KARSINI #13 : MANASIK HAJI

Karsini

 

Sementara Karsini 12 masih belum saya buka jati dirinya.

Saya tampilkan lagi karya penulis tamu lainnya.

Ini juga saya rasa sangat mudah untuk menebaknya …

Manasik Haji

Setiap orang tua yang anaknya bersekolah di PAUD atau TK, pasti pernah mengantarkan anaknya untuk manasik haji, demikian juga dengan saya, hari minggu lalu saya mengantar anak saya untuk manasik haji yang ke dua kali. Sepertinya anak saya seperti Haji Muhidin, udah pergi (manasik) haji 2 kali….mabrur  lagi hihihihi…….
Pada pengalaman pertama mengantar manasik haji saat anak saya PAUD, kesannya biasa aja…karena acara manasiknya digabung dengan PAUD PAUD lain se wilayah Jakarta Utara. Acaranya berlangsung terlalu heboh, heboh dengan para ibu-ibu yang mengantar anaknya, heboh juga dengan para pedagang kaki lima yang menggelar dagangannya di area tersebut, belum lagi para paparazzi yang mencari mangsa, bener-bener kacau keadaannya.
Tapi lain halnya dengan pengalaman yang kedua, sekolah TK anak saya mengadakan acara sendiri tanpa digabung dengan TK lain. Yang bikin acara ini berkesan, karena orangtuanya bukan hanya sebatas mengantar anaknya, tapi ikut juga melakukan manasik haji seperti anak-anaknya.
Dari awal pembimbing manasik haji sudah mengingatkan kami untuk melakukan manasik haji ini dengan serius, seolah-olah kami sedang melakukan latihan untuk pergi haji beneran ke mekkah.  Pembimbing kami mengatakan kami pergi haji dengan ONH plus hehehhe…..alias Ongkos Naik Hiba plus ke Taman Mini (karena pulang dari manasik haji dilanjutkan jalan-jalan ke Taman Mini).
Di skenariokan ibadah haji yang kami laksanakan adalah Haji Tamattu. Kami berangkat dari Bandara Soekarno Hatta (Lapangan Segitiga hihihi…), sesampai di Miqot (Pintu Tol Plumpang) kami mulai bertalbiyah sepanjang perjalanan sampai tiba di Pondok Gede. Sesampai di Pondok Gede, begitu ajaib…cuaca yang sedari pagi hujan deras…disana cuacanya benar-benar bersahabat….ngga hujan, ngga panas juga…jadi  cuacanya adem, sesuai dengan doa kami sehari sebelumnya. Seluruh rangkaian manasik haji berjalan dengan lancar. Mulai dari berthowaf (mengeliling ka’bah) sebanyak 7 kali, sholat sunat thowaf 2 rakaat, minum air zam-zam, sa’i, bercukur, tgl 8 dzulhijjah berihrom untuk haji, 9 dzulhijjah wukuf di arafah, lalu sorenya berangkat ke Muzdalifah, tanggal 10 dzulhijjah melempar jumroh….terakhir melakukan thowaf wada.
Ketika melakukan thowaf wada inilah kami para peserta merinding dan menangis terisak….ketika pembimbing kami meminta kami semua untuk menyentuh ka’bah dan  berdoa : ”Ya Allah…semoga kegiatan manasik haji ini menjadikan kami semua manusia yang lebih baik lagi ke depannya….semoga rangkaian manasik haji yang kami lakukan tadi…merupakan batu loncatan bagi kami untuk segera bisa mengunjungi Baitullah…..kami sadar….jika Allah sudah berkehendak…tidak ada satu hal pun yang dapat menghalanginya…..tapi seandainya umur kami tidak sampai…semoga manasik haji ini bisa membawa kami menuju surgaMu”
 
Pada saat itu, saya merasa sedang berada di depan ka’bah beneran, karena saya berada di barisan paling depan mendekati ka’bah…sementara teman-teman yang lain berdesakan ingin memegang ka’bah juga…semua peserta menitikkan air mata….semua peserta meng-aminkan doa pembimbing haji kami….semoga suatu saat nanti… kami semua beneran bisa menginjakkan kaki di Mekkah dan memegang ka’bah …..aamiin  aamiin ya robbal’alamin.
—###—

Mudah bukan …

Karya siapa ini ?

 

Salam saya

71071D338183D7765E8404E3E942AEC9.

.

.

STOP PRESS, 4 February 2013

nia uly

Seperti yang sudah saya duga …
Tulisan ini sangat mudah ditebak …
Baik itu karena jalan ceritanya maupun pilihan kalimatnya
Ini adalah karya Nia Uly atau yang lebih dikenal dengan nama Mama Ina
Ibu dua anak.  Membuka toko On Line dari rumahnya, Kios 108
Blognya ada disini …ALQOERNIA

.

.

.

Incoming search terms:

  • tempat manasik haji jakarta utara
  • alamat manasik haji di tmii
  • alamat tempat manasik haji
  • manasik haji di tmii
  • manasik haji tk blog

social network

vizon

Kalau kegiatan anak TK, seringnya yang heboh orangtuanya. Seperti pawai, biasanya para orangtua tidak kalah heboh mengiringi anak-anak mereka. Sehingga, kita bingung, mau nonton siapa; anaka-anak apa orangtua wali murid ya? hehe..

Kegiatan manasik haji sebetulnya tidak kalah heboh juga. Seperti yang ditulis Mbak Nia di atas, terlihat sekali bahwa para ortu pun ikut dalam latihan ibadah haji tersebut. Dan sepertinya para ibu guru jadi bingung mau ngajarin siapa; para murid TK atau ortu wali muridnya.. 😀
vizon recently posted..main airMy Profile

catatan kecilku

aku juga pernah ngantar Shasa manasik haji saat TK dulu… Memang selama TK Shasa ikut kegiatan manasik haji juga lebih dari 1 kali.
Tapi, orang tua gak pernah diajak ikutan manasik.. jadi sebatas mengantar saja sih.
Kalau menurut pendapat komentator di atas sih itu tulisan mama Ina… dan aku setuju aja hehehe 😀
catatan kecilku recently posted..Cerita dari NEO 2013My Profile

nia/mama ina

Terimakasih om atas kesempatan yang diberikan….saya merasa tersanjung…karena meskipun sekarang saya jarang ngeblog tapi temen-teman masih inget dengan gaya tulisan saya…dan lokasi rumah saya heheheh…

Devi Yudhistira

Hikksss…bacanya saya ikutan nangis,,,soalnya, sama banget pengalamannya mbak…

yaaaa, gatau gimana dengan ortu yg lain, atau karena saya belum pernah lihat kabah langsung ya mbak? hehehe
Devi Yudhistira recently posted..Origami : AngsaMy Profile

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge