LIMBAH SAMPAH

.
Sudah sekitar tiga bulan ini, di teras lobby luar gedung tempat saya bekerja, ditempatkan sebuah kotak sampah yang besar.

Kotak sampah yang besar tersebut terdiri dari tiga kolom.  Masing-masing ada tutupnya.  Tutup kolom pertama bertuliskan “Plastic”, lalu yang kedua “Paper”, dan yang ketiga adalah “Bottle/can”.

Ya tentu maksudnya adalah agar para pengunjung yang akan membuang limbah sampahnya, diharapkan dapat memilih ke kolom yang mana dia akan membuang, disesuaikan dengan jenis bendanya.  Kalau mau buang kertas tissue bekas makan hamburger ya di masukkan ke kolom yang betuliskan “Paper”.  Mau buang kaleng bekas soft drink … tentu dibuang ke kolom “Bottle / Can”.  Kalau mau buang tas kresek plastik ya dibuang ke kolom “Plastic”.  Demikian seterusnya.

Ini pasti berkaitan dengan pemilahan-milahan sampah agar nanti penanganannya menjadi lebih baik.  Jika akan diserahkan pada pihak yang akan mendaur ulang akan menjadi lebih mudah.

Namun apa yang terjadi sodara-sodara … ?

Setiap hari sampah-sampah itu dibersihkan dan dikumpulkan oleh petugas kebersihan.

Namun sayangnya … saya pernah mendengar cerita teman saya … dia sempat melihat petugas kebersihan yang mengumpulkan limbah sampah-sampah tersebut … justru menyatukan semua limbah sampah tersebut kedalam satu wadah.  Baik itu sampah “Paper”, “Plastik” maupun “Bottle/can”.

Haiyaaaa …

Kalau begitu buat apa dong para pengunjung memilah dan memilih ke kolom mana dia membuang sampahnya … percuma saja upaya pengunjung … kalau pada akhirnya nanti toh akan dijadikan satu juga … 🙁 🙁 🙁

Ah ada-ada aja nih … !

(Semoga saja petugas kebersihan di gedung ini sekarang sudah diberi penyuluhan mengenai bagaimana memilah sampah dengan semestinya, sehingga upaya untuk menyediakan bak sampah dengan kolom-kolom berbagai macam jenis ini bisa jadi ada gunanya)

Bagaimana penanganan sampah di lingkungan tempat anda tinggal ? atau bekerja ?
Apa sudah dipilah-pilah seperti ini ?
Atau masih dijadikan satu ?

Salam saya

om trainer.

.

.

.

social network

opickaza

kalau tempat saya sih untuk limbah sampah tersebut masih jadi satu pak belum dipisah pisahkan emank kayak diluar negri aja kalau sampah tuh sudah dipisahkan emank lebih bagus sampah tersebut dipisahkan dari pada di jadikan campur jadi satu

LJ

hehhe, nah itu dia om.. penyuluhannya belum nyampe ke petugas kebersihan.

klo baca di blog mbak Em dan Fey, bahwa di jepang petugasnya gak bakal mau ngangkut sampah kita, klo ada satuuuu ajah yang kecampur.. jadi mau gak mau kitanya kudu telaten misahin.

so, biar program ini berhasil kayak di luar negeri.. semua pihak harus disiplin, kita dan petugas kebersihan.

selamat menikmati hari libur wat om NH sekeluarga..
LJ recently posted..LJ [whatever] Photo Challenge: SurpriseMy Profile

celoteh .:tt:.

Iya, Om.. Dan jadwal pengambilan sampahnya pun tertentu. Misal hari Senin pengambilan sampah yang terbakar, hari Selasa sampah plastik, Rabu sampah kaleng, dst. Kalau salah hari buang sampahnya ya gak bakal diambil plus kadang-kadang dikasih catatan di plastik sampahnya: “Salah hari, Rek….” gitu kali bacanya 😛
celoteh .:tt:. recently posted..Christmas EveMy Profile

arman

huahahaha sama juga bohong dong ya om kalo akhirnya dijadiin satu juga… gimana sih.. 😛

disini udah mulai ada tempat sampah terpisah juga untuk barang elektronik yang kecil2, kayak hp atau ipod… 😀
arman recently posted..First ChristmasesMy Profile

MF-Abdullah

Hahaha 😀 ada2 saja di Indonesia, tapi kadang terjadi sebalikny juga om, udah capek2 dibuat tong2 sampah seprti itu malah pengnjungnya cuek masukinnya ke mana aja gak sesuai tulisan, sehingga kadang petugas kebersihanya marah2 karena harus bekerja lagi buat misahin yang ada…
MF-Abdullah recently posted..2 Hem + 2 Rok BatikMy Profile

Monda

ya gitu oom kl di rumah sampah masih dicampur …,sama yg angkat
Kl di puskes udah dipisah, limbah medis langsung dikirim ke incinerator rumah sakit untuk dihancurkan…
kl sampah kertas, dan kardus, botol dan cup air kemasan dipilah buat seserannya OB, limbah organik dibuat kompos di puskes dgn pakai komposter dan lubang biopori, jadi yg dibuang ke TPS tinggal plastik bungkus makan dan kemasan aja
Monda recently posted..Weekly Photo Challenge : SurpriseMy Profile

Esti Sulistyawan

Kalo di kantor masih dijadiin satu Om, kecuali sampah kertas *bisa diloakkan
Kalo di rumah masih jadi satu, tapi kalo ada botol atau kertas kardus bekas saya pisahkan, biar bisa dijual sama petugas sampahnya

Saya pernah melihat di salah satu SMK swasta di Pemalang, sudah menerapkan 3 tempat sampah dan saya lihat petugas sampahnya juga memilah-milah sampahnya 🙂
Esti Sulistyawan recently posted..Surat Cinta Untuk Yang TercintaMy Profile

Chusnul Asfia

Samaaa om, dikantor saya juga sudah dipisahkan seperti itu. Tapiiii pas pembuangannya dijadikan satu juga.. aduh sayang banget toh.. padahal udah buat pengadaan tong sampah segitu banyak jenis. eeh tp belum dimaksimalkan hingga TPA sampah. Harus ada penyuluhan memang hingga akhir sampah.
Hari Minggu kemarin saya habis ada kelas motivasi Om, sang motivator menyebutkan, bila ingin menjadi orang Kaya, suruh keluar menjadi karyawan dan menjadi pengusaha mengelola sampah nya Bantar Gebang. Karna belum banyak orang yang menyentuh untuk mengolah limbah-limbah sampah tersebut. Waah, menarik tuh ya Om kalo tau “ilmunya” 🙂
Chusnul Asfia recently posted..Hikmah Lima JariMy Profile

nh18

Saya rasa … ada pihak yang sangat mau dan malah sudah memisah-misahkan jenis sampah tersebut
saya sangat yakin itu !!!

keke naima

kl tempat sampah seperti itu sudah byk sy lihat di mana2.. Tp yg terasa sangat kurang itu memang sosialisasinya. Apalagi mengubah suatu kebiasaan itu biasanya sulit.. Kl mau berhasil ya harus terus-menerus..

Di rumah sy pernah membiasakan hal itu. Memilah2 sampah. Termasuk ketika membuang ke tempat sampah. Tapi tetep aja di acak2 sm pemulung. Udah di kasih tau berkali2 tetep aja mereka ngacak2. Pdhl itu kan memudahkan mereka juga. 1 kantong sampah plastik tinggal mereka angkat. Kl udah di acak2 gitu akhirnya menyatu lagi..
keke naima recently posted..Tanakita – Five Star CampMy Profile

Djangan Pakies

sosialisasi yang kurang menyeluruh nih Pak, saya yakin maksud dinas memasang 3 tempat berbeda untuk membiasakan membuang sampah dengan baik dan benar. Hanya penyelesaian akhirnya yang nggak bener sehingga nilai manfaat dari pemilahan itu menjadi sia-sia. Mungkin kalo yang membersihkan tempat itu pemulung justru menguntungkan mereka karean sampah sudah terpisah dengan baik.
Nampaknya, kita semua masih harus belajar bersabar menjalankan hal yang benar.
Djangan Pakies recently posted..Super EmbahMy Profile

Pakde Cholik

Ternyata tak selamanya seiring sejalan antara maksud para ahli dengan pelaksana di lapangan. Beda dengan negara sana, tertib dari atas sampai ke bawah. Walau ada juga kurangnya.

Penyuluhan memang penting.

Kalimat “Jagalah Kebersihan ” saja banyak yang belum faham artinya.
Pintu air Manggarai full sampah.

Salam hangat dari Surabaya
Pakde Cholik recently posted..Den Haag Aku Merindukanmu: Hangatnya KelaskuMy Profile

Bebe

Kalau di rumah sih aku udah pisah2in om, antara sampah organik (sisa makanan, dll), plastik, kertas & kaleng/kaca. Di ruangan sampah komplek apartemenku juga dipisah2 gitu tempat2nya. Tapi tetep aja sih sering ada yang bandel ngebuang sampahnya disatuin semua.

Soalnya kalo ga salah, pengelola apartemen bisa dapet insentiv ato apa gt dari pemerintah kalau pengelolaan sampah mereka teratur.

Cuma ternyata ga semua komplek kayak gitu juga.. Di rumah mertua, semua sampah dijadiin satu dan di ruang sampahnya pun sama. 🙁

Walah malah panjang komennya.. Balik lagi ke ceritanya Om.. Hihihihi.. Sayang juga sih ya kalau udah dipisah2 trus dicampur jadi satu lagi. Tapi itu karena petugasnya yang ga tau atau memang dari sarananya juga ya yang ga “upgrade” ?
Bebe recently posted..This Christmas…My Profile

niee

Dikantor aku juga nerapin itu om. tapi baru dua seh. Yg bisa diolah sama yg gak bisa diolah. tapi masalahnya gimana kalau buang nasi bungkus yg masih ada sisanya? mau dibuang yg diolah salah. yg gak diolah juga salah.. masih banyak oerlu belajar deh yak. baik kita masyarakatnya dan terutama pengolah sampahnya..
niee recently posted..LADEVAMy Profile

tintin syamsuddin

kalu di rumah daku sudah pisahin sampah tuh, sampah organik dan non organik, biasanya sampah organik tinggal tanam aja di lobang biopori, kalu kepenuhan ya udin dibungkus dan kasih ke tukang sampah..
juga sudah dipisahkan kaleng+plastik+koran, kasih ke pemulung gitu..

pengen kaya komplek sodara daku di depok dan bekasi yang ada bank sampahnya.. susah kalu ngurus bank sampah di komplek udah tuwa dimari..

kayanya itu yang nyampurin sampah karena ga ada tenaga dan ga ditraining dulu kali ya? toh buangnya tetep di bantar gebang? yang sampah apa aja terima gitu?
tintin syamsuddin recently posted..being trueMy Profile

nh18

Mohon maaf Pak Umar
Hal tersebut sungguh diluar wewenang saya
saya sama sekali tidak berhak memutuskan hal ini

salam saya

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge