TAHU BACEM

.
Sabtu, 20 Oktober 2012

The driver strikes again.
Pasti sudah pada tau bahwa tugas rutin saya tiap libur adalah menjadi driver keluarga.  (nasib-nasib)

Hari ini si Bungsu berencana nonton bersama teman-temannya  di Pondok Indah Mall.  Kumpul di sekolah jam 10.15.
Saya tanya :“trus … nanti dari Sekolah ke Pondok Indah Mallnya kalian naik apa ?”
Dia bilang :”Tau tuh … kayaknya sih naik mobil temen”
Saya tanya lagi : “Berapa orang Yo yang mau jalan ?”
“Banyakan yah …, ada mungkin 10 – 15 orang.  Tapi mobilnya cuma satu”

Lha … ya mana cukup nak … Akhirnya saya menawarkan diri ke si Bungsu.  “Mau ayah anterin nggak ?”
Dan matanya pun sontak berbinar … “Boleh … boleh “   (hahahaha pucuk di cinta ulam tiba …)

Singkat kata, akhirnya saya mengantar mereka ke PI Mall.  Mereka, pemuda-pemuda kecil itu … langsung melesat ke lantai 3.  Tinggal lah sang Driver bengong … 🙁

Dari pada bengong … akhirnya … sang Driver ndak mau kalah.  Nonton juga lah dia … !!! Sendirian.  Saya menonton film yang berbeda dengan yang mereka tonton.  Mereka nonton “Sammy 2” saya nonton “Cita-citaku setinggi Tanah”.  Theater dan Jam tayangnya pun tentu saja berbeda.  Saya nonton jam 12.15.  Mereka nonton jam 12.30.  (malah drivernya duluan yang nonton).

Cita-citaku setinggi Tanah
Ini film pendidikan anak-anak.  Isinya lumayan bagus.  And again banyak dialog bernas sederhana yang dalam makna.  Mengambil lokasi di Muntilan, Magelang, Jawa Tengah.  (Melirik seorang blogger bernama Nana Harmanto Wibawa, yang asal Muntilan)

Film ini menceritakan 4 orang anak SD.  Yang mendapat tugas mengarang dari Ibu Gurunya.  Mengarang tentang cita-cita.  Ada Jono sang ketua kelas yang bercita-cita menjadi Tentara.  Ada Puji yang suka ngupil tapi bercita-cita ingin membahagiakan orang lain.  Ada pula Sri alias Mey, yang bercita-cita menjadi Artis.  Sri adalah anak Bu Ningsih alias Bella, yang pengusaha Salon di desanya.  (lengkap dengan rambutnya yang dicat pirang gadungan, kayak trio macan).

Dan satu lagi adalah Agus.  Agus adalah tokoh sentral dari cerita ini. Agus adalah anak seorang karyawan pabrik Tahu.  Ibunya, ibu rumah tangga biasa.

Apa cita-cita Agus ?
Sederhana saja.  Agus hanya bercita-cita ingin makan di Rumah Makan Padang.  Menunya banyak … memenuhi meja, beraneka rupa.  Menggugah selera.  Dilayani bak Raja.

Mengapa Agus bercita-cita seperti ini ?
Karena Agus setiap hari hanya makan dengan Tahu Bacem.  Sarapan, Makan Siang dan Makan malam … selalu dengan lauk Tahu Bacem.  Tahu bacem bikinan Ibunya, yang katanya paling enak di seluruh desa.

Film ini murni menceritakan bagaimana lika-liku si Agus dalam mencapai cita-citanya.  Sebab menurut si Mbah tetangganya, cita-cita itu bukan hanya untuk ditulis … tetapi untuk diwujudkan.  Maka jadilah si Agus berjuang menabung demi cita-cita sederhananya ini … Makan di Rumah Makan Padang !!!

Dan tentu saja … perjuangannya ini tidak mulus.  Ada saja satu dua halangan yang menghadang dalam menggapai cita-citanya.  Dan klimaksnya … uang receh banyak … yang telah susah payah ditabungnya … kecemplung sumur.

Selain dialog kata-kata sederhana namun bermakna … Yang saya suka juga dari film ini adalah … Film ini tidak mengekploitasi kemiskinan … tidak memelow-melowkan suasana … tidak didramatisir sedemikian rupa …

Di film ini tidak ada kata-kata umpatan “ajaib” yang kerap kita dengar di sinetron.  Tak ada slap-stick sterofoam yang dihancur-hancurkan … tak ada kemewahan rumah yang lebih mirip toko show room furniture … tak ada laga darah kekerasan berceceran …  tak ada airmata yang tumpah berlebihan … tak ada tawa terbahak-bahak macam mak lampir itu …

Bagi yang punya anak-anak seusia SD atau SMP … saya merekomendasikan film ini !!!

Salam saya

.

.

.

Salah satu kata-kata yang saya ingat di film ini … :
“Rejeki itu sesungguhnya tidak hilang  … sesungguhnya Rejeki itu akan muncul pada saat yang tepat” 

.

.

social network

vizon

Kalau tidak salah, seluruh keuntungan film ini didonasikan untuk Yayasan Kasih Kanker Anak Indonesia (YKKAI). Jadi, sambil menonton kita beramal. Saya pun sangat ingin menonton film ini. Semoga besok bisa kesampaian sama anak-anak.. 🙂

Btw, yang jadi pertanyaan saya, mengapa makan di rumah makan padang itu menjadi sebuah kemewahan yang luar biasa ya? hehehe…
vizon recently posted..bertemu komandanMy Profile

niqué

buat orang2 yg punya uang pas2an, pastilah makan di resto padang menjadi satu kemewahan Uda. Apalagi Agus yang tiap hari dijejeli tahu bacem di rumahnya.
yang udah biasa makan di resto padang abal2 saja (seperti saya), masih merasa satu kemewahan kok makan di resto padang macam simpang raya itu. *ngarep abis ini diundang makan di sana sama Uda hahahah*
niqué recently posted..Untung Rugi Jual Beli EmasMy Profile

usagi

Inon juga barusan nonton
Dan bener keren banget
Walaupun sponsornya banyak
Tapi adegannya jauh dri kesan sponsor

Cuma ada satu doang yg aneh
Adengan agus kuncoro di pabrik tahu tapi jam tangannya bagus,,,

Film ini bagus,, sudah selayaknya kita tonton,, siapa lagi yg bangga sama film inonesia kalau bukan kita,,,

niqué

saya ajak abang dan Egi nonton film ini. Dan film ini memang bagus banget. Cita2 yg sederhana, tapi jika tak ada usaha Agus yang keras, tak mungkin bisa diwujudkan. Jadi intinya apapun cita2 itu ya harus diproses agar terwujud. Bukan cuma berpangku tangan saja.
niqué recently posted..Untung Rugi Jual Beli EmasMy Profile

Dani

Bagus Om ceritanya. Semoga banyak yang nonton, apalagi hasil keuntungan bakal disumbangkan.
Saya masih belom bisa nonton karena anak masih bayi

bukan siapa siapa

kemarin lihat di kick andy mengenai cita citaku setinggi tanah. katanya semua pendapatan akan disumbangkan buat kanker anak gitu.. artinya om sudah menyumbang tuh…

saya juga mau jadi om.. jadi driver buat anak boleh juga tuh…

fely

Moga-moga 3 bulan lagi ini film bisa didownload di Ganool. Biar saya bisa ikutan nonton, Om.
*wahahahahahaha… gak bondo banget, ngandelin film download/bajakan.

Saya kalo nonton di bioskop ga bakalan milih film drama soale, Om. Rasanya kok rugi banget ke bioskop nggak nonton film 3d atau action. :p

Pakde Cholik

Yang menjadi pertanyaan saya : mengapa kok tahu bacem, bukan tahu goreng ya om. Apa karena enaknya ataukah karena ingin ngirit minyak goreng.

Betul sekali, cita2 jangan hanya ditulis atau diangan-angankan belaka tetapi harus diusahakan dengan kerja keras didampingi kesabaran dan doa.

Saya sudah sekitar 15 tahun tidak nonton film di bioskop, mau menghidupkan hobi nonton lagi kok masih mikir2

Salam hangat dari Surabaya
Pakde Cholik recently posted..Dari Yogyakarta Sampai Semarang: Kopdar Gambang SemarangMy Profile

ded

Setuju Om film ini direkomendasikan untuk anak2.
Beruntung saya nonton acara “Kick Andi” minggu lalu yang menampilkan para tokoh film tsb. Jadi saya sedikit ngerti dengan alur ceritanya. Tampanya minggu depan kami haru snonton nih OM.
Terima kasih 🙂
ded recently posted..ABON GULUNG MANOKWARIMy Profile

milo

sayangnya di tempat saya nggak ada bioskop, jadi nggak bisa nonton pilem. terakhir pilem yang saya tonton itu Tanah Surga, Katanya. nangis saya nonton itu. kayaknya kalo nonton Cita-citaku Setinggi Tanah ini juga bakalan nangis…
milo recently posted..Bakuman: Manga tentang MangaMy Profile

Zizy Damanik

Nah. Benar itu Om. Bahasa-bahasa ajaib sekarang ini banyak sekali di tv, sinetron Putri Bidadari itu juga begitu, anak2 yang kebagian peran nakal, duh bahasanya itu.
Dan karena sedang ada tante saya di sini yang hobi nonton sinetron, Vay jadi doyan nonton Putri. Ini pelan2 lagi dicoba menghilangkan candunya dia….
Zizy Damanik recently posted..Sahabat & BahagiaMy Profile

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge