LILIN

(foto hasil motret sendiri doong)

Jaman saya SMP-SMA dulu, sering ada acara semacam perkenalan, acara renungan, acara sesi pengembangan diri dan yang sejenisnya.  Baik itu di lingkungan sekolah.  Maupun  di lingkungan kegiatan ekstrakurikuler seperti Pramuka dsb.

Ada salah satu materi yang biasanya selalu ditanyakan kepada para peserta.  Pertanyaannya kurang lebih sebagai berikut : “Jika anda ini diibaratkan sebuah benda … maka benda seperti apakah itu ? Mengapa anda memilih benda tersebut ?”

Dan jawaban dari teman-teman pun bermacam-macam …

“Saya ini seperti Bunga Mawar” … harum … cantik … tetapi berduri … tidak setiap orang bisa mendekati.
“Saya ingin seperti Garam” … saya ingin menggarami dunia … membuat dunia ini menjadi lebih berasa lezat … dst-dst-dst.

Dan mau tau jawaban terfavorit yang selalu saja dipakai oleh banyak teman-teman (dan juga mungkin saya) ?. 

“Saya ingin seperti Lilin” … biarlah saya rela hancur … asalkan bisa menerangi lingkungan sekitarnya, bisa bermanfaat bagi sekeliling saya”.

Utu-utu-utu … heroik sekali … !!!

Sekarang saya baru sadar … bahwa perumpamaan itu sepertinya perlu ditinjau ulang.  Perlu difikirkan relevansinya … Mengapa harus pesimis begitu ???  Mengapa harus mengorbankan diri seperti itu demi lingkungan sekitar ?  Apa tak ada cara lain ?

Seharusnya yang benar mungkin adalah …

“Saya ingin menjadi Lampu Pijar Hemat Energi” … menerangi dunia … agar dunia terang benderang … tanpa harus mengorbankan diri seperti Lilin … namun tetap smart … warm … efektif dan efisien …

What do you think ?

Ingin jadi seperti apa anda ???

.

.

.

(mudah-mudahan kepala saya tidak semakin botak …)
(qiqiqiqi …)(zuper* eh)

.

Incoming search terms:

  • Bagaimana cara agar botol jatuh tapi tidak disenggol dan tidak ditiup
  • jika diibaratkan benda mau jadi apa

social network

monda

setujulah oom…..
lagian lilin juga dibakar menghasilkan karbon ..nambah2i polusi udara …, dan sering bikin kebakaran
udah berkorban tapi bawa akibat jelek…
nggak lah yauw…
oke deh..setuju jadi lampu pijar aja ..apalagi kalau jadi lampu tenaga surya….aweeet…..:D
monda recently posted..Travel theme : MysticalMy Profile

dey

sip Om, ntar anak saya kalau udah gede, saya suruh jawab kayak gini aja, jadi Lampu Pijar Hemat Energi, hehehehe …

nh18

ahaaa …
kalau gitu … seperti AC …
adem … dingin … membahagiakan dikala hati sedang “sumuk”
bagaimana ?

nh18

Wah iya ya …
mesti disetrum … dan mesti tahan ndak putus …

ah tapi masih eiylekhan lah dibanding lilin … qiqiqiqi

salam saya Pak Rom

nh18

tak kasat mata tapi selalu ada … hhmmm
ada juga yang …
tak kasat mata tapi tiba-tiba … “breng” !

hahaha

salam saya Orin

Pakde Cholik

Saya ingin seperti kuku, akan tumbuh terus walau dipotong.
Banyak remaja (dalam sinetron) yang senang pasangannya rela berkorban demi ciinta ha ha ha ha. Saya sih nggak mau kalau pengorbanan itu tidak proporsional.
Hasil jepretanya sudah mirip karya Darwis Triadi om
Salam hangat dari Surabaya.
Pakde Cholik recently posted..Mudahnya Kamu Menyalahkan Orang PusatMy Profile

saidah

Ahahahaa iya ya om…baru ngeh knp harus mengorbankan diri sendiri demi lingkungan *mikir*, alay banget gk ituh hihihi 😀
Aku mau jd apa ya om…duuuh bingung deh *merenung deket jendela*
saidah recently posted..I Read…My Profile

Bang Aswi

Lilin tidak pesimis, Om. Fisiknya bisa jadi hancur, tapi maknanya begitu dalam. Di saat PLN memaksa untuk hibernasi, lilinlah yang paling berjasa di kota-kota besar dan perumahan hehehe ^_^
Bang Aswi recently posted..My Life with MentariMy Profile

niee

Cieee.. om Nh fotonya keren neh cieeee 😉

tapi sependapat dengan om NH. gak perlulah kita mengorbankan diri untuk orang lain. kenapa gak berfikir bahwa orang lain gak akan mampu menopang hidupnya setelah kepergian kita karena terlalu dimanja oelh perhatiab lebih dari kita. mending memberikan motivasi kepada mereka agar kita bisa sama sama bersinar kan yak 😀

btw om. Mau ngingetin jangan lupa ikutan GA aku yak. tinggal seminggu neh waktunya 🙂
niee recently posted..Award dari WordPressMy Profile

Lyliana Thia

hehehe… iyaa,, ya Om… jd lilin mengorbankan diri sendiri demi orang lain… kenapa nggak “maju bersama2” aja ya.. 🙂
kalau saya mau jd apa ya?
jadi air saja deh… hidupnya mengalir… kadang tenang, kadang deras, tapi dijalani saja… dan yg penting air membawa keberkahan utk seluruh alam.. ya gak Om? 😀
Lyliana Thia recently posted..DentophobiaMy Profile

muamdisini

kalo saya ingin menjadi diri saya sendiri…
waktu saya kecil, saya ingin menjadi batman alasannya agar bisa menumpas kejahatan…klise…hehehehehe
apa kabar om??

Necky

saya suka menjadi……apa yah?….kasih tahu ga yah???
terus terang ga pernah ikut games seperti ini jadi rada bingung jawabnya nih om tapi mau coba berandai-andai ah..
Saya mau jadi Kelapa aja om….setiap bagian tubuh saya bisa bermanfaat bagi orang lain….
Necky recently posted..Orientasi PelangganMy Profile

Idah Ceris

What do you think ?
I think I Love Chocolate. . . 😀

Kalau aku ingin menjadi aku. .. 😛
Menjadi pohon kelapa. . .
Semua yang ada di pohon kelapa semuanya bermanfaat om. . .
1. Kelapa, jelas sekali manfaatnya.
2. Daun kelapa, tau manfaatnya, kan?
3. Lidinya juga bermanfaat.
4. Jika sudah ditebang pun masih ada manfaatnya. Kayunya sangat bermanfaat, kan?
5. Masih banyak mafaatnya, Oooooooom.

Dan aku gak ingin menjadi lilin, karena lilin itu lemah. Disenggol dikit aja bakal jatuh, ditiup lirih saja mati. . . 😆
Idah Ceris recently posted..Mengejar Sunrise di Sikunir, DiengMy Profile

orange float

iya yah, kalo bisa bermanfaat bagi orang lain tanpa harus mengorbankan dan menghancurkan diri sendiri. kenapa tidak??
atau bisa jadi dulu belum ada lampu pijar hemat energi seperti sekarang ini yang udah bermacam-macam merk
orange float recently posted..Jagalah MulutmuMy Profile

ded

Ya…. ya …. Om, ternyata semuanya perlu penyesuaian. Saat itu mungkin lampu hemat energi belum tercipta, makanya yang terfikirkan adalah “lilin” . Apa lagi waktu di itu ada nyanyian dari alm. Chrisye “Lilin-lin kecil” yang sangat populer.
Jaman sudah berubah dan prinsip hidup manusia juga mengalami perubahan, kalau dulu bersedia mengorbankan diri untuk orang lain, tapi sekarang tidak perlu sampai harus mengorbankan diri tapi tetap bisa bermanfaat untuk orang lain…..
Kalau dulu “biar lambat asal selamat” tetapi sekarang “cepat selamat”…. 🙂
ded recently posted..PERSIAPANMy Profile

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge