MAU KEMANA PAK ?

.
Jum’at, 14 Desember 2012

Pagi hari, sampai di kantor.  Taruh ransel.  Buka komputer, login. 
Perut lapar belum sarapan.  Maka saya pun bermaksud ke lantai basement P4, tempat gerai-gerai pujasera untuk mencari Bubur Ayam.  (makanan kesukaan saya)(ihik).

Saya menuju lift, dan menunggu beberapa saat disana.  Lift belum terbuka.  Hanya ada dua orang yang menunggu lift.  Saya dan satu orang lagi.  Saya tidak kenal.  Sebut saja Mr. X.

Ujuk-ujuk ada suara : “Mau kemana Pak ?”

Suara itu berasal dari Mr X.  Saya tidak segera menyaut.  Saya diam saja. 

Mengapa kok saya diam saja ?
Sebab … Mr X itu bertanya namun matanya tetap terus menatap gadget pipih lebar, sambil jari-jarinya “nggratil” lincah.  Tanpa menoleh kepada saya.  Lawan bicaranya.  Dari seragamnya saya mengetahui dia mungkin adalah salah seorang Supervisor perusahaan outsourcing perawatan dan kebersihan gedung yang sedang keliling mengontrol pekerjaan anak buahnya di lantai perusahaan kami.

Saya tetap diam saja … sambil tetap melihat dia.  Dia masih saja menunduk asik masyuk dengan gadgetnya.  Sadar bahwa pertanyaannya belum dijawab-jawab … dia menengadahkan kepalanya menatap saya …

Setelah dia menatap saya, barulah saya jawab sambil tersenyum : “Saya mau sarapan Pak”

Tak tahan, saya pun berkata kemudian : “Mmmm … alangkah lebih baiknya … jika Bapak sedang bertanya atau bicara kepada seseorang … menatap lawan bicara anda”.

Supervisor berdasi itu pun diam saja … tersenyum kecut … tapi salah tingkah.

Mungkin (dan mudah-mudahan) dia menyadari kekeliruannya.  Maksudnya sih baik … menyapa ramah kliennya.  Tapi melihat perilaku sibuk dengan gadgetnya itu … akhirnya maksud baiknya itu jadi sedikit ternoda.

Gadget memang kadang membuat orang jadi lupa sopan santun dan lingkungan sekitarnya.

(Entah ini kali ke berapa saya berkata seperti ini … !!!)

(ini saya tujukan untuk saya sendiri !!!)

Salam saya,

om trainer

 

social network

Lidya

rasanya tidak enak ya om kalau ditanya tapi tidak ada eye contact. terima kasih sudah diingatkan lagi om. Saya sarapan bubur ayam juga loh om tadi pagi, pakai sate ample, itu bedanya kan ya om hehehe
Lidya recently posted..Dari Dunia Nyata ke MayaMy Profile

Orin

kadang ada yg masih saja seperti itu pdhl sedang meeting Om, biasanya aku percepat aja meetingnya dg bilang ada jadwal meeting lain *sigh*
Orin recently posted..AlarmMy Profile

ded

Nah, itu dia Om, jujur kadang-kadang saya ingin seprti Om, katakan langsung, tapi belum bisa.
Kalau posisi saya seperti Om, saya lebih suka mendiamkan saja (tanpa menjawab).
Paling saya bilang “Oooh, kirain anda ngomong sama siapa…”
Tapi kalau ke anak-anak saya selalu katakan begitu…. 🙂
ded recently posted..LAGUARDIA INTERNATIONAL AIRPORTMy Profile

Necky

tanpa saya sadari, saya beberapa kali mlakukannya waktu ditanya sama istri. Maksud hati sih ga mau gitu tp gadget itu bikin racun dunia hahahahha. Kalau dulu wanita dibilang racun dunia kalau sekarang mah gadget
Necky recently posted..Pilihan HidupMy Profile

niee

Aku juga gak suka om ngobrol sama temen tapi yg diasyikin gadget sendiri. ya mending gak usah ketemuan aja sekalian. hemat waktu.. hmmm..

*mudah2an aku sendiri juga gak ngelakuin hal yg sama*
niee recently posted..20.12.2012My Profile

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge