingat sekali dulu, jika Orang Tua saya mempunyai hajatan di rumah selalu memesan sate dari tetangga kami ini.  Saat arisan keluarga, syukuran sunatan saya, Adik saya menikah, sampai ketika ngunduh mantu.  Sate Pak Soleh selalu hadir di rumah kami.  Pak Soleh dan istrinya sangat santun.  Setiap mengantarkan sate ke rumah, mereka selalu tak lupa melepas alas kaki diluar.  Walaupun ibu mengatakan pakai saja Pak … Bu … tetapi tetap saja mereka selalu melepas sandalnya ketika masuk halaman rumah kami.  

Selain santun, Pak Soleh juga mempunyai jiwa yang pantang menyerah.  Sampai larut malam sering saya mendengar sayup-sayup suara teriakan pak Soleh, yang semakin malam semakin serak, menjajakan Satenya.  Namanya juga berdagang.  Ada malam tertentu yang satenya cepat laku.  Tetapi ada juga malam-malam lainnya yang kurang bersahabat.  Sampai larut malam sate belum juga habis. 

Berkat semangat pantang menyerahnya, Pak Soleh sedikit demi sedikit bisa membangun usahanya.  Dulunya berkeliling … lalu kemudian jadi menetap membuka kedai sendiri.  Langganannya semakin banyak.  Jualannya semakin maju.  Selain karena memang satenya enak, juga karena pelayanan santun dari Pak Soleh itu.  Pelanggan semakin senang.  Beliau berhasil menyekolahkan anaknya sampai perguruan tinggi.  Dan beliau dan istripun sudah naik haji.  Semua dari hasil jualan satenya.  Kini kami tidak lagi bisa mendengar suara keras Pak Soleh menjajakan dagangannya.  Pak Soleh sudah di panggil oleh Yang Maha Kuasa beberapa tahun lalu.  Tetapi semangat pantang menyerah tapi santunnya telah menginspirasi saya.  (Cerita selengkapnya … Ada di Tulisan ini)

.

2. Sifat Bersahaja tapi Berani dari seorang Arif Usman
Arif Usman adalah salah satu mantan trainee saya, dari Majalengka.  Arif berasal dari keluarga yang sangat sederhana.  Sangat bersahaja.  Ketika mahasiswa dia tinggal di masjid.  Bantu-bantu di masjid, bersih-bersih, sekedar untuk mendapatkan sedikit uang … untuk dia pergunakan membayar kuliahnya.  Menyambung hidupnya.  Arif harus hidup hemat untuk tetap survive.  Kemana-mana dia pakai sepeda onthel.  Kerja serabutan disela-sela kuliah … itu sudah pasti.  Jika ada pekerjaan yang bisa dilakukannya sendiri, dia pasti akan melakukannya.  Bahkan potong rambutpun … untuk menghemat pengeluarannya dia lakukan sendiri.  Sampai akhirnya Arif berhasil lulus kuliah, lalu direkrut perusahaan kami.  Setapak-demi setapak arif menjalani kariernya di perusahaan kami.  Tetap dengan sifatnya yang bersahaja. 

Sekalipun bersahaja, Arif juga mempunyai karakter yang berani.  Dia berani mengungkapkan pendapatnya.  Dia berani mengungkapkan apa yang dianggapnya benar.  Arif tidak peduli dia berhadapan dengan siapa.  Selama dia benar, dia akan menghadapinya.  Karier Arif semakin lama semakin baik.  Sekarang dia dipercaya mengepalai salah satu kantor cabang kami di Jawa Barat.  Tetapi dia tetap tidak berubah … Arif tetap seperti Arif yang dulu.  Berani mengungkapkan pendapatnya.  Dan tetap … bersahaja.  (Cerita tentang Arif ada di Tulisan ini)

.

3. Sifat Jujur dan Tidak Malu-malu dari seorang Hery Nurwan
Hery Nurwan adalah keponakan kami.  Asal Lubuk Alung, Sumatera Barat.  Hery berasal dari keluarga yang kurang mampu.  Melihat kondisi tersebut, Istri saya berinisiatif untuk membawanya ke Jakarta dan membiayainya kuliah.  Hery kuliah sore.  Pagi dan siangnya dia bertugas untuk mengantar dan menjemput anak-anak saya yang waktu itu masih kecil-kecil.  Hery tidak malu melakukan ini semua.  Dia melakukan pekerjaan, yang biasanya dilakukan oleh suster pengasuh atau mbak-mbak asisten rumah tangga.  Mulai dari memakaikan seragam sekolah anak-anak saya, membantu membawakan tas bekal anak-anak saya.  Menggandeng anak saya dan mengantar ke sekolah dengan berjalan kaki.  Kadang-kadang dia juga mengantar makanan ke sekolah kalau anak saya pulang agak sore, dan seribu satu tugas mengasuh anak-anak lainnya.  Semua dia lakukan dengan tanpa malu-malu.  Anak-anak saya sayang sekali dengan kak Herynya ini. 

Bukan hanya anak-anak saya yang sayang padanya, rupanya masyarakat di lingkungan kami pun senang dengan si Hery ini.  Kawannya banyak.  Sampai-sampai ketika kampung kami mengadakan acara tujuhbelasan,  Hery dipercaya sebagai ketua panitianya.  Ya kawan-kawannya percaya dengan Hery.  Karena selain tidak malu-malu … dia juga punya sifat yang jujur dan amanah.

Bagaimana kondisinya sekarang ?
Dia sudah menamatkan S1-nya, dan sudah berkeluarga.  Sekarang dia sudah mempunyai pekerjaan tetap yang cukup baik.  Bukan itu saja … berkat pekerjaannya ini, Alhamdulillah dia berkesempatan untuk berkunjung ke luar negeri.  Amerika Serikat, India, Cina, Singapura, Thailand, Malaysia dan sebagainya.  Kehidupannya sudah semakin mapan.  Berkat sifat Jujur dan Tidak Malu-malu ini.  (Tentang Hery saya tulis disini)

Jadi demikianlah sodara-sodara.
Hero lies in you … Sesungguhnya sifat-sifat seorang “hero” sejati itu ada pada diri kita semua.
Sifat hero seperti yang dimiliki … almarhum Pak Soleh, Arif Usman dan juga Hery Nurwan sesungguhnya ada pada kita semua.

Tinggal masalahnya adalah …
“Sadarkah kita akan kekuatan tersebut ?”
“Maukah kita mengejawantahkan sifat Hero tersebut dalam kehidupan kita ?”

Kalau Pak Soleh – Arif Usman dan Hery Nurwan saja bisa … ?

Mengapa kita tidak ???

 

Tulisan ini diikutsertakan pada Lovely Little Garden’s First Give Away

social network

niken

“Sadarkah kita akan kekuatan tersebut ?”
Itulah yg sering menjadi permasalahan sebetulnya. Kita sering tidak sadar akan potensi dalam diri kita. Beruntung bagi orang yang berani mencoba, karena akan segera menyadarinya, dan sgt disayangkan bagi mereka yang pesimis, karena mereka tidak akan pernah tau, seberapa besar sebenarnya kekuatan yg ada dlm dirinya.
Ealaaahhh… malah bikin postingan disini… hehehe…

Makasih ya om Nh atas partisipasinya. Tercatatat sebagai peserta Lovely Little Garden’s First Give Away.

Shohibul Kontes Unggulan Indonesia Bersatu

Apa yang diungkap oleh om nh18 benar adanya. Saya pernah membaca sebuah artikel yang di dalamnya antara lain tertulis :”..ketika manusia menghadapi suatu tantangan maka pada dirinya ada suatu sistem yang memberi petunjuk bagaimana menghadapi tantangan itu “.
Masalahnya adalah : adanya sifat pemalu, minder, takut bayangan kegagalan, jelek, memalukan dan lain sebagainya yang justeru dirasakan oleh pribadinya sendiri, padahal belum pernah dicoba.

Dalam reuni keluarga, anak-anak muda yang seharusnya tampil malah diam terpaku bak undangan VIP. Akhirnya dengan gaya urakan tapi sembodo (halah..halah) saya panggil mereka satu bersatu untuk menyanyi. Lho ternyata suaranya ya gak elek-elek amat dan suaranya gak balapan atau keponthal-ponthal sama suara organ tunggalnya lho.

Saya sendiri sebenarnya ingin bisa main organ om dan saya juga punya walau gak bagus2 amat. saya pernah minta diajari oleh seorang bintara di Merdeka Barat. Saya berpendapat bahwa ucapan ” untuk bermain musik harus punya bakat ” itu adalah omong kosong belaka. Itu hanya dalih mereka yang malas belajar dan berlatih. Sayangnya om, saya tidak tahan kalau latihan jrenk..jrenk..jrenk..jronk itu harus 3-6 minggu. Mau saya, dalam waktu satu bulan saya sudah bisa mengiringi nak Adel Ilyas menyanyi..gitu lhoooo. Pelatihnya malah angkat tangan. Ha ha ha ha..ngenyeeeeeeeeeeeeeeek !!

Nah, bagi adik2 yang belum ikut kontes saya segeralah menulis dan daftarkan di tamanblogger.com.

Salam hangat dari Surabaya
Shohibul Kontes Unggulan Indonesia Bersatu recently posted..How To Membuat Artikel Menjadi MudahMy Profile

Mugniar

Pak …. saya merinding .. takjub membaca ketiga kisah di atas …. semoga mereka semuanya selalu dalam berkah dan ridha Allah SWT.

Sukses kontesnya ya Pak …

Alris

Saya baca cerita sdr Her sampai tamat. Hampir sama dengan saya, cuma saya sejak sekolah menengah sudah banting tulang. Hampir-hampir saya tidak menyelesaikan kuli uya, beruntung seorang mantan petinggi citibank (pernah tampil di acara Mario Teguh) mengulurkan bantuannya. Makasih sudah berbagi, semakin saya syukuri hidup ini. Sangat menginspirasi Om.
Alris recently posted..NostalgiaMy Profile

bukan siapa siapa

betul hero tidak mesti harus dari orang yagn sudah berhasil… bahkan orang yang terkenal..tapi seorang yang “bukan siapa siapa” juga bisa menjadi pahlawan buat orang lain…

seperti itu lah sebenarnya filosofi dibalik nama blog saya…

Nice written.. pak…
bukan siapa siapa recently posted..Kami hanya ingin diperhatikanMy Profile

vizon

Ada banyak HERO di sekeliling kita, tinggal bagaimana kita memaknai kehadiran mereka untuk kita, menjadi inspirasi atau sekedar lewat saja..

Ketiga orang yang Om ceritakan di atas, sungguh menginspirasi.

Dan bagi Hery Nurwan, Om Nh dan Bunda adalah HERO-nya.. 🙂
vizon recently posted..berkuda dan memanahMy Profile

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge