KARSINI #9 : BUKAN PEMPEK BIASA

Karsini

KARSINI nomer sembilan
Tentang kuliner, namun kuliner yang tidak biasa … Menarik untuk diikuti …

Simak tulisan berikut …

 —

Bukan Pempek Biasa

Bukan Pempek Biasa. Siapa sih yang tidak tahu Pempek? Pempek atau Empek-empek adalah makanan khas Palembang yang terbuat dari ikan, sagu dan ada campuran telor. Saya sih kurang paham tentang pembuatan pempek, tetapi jika dilihat sekilas, mirip dengan pembuatan kerupuk untuk campuran soto. Waah, koq jadi tambah melebar sih si empek-empek ini. 🙂 Pempek memang makanan khas Palembang, tetapi seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan, Pempek sekarang bisa dinikmati di daerah lain, tidak hanya di Palembang. 😉

Di Desa tempat saya tinggal, banyak orang yang sedang merintis usaha kecil Pempek. Ada yang berjualan secara keliling, ada juga yang berjualan di depan rumahnya. Saya heran, kebanyakan dari orang yang tinggal di Desa saya tuh suka belajar ilmu tawon boyong. Sahabat tahu arti ilmu tawon boyong, kan? Tawon boyong atau dalam bahasa Indonesia yaitu lebah yang akan mengungsi atau pindah tempat tinggal. Jika diperhatikan, lebah tersebut akan pindah secara bersama-sama, terlihat sangat ramai dan kompak.

Sebelum muncul beberapa orang, sebelumnya ada satu orang yang merintis usaha pempek. Tetapi, karena usaha tersebut dipandang menghasilkan rejeki lebih, maka muncul lah beberapa orang baru dengan merintis usaha yang sama. Itulah yang saya maksud dengan ilmu tawon boyong. Ya, intinya ilmu tawon boyong sama dengan kurang kreatif, ikut-ikutan, aji mumpung dan lain sejenisnya.

 

Photo1461

 

Ini Bukan Pempek Biasa.  Terlihat dari bahan dasarnya bukan lagi menggunakan ikan dan sagu. Mereka, para penjual Pempek tidak perlu membuat bahan sendiri, karena sudah ada bahan jadi atau siap jual dan mereka bisa membelinya di pasar. Mengapa saya menyebutnya Bukan Pempek Biasa? Karena penyajiannya ini ditemani dengan cuka hitam yang dingin, tanpa irisan mentimun dan mie kuning. Selain itu, Pempek yang biasa dijual dengan harga Rp. 7.000,-/porsi, Bukan Pempek Biasa ini dijual dengan harga Rp. 1.500,-/porsi.  Lumayan murah, kan? Pantas saja kalau anak-anak mengerubuti Pempek ini. 😳 Semoga inovasi ini tidak bertahan lama, karena saya takut, kalau Desa saya nantinya diserbu pasukan dari Palembang.

Pernahkah sahabat melihat tawon boyong sambil menikmati Bukan Pempek Biasa?  🙂

 

— ### —

 

Siapa penulis KARSINI kali ini ???
Jika anda jeli … sebetulnya ada beberapa hints di tulisan tersebut …
Dan ini mudah sekali … 🙂 🙂 🙂

Salam saya

om trainer.

.

.

STOP PRESS, 25 Januari 2013

idah
Sebetulnya ada satu kata yang sangat telak sekali. 
Kata tersebut adalah
BANJARNEGARA
(walaupun lalu ybs minta untuk kata tersebut dihapus) 🙂 🙂
Ya ini adalah karya IDAH CERIS (Siti Hajar)
Asli Banjarnegara
Blognya bertajuk : LANGKAH CATATANKU

.

Incoming search terms:

  • buat pempek dibalik layar
  • inovasi pekempek
  • inovasi pempek
  • jual mpek mpek palembang di purbalingga
  • pempek inovasi

social network

Titik

Banjarnegara? Mm..ini gadis itu kah? Plus tulisan yang di-bold di sana sini, sepertinya ini tulisannya langkah catatanku nih..

Ari Tunsa

lha emg biasanya pempek berapa harganya? kayaknya 500 deh perbiji, dulu tapi 😀
yang jelas penulis dari kota besar, hehe.. *ngasal*

salam
Ari Tunsa recently posted..BecakMy Profile

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge