IBU-IBU

.

30 November 2012 – 1 Desember 2012

Sudah menjadi kebiasaan saya jika sedang melakukan perjalanan dinas, saya selalu menyempatkan diri belanja ke Supermarket atau Minimarket setempat (terutama yang berdekatan dengan Hotel tempat saya menginap).

Biasanya saya membeli beberapa keperluan makan/camilan/minum saya secukupnya.  Untuk saya simpan di Hotel.  Entah Air Mineral, atau Teh Hijau dalam kemasan, atau Susu cap Beruang, atau Mie Instant, atau jus.  Maklum kalau beli di hotel mahal.  (trainer kere).

Nah kemarin saya melakukan perjalanan dinas ke Manado, Sulawesi Utara.  Saya menginap di salah satu hotel yang terletak di jalan Sudirman, Manado.  Dan seperti biasa, saya sempatkan mampir terlebih dahulu ke Supermarket terdekat.

Kebetulan sekali tepat di seberang hotel tersebut ada satu jaringan Supermarket  “Ge***l”.  Boleh dikatakan jaringan supermarket ini, adalah salah satu jaringan-jaringan Supermarket perintis yang pertama, yang ada di Indonesia.  Jaman saya kecil supermarket ini sudah ada.

Namun yang menarik perhatian saya adalah … Nama toko yang tertera di Shop Signnya tidak hanya “Ge***l” saja … tetapi ditambahkan kata-kata … Ibu2 (Ibu-ibu).  So lengkapnya jadi Supermarket “Ge***l – Ibu-ibu”.  Agak Berbeda dengan supermarket-supermarket Ge***l yang pernah saya lihat.

Saya pun membatin … Kenapa mesti ditambahkan kata “Ibu-ibu” ya ?

Kira-kira pembaca ada yang tau nggak ya …
Mengapa mesti ditambahkan kata-kata “Ibu-ibu” di nama toko tersebut ?

 

.

.

.

.

(sayang sekali saya tidak sempat memfoto gerai supermarket ini )

.

Incoming search terms:

  • gelael ibu-ibu di manado
  • kata kata inisial ge

social network

Dani

Mungkin untuk memperjelas segmentasinya kali ya Om. Biar Ibu-Ibu semangat belanja. Kan sekarang banyak minimarket dan supermarket menargetkan kaum muda sebagai pengunjung untuk nongkrong di tempat mereka. hehehe

monda

untuk kembali ngangkat mungkin oom…. jumlah outlet mereka udah banyak kurang…dan ngikut kata Dani, mengarah pasar ibu2 ..

dulu suka banget belanja di G, abis belanja bisa makan ayam gorengnya plus es krim Sw….., biasanya ketiga outlet yang dia punya itu kan ada di satu tempat, suka banget ..
jaman itu ya nongkrongnya ya di es krim itu,,,
monda recently posted..Uji Nyali ke Makam TuaMy Profile

nh18

Nggak kak …
Kalau melihat logonya sih … ya supermarket yang sering kita lihat menjadi satu dengan beberapa gerai yang kak Monda sebut itu … satu group sepertinya …
ditambah satu lkagi …
KMB … Kantin Murah dan Baik …
(jah kesebut jelas deh …)

Salam saya Kak

niee

Aku mau komen tapi kalau gak tahu nama aslinya jadi kurang bs menyambungkan dengan kata ibu2nya om. yaa ikutin komentar bunda monda aja deh.. hihihi
niee recently posted..Para PesertaMy Profile

vizon

Dulu, di Jogja ada supermarket ini, Mas Furqan..
Letaknya di depan kampus UIN, yang sekarang menjadi toko henpon, yang di atasnya ada kakek-kakek jual ayam goreng, hehe.. 😀
vizon recently posted..kopdanganMy Profile

arman

lucu banget ya pake ada tulisan ibu2… apa itu sebenernya di bahasa manado ada artinya ya?

saya kalo keluar kota juga selalu mesti mampir supermarket dulu untuk beli air minum botolan soalnya saya paling takut kehausan. hahaha.

Lidya

Gel**l yang di MT haryono masih ada gak ya om? oops malah tanya. terkahir disemarang masih ada tapi sekarang sudah diganti KFC. di manado pakai embel ibu-ibu mungkin karyawannya semua ibu-ibu ya om 🙂 btw itu logonya sama dengan Ge***l yang ada disini?
Lidya recently posted..Menanam JagungMy Profile

applausr

hehehe iya dulu waktu pertama kali ngekost di yogya.. supermarket ini yang saya kunjungi pertama kali… dan tentunya diatasnya selalu ada restaurant ayamnya hehhehe
applausr recently posted..Dilema….My Profile

vizon

Tadinya saya pikir “IBU-IBU” itu adalah nama daerah semacam Bau-Bau, sehingga penambahan kata Ibu berarti supermarket itu ada di daerah Ibu-Ibu.. Tapi, setelah cari tau sana-sini, sepertinya tidak ada tuh nama Ibu-Ibu sebagai kota atau daerah di Manado..

So.. saya pun tidak tahu, mengapa ada tambahan kata Ibu2 di belakang gerai tersebut, Om..

Etapi, bacanya memang Ibu-Ibu atau Ibu Dua, Om?
vizon recently posted..kopdanganMy Profile

Pakde Cholik

Itu salah satu cara menarik perhatian konsumen om
Kalau ada ibu-ibu lewat akan mampir karena “iBelanja di situ saja banyak lho keperluan ibu-ibu”
Kalau yang melihat bapak-bapak maka mereka juga akan ke situ ” Eh ssst…lihat yuk ke situ kayaknya asyik tuh..” Maklum laki-laki kan suka ingin tahu.

Demikian khayalan saya.
Pakde Cholik recently posted..5th Anniversary GiveawayMy Profile

ded

Mungkin kata “Ibu-ibu” di supermarket itu dimaksudkan untuk merangkul konsumen khususnya ibu-ibu rumah tangga, supaya merasa di istimewakan, menjadi senang dan nyaman bebelanja di tempat ini… 🙂
ded recently posted..THE STATUE OF LIBERTYMy Profile

saidah

Saya gk tau apa itu Ge***l om, kynya dibanjarmasin gk ada deh…lha wong mall aja cm ada satu bijik disini hahaha 😀
Setuju tuh sm mas dani mungkin target pasarnya buat ibu2 kali yah dan harganya bersahabat sm ibu2 hihihi
saidah recently posted..GAMy Profile

Djangan Pakies

pertanyaannya, adakah isi supermarket itu konsumsi untuk bapak-bapak ? atau secara keseluruhan isinya berkaitan dengan kebutuhan para ibu. Atau itulah strategi pemasaran untuk menggaet hati para ibu yang suka belanja
Djangan Pakies recently posted..Tentara LangitMy Profile

pelanggan gelael (dulu)

Konsumen di kota-kota besar pada awal tahun 1980-an, pernah melihat betapa perkasa pusat belanja bernama Gelael Supermarket. Ia lebih bertaring lagi ketika disandingkan dalam satu gedung dengan Kentucky Fried Chicken (KFC). Konsumen yang hendak makan di KFC bisa meluangkan waktu berbelanja di Gelael Supermarket. Begitu sebaliknya. Kondisi ini bertahan hampir lima belas tahun.

Ketika Hero datang masuk pasar ritel, terutama di Ibu Kota, Gelael masih tenang-tenang saja. Saat Hero makin berkibar, baru terasa bahwa sengatannya berpengaruh mengurangi kilap Gelael. Akhir tahun 1990-an, Gelael makin tersudut sehingga hanya mempertahankan tidak lebih dari 15 supermarket. Kini hanya beberapa Gelael yang masih bertahan.

Meredupnya kilap Gelael Supermarket membuat Hero tampak lebih perkasa di lapangan. Akan tetapi, keasyikan berada di wilayah unggul membuat Hero terkesan kurang waspada. Ketika pusat perkulakan Makro datang, Hero masih tetap kokoh. Tatkala Hypermart, Carrefour, dan Lotte datang, Hero juga masih kuat.
Akan tetapi, ketika Carrefour terus berekspansi dan bahkan menjadi penghela pengunjung di mal-mal besar, perlahan kilau Hero melemah.

Pusat perbelanjaan ini berusaha bangkit dan melakukan inovasi, tetapi pangsanya hampir tuntas digerogoti pusat perbelanjaan yang jauh lebih lengkap, lebih luas, dan harga bersaing. Nasib Hero hampir mirip nasib Gelael Supermarket. Jika saja dilakukan terobosan-terobosan baru yang sangat menggetarkan pasar, tentu peluangnya untuk menjadi raksasa kembali, tetap terbuka. Kedua nama itu sudah berlabuh lama di hati konsumen. Bangkit kembali dengan formula dan (mungkin) genre baru bukan hal mustahil.

Mungkin salah satu cara untuk bertahan menambah namanya menjadi Gelael Ibu (bukan ibu-ibu) di Manado tersebut.

edratna

Saya tebak, cerita ini mengambil lokasi di Jayapura ya.
Soalnya saya tak lihat di kota-kota lain supermarket Ge***l ini…kalau ada tak ditengah kota dan berhadapan dengan berbagai hotel.

Ehh kok komentar di atas Ge***l di Manado ya..yang benar yang mana?

Soal nama ibu-ibu…kenapa ya?
edratna recently posted..Kondangan, sekaligus kopdarMy Profile

nh18

Di Manado Bu …
di jalan sudirman, Manado
ada supermarket tersebut di tengah kota … berhadapan dengan hotel.
(nama hotelnya sama dengan waktu kita ketemu di Samarinda itu bu)

salam saya

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge