KARSINI #8 : KETIKA MASA JAYA …

Karsini

Mudah-mudahan belum bosan dengan KARSINI.
Ini adalah KARSINI #8

Dikirim oleh seorang sahabat blog saya.  Berasal dari Jawa.  Tinggal di Jawa.
Dari tulisan ini … anda bisa menduga bahwa yang bersangkutan mempunyai pengetahuan yang cukup di bidang flora. 🙂

 

Ketika masa jaya Si Emas Hijau ‘tlah berlalu….

bibit

 Pernah ada masanya, biji-biji itu begitu berharga.  Th 2007, per biji Anthurium Jenmannii dihargai Rp. 150.000-an (padahal belum tentu berhasil tumbuh baik setelah disemai ataupun kalau tumbuh nggak ada jaminan akan persis sama dengan indukannya), sedangkan bibit berdaun 2 helai sebesar jempol saja dihargai ratusan ribu rupiah. Apalagi indukan yang sudah menampakkan tanda-tanda bereproduksi dengan tongkol penuh biji… wiih… pasti diburu oleh banyak peminat, sehingga harganya meroket dan si empunya bisa kipas-kipas dengan uang hasil penjualannya….  Eh, pernah dengar istilah ‘Kaji Kembang’ ? itu istilah di daerah kami, ketika seseorang berhasil pergi haji dari hasil penjualan kembang / tanaman (baca : anthurium) nya..  Itulah salah satu fenomena di masa jaya si ’emas hijau itu…

Namun, sebagaimana roda berputar dan musim berganti, kini Anthurium seolah tenggelam dan kehilangan pamornya.  Bila dulu pemiliknya selalu menempatkannya di tempat khusus, memperlakukannya dengan sepenuh hati dan memperketat penjagaannya dari tangan-tangan usil, maka kini banyak terlihat pot-pot anthurium yang tergeletak begitu saja di sudut teras atau di bawah pohon di pekarangan.  Tak ada lagi rasa takut kehilangan karena ia seolah tak berharga lagi…

anthur 

Ah, Anthurium…. riwayatmu kini memang tak lagi seelok masa keemasan tempo hari… tapi bersabarlah…, siapa tahu roda akan berputar lagi dan masa jayamu akan kembali 🙂

 

— ### —

 

Nah … sudah taukan siapa penulisnya ?

Anda pasti mengira Yu Prih kan !?
Sebagian juga pasti mengira ini tulisan Kak Monda kan ???

Bukan … ini bukan tulisan Yu Prih ! bukan pula tulisan Kak Monda !

(Ha ha ha ha …)(ketawa culas model perampok di sinetron)

lalu ??? … KARYA SIAPA INI ???

 STOP PRESS, 25 Januari 2013
Seperti yang sudah teman-teman prakirakan …
Ini memang karangan dari MECHTA
Backgroundnya memang dari Fakultas Pertanian
Studi spesialisasinya adalah tentang Gizi Masyarakat
Blognya bertajuk : http://mechta.blogdetik.com

social network

Monda

nah mau nebak mbak Prih ternyata bukan, dan daku juga bukan siapa ya….
walaupun ciri khasnya nggak cukup jelas di sini, tapi ada blogger senior asal daerah sini yang dulu top banget dengan pusatnya Anthurium
Monda recently posted..Turun Mandi di Gunung TalangMy Profile

LJ

#sudah tau dia klo nama andelan saya hanya bu prih.. =))

salam kenal dari Bundo buat penulisnya.. Anthurium-nya bagus semua.. di rumah Aur gak ada anthurium, di bukik boleh dibilang gak pernah booming tentang bunga mahal jenis apapun.. mgkn krn kondisi dan minat masyarakat ya.. di sini orang lebih fokus buat nanem singkong, bahan terpenting dlm pembuatan kripik sanjai.
LJ recently posted..LJ [whatever] Photo Challenge: BeyondMy Profile

Titik

Wih…si Om pinter banget membaca pikiranku. Tadinya mmg mau nebak tulisannya Ibu Peri meski kurang puitis utk tulisan beliau. Lalu mau nebak Bu Mon. Ee..tnyta ditolak semua. Apa ini tulisan Pak Mars? Beliau kn habis nulis tentang roda2 jg 😀

nh18

Iya Tik …
Saya menebak pasti akan banyak pembaca mengira ini tulisan Yu Prih …
namun kalau dicermati lagi … pilihan katanya … ini memang bukan dari Yu Prih ..

Pilihan kata Yu Prih itu khas …

prih

Pantesan dari tadi mata ‘keduten’ dirasani Yu Karsini nih. Siapa ya juragan Anthurium penggemar jambu air ini? Jeng Tt memenuhi kriteria petunjuk sutradara (KTP masih Yogya kan Jeng?) atau Jeng Esti?
prih recently posted..Tembang TebingMy Profile

Imelda

bener, aku sangka Mbak Prih…. meskipun agak aneh dengan bahasanya. Bahasanya mbak Prih lebih …hmmm…. akademis gitu 😀
Dan belajar dari Kang Yayat, akhirnya tahu deh siapa Karsini 8 ini… Soalnya jarang org pakai kamera jenis itu 😀

Pakdhe Cholik

Manusia yang suka ngasih tulisan di dalam gambar adalah jeng Evi. Tapi ini kok model hurufnya Monotype corsiva ya.

Wis tak jajal jeng Evi saja deh.
Dados!

Eh..sik..sik. tak incenge nama jeng Evi apa sudah ada dalam komentar. Kalau kena kata “Gak nyemak” kan gimanaaa gitzuu
Salam hangat dari Surabaya
Pakdhe Cholik recently posted..Maaf Jika Aku MemaksamuMy Profile

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge