ALASAN DAN PENALTY

.
Para pembaca ada yang sedang atau pernah meminjam di Bank ?  Mengambil kredit di Bank ?  
Entah untuk kredit pemilikan kendaraan, kredit pemilikan rumah, kredit untuk investasi atau yang sejenisnya ?

Saya yakin beberapa pembaca pasti pernah punya pengalaman tentang ini.  Atau bahkan mungkin sedang mengalaminya.  Mengangsur setiap bulan.  Mencicil setiap bulan.  Jangka waktu angsuran atau pengembaiannya pun tentu beragam.  Ada yang setahun, tiga tahun, lima tahun.  Bahkan sepuluh tahun atau lima belas tahun.

Terus terang saya juga mempunyai pinjaman di Bank untuk pemilikan rumah.  Setiap bulan tentu saja kami harus mencicil angsurannya.  Saya meminjam dengan jangka waktu lima belas tahun.  Menurut hitungan awal, pada tahun 2018 nanti KPR saya akan lunas.

Namun Alhamdulillah, kami ada sedikit rezeki.  Kami berniat untuk melunasi KPR tersebut tahun ini.  Tanpa menunggu sampai tahun 2018 nanti.

Saya pun segera mengurus ina-inu … surat-surat dan segala syarat-syarat administratifnya.  Beberapa hari setelah saya memasukkan surat permohonan penyelesaian kredit tersebut, saya dihubungi oleh salah seorang petugas dari Bank tempat saya meminjam.  Petugas tersebut ingin menindak-lanjuti permohonan yang saya buat.  Namun terlebih dahulu dia ingin mengklarifikasi beberapa data dan mencheck satu dua informasi.  Bertanya beberapa pertanyaan.

Ada satu pertanyaan menarik dari petugas tersebut !

Pertanyaannya adalah … “Alasannya apa pak … kok mau dilunasi sekarang ???”

Terus terang saya rada berkerut mendengar pertanyaan yang saya anggap aneh itu.  Pertanyaannya kok gitu sih ?

Saya jawab saja dengan ringan … ceria … “Yaaa namanya juga pinjaman kan ? Mosok nggak boleh saya lunasi segera ?  Bukankah lebih cepat lebih baik … ?  Inikan kewajiban saya untuk melunasi”

“Logika naif” saya berkata … Per-bank-an itu kadang suka ndak masuk akal.  Mosok mau melunasi segera kok ditanyakan alasannya … !  Ya sudah jelas kan alasannya … ini adalah kewajiban yang harus (segera) dipenuhi.  (hahaha orang Bank pasti ketawa membaca alasan “ridiculous” saya ini)

.

Itu tadi cerita tentang “Alasan” … lalu ada apa dengan “Penalty” Om ?

Ya … seperti yang tertulis pada judul diatas  … selain pertanyaan alasan (yang saya anggap) aneh tersebut … saya juga dikenakan … Penalty sodara-sodara !  Sejumlah sekian rupiah.

Penalty itukan biasanya terjadi karena suatu kesalahan atau kelalaian …

Melunasi lebih cepat … itu kena penalty …

Ini artinya “melunasi lebih cepat” itu adalah suatu kesalahan dan kelalaian … Hahahaha … (Logika naif saya masih tetap belum terima …).


(Again orang Bank pasti berkata … Om-om norak nih … logika Om Trainer belon nyampe’ nih …” )

.

Aaahhh sudahlah Om …
Dimana-mana memang aturannya gitu kan ???

.

Salam saya

om trainer1.

.

.

Incoming search terms:

  • pengertian penalti dalam perbankan
  • penalti bank
  • istilah penalti dalam bank
  • biaya penalti
  • maksd dari finalti pemimjaman

social network

Lidya

Pihak bank bertanya kenapa dilunasi? mungkin ya om jadi pemasukan banknya berkurang dari sisi bunga 🙂 Kok Om NH bisa dapat 15 tahun ya, kami cuma 10 tahun
Lidya recently posted..Rihlah IlmiahMy Profile

LJ

aku masih punya pinjaman di Bank, baru lunas 2014 akhir nanti.

memang sesuatu yang aneh, Om.. kadang kita gak perlu minjem pun ditelponiiinnn terus.. diiming2i bonus klo jadi minjem.. wkwkk

molen

mas mau nanya, waktu lunasin lebih cepat jumlahnya lebih besar atau lebih kecil dibandingkan bila kita teruskan nyicilnya ?. Wah kalau kena pinalti kredit saya nanti aja deh lunasinnya. mending uangnya buat ngembangin usaha…
molen recently posted..Cuti itu Hak atau Kewajiban ?My Profile

keke naima

loh, org tua saya malah pernah nyaranin, kl nyicil rumah ambil kredit bank yg paling panjang cicilannya. Kalo penghasilan kita semakin meningkat, cicilan kan jd gak berasa. Bisa cepet dilunasin sebelum masa cicilannya habis.
Baca di sini saya malah baru tau kalo kena penalty *ikutan gak nyame juga lgikanya 😀
keke naima recently posted..Happy Birthday FatherMy Profile

Pakdhe Cholik

Ketika saya pindah ke Jakarta, rumah Galaxi belum lunas om
Lalu saya bilang kepada Ipung:” Dik, maukah engkau makan hanya lauk tahu tempe tapi nggak punya hutang”
Eh si dia mau:”Bersamamu apa sih yang tidak mau,” katanya.
Bingo, kredit yang seharusnya masih beberapa bulan langsung saya lunasi. Mending makan lauk T2 daripada mikir hutang.

Saya jual stik golf, laku Rp.20 juta. Joss..saya lunasi kredit rumah tersebut. Ayem.

Saya lupa apakah kena penalty atau tidak ya waktu itu.
Babahno, pokoke sudah nggak punya hutang ya om.

Salam hangat dari Surabaya
Pakdhe Cholik recently posted..Pretty DriverMy Profile

vizon

Tidak hanya penalty deh Om kayaknya yang diterapin sama bank. Juga, waktu paling cepat buat melunasi, yakni tidak boleh kurang dari enam bulan. Artinya, sejak kita mendapatkan kredit dari bank, setelah bulan ketujuh baru kita boleh melakukan pelunasan.

Sependek pengetahuan saya, bunga yang diterapkan bank itu adalah bunga menurun. Yakni, setiap bulan, bunga yang kita bayarkan itu menurun jumlahnya, sementara pokok hutang membesar. Dengan demikian, pada enam bulan pertama, kita hanya membayar bunga saja, dan pokok hutang baru terbayarkan sedikit. Jadi, kalau kita lunasi di bulan ketujuh, itu bank sudah dapat untung yang lumayan.

Sebetulnya yang bisa menjelaskan ini secara detail adalah Bu Enny sama Anderson.. Bagaimana kalau Om colek mereka berdua, hehe.. 🙂
vizon recently posted..dahulu dan baharuMy Profile

Necky

sebagai mantan yg pernah kerja di bank, saya cuma bisa menjelaskan bahwa kontrak 15 tahun berarti alokasi pendapatan bank sudah dihitung om. So, kalau sampai dilunasi berarti mereka harus menghitung kembali keuntungan yg telah dihitung oleh mereka. Makanya dikenain pinalty agar orang2 ga mau melunasi cepat2.
sama halnya kalau om enha pake kartu kredit. Kalau om tipe pelanggan yg selalu melunasi tagihan bukan bagus lho…yg bagus menurut kriteria mereka adalah yg rajin membayar dengan minimum payment. Alasannya makin besar pendapatannya….hehehehehe. Itulah akal2an nya orang bank….Kalau ditawarin pinjaman dari bank lagi, mendingan ditanyakan di depan aja kalau ada skenario pelunasan cepat, supaya kita punya perjanjian yg kuat..dan ga kenal pinaly
Necky recently posted..Tulisan Mbeling : Apakah KRL itu Kereta Rusak Logikanya?My Profile

dani

Menambahkan boleh ya Om dari penjelasannya Pak Necky karena sampai sekarans aya masih kerja di bank. Hehehe.
Sederhananya pada awal bank memberikan pinjaman ke nasabah sebenernya bank waktu itu langsung ambil pinjaman juga ke pihak lain dengan jangka waktu yang sama. Entah itu pinjam lagi ke bank atau alokasikan dana nasabah yang disimpan lewat tabungan atau deposito di bank itu dengan jangka waktu yang sama.
Jadi kalau kita ambil 5 juta selama 3 tahun, di pembukuan bank mereka seolah-olah minjem dana nasabah buat dihutangkan ke kita selama lima tahun. Nah selama lima tahun itu kan bank dapet bunga dari kita tapi mereka juga harus bayar dana yang mereka pinjam ke pemilik dana awalnya, apakah itu dana nasabah (bunga deposito/tabungan) atau bunga ke bank lain yang jadi sumber pendanaan. Jadi kalau ada pembayaran dipercepat selain bank kehilangan pemasukan berupa bunga, bank juga masih harus membayar biaya dari sumber dana mereka. Memang ga fair Om soalnya si bank memang ga mau rugi. Biaya yang mereka tanggung untuk ke belakang dibebankan ke kita. Tapi ya itulah kerjanya bank. Sistem moneter kapitalis. Hehehe. Dan saya ada di dalamnya. T.T
dani recently posted..Weekly Photo Challenge: A Day in My LifeMy Profile

monda

aku lupa kena penaltinya berapa waktu itu…
karena pengen cepat2 abis utangnya, pinjem aja dari bank lain untuk nutupin, di bank baru itu emang cicilan jadi sedikit lebih gede, tapi waku pinjaman singkat…lebih cepat pula abis utangnya…

alasan ambil langkah itu, kasihan kalau ninggalin utang sama anak2 he..he..
monda recently posted..Sepeda Tandem di Alun-alun YogyakartaMy Profile

niccaniez

ooowh…,jadi aturan mainnya begitu ya Om?hmm…,saya jadi mikir-mikir untuk ambil kredit. lha sekarang ini saja saya terjebak asuransi yang langsung ditelepon dari pusat dan saya hanya “iya-iya” aja. fiuh…,

Dewi Fatma

Menurut orang bank itu memang sebuah kesalahan, Om.. SEbab dengan melunasi lebih cepat, berarti Om memangkas bunga mereka khaaann.. Kalo kurang makan bunga, mereka bisa sekarat, Om.. Acian deh mereka, Om… 😀
Dewi Fatma recently posted..Diantara Cinta 3 PriaMy Profile

ded

Tapi waktu saya kredit perumahan 3 tahun yg lalu, juga disampaikan akan diberikan finalty klo melunasi pada tahun pertama (saya dpt kredit jangka waktu 5thn).

Lyliana Thia

Oooh… Ternyata kena penalty yah Om klo dilunasi begitu…?
Duuuh baru tau saya… Ehehehe…

Tp yaah insya Allah lebih lega kan yah Om, drpd kepikiran terus smpe 2018 😀
Lyliana Thia recently posted..Satu KeluargaMy Profile

marsudiyanto

Penalti itu mungkin dimaksudkan sebagai “ongkos” Om…
Knapa saya katakan ongkos?
Karena dia musti menyediakan waktu untuk menghitung ulang. Dia terlanjur menghitung laba yg diperoleh manakala si peminjam membayar sesuai waktu yang disepakati.
Kalau ada yg melunasi sebelum waktunya, Bank akan kehilangan sebagian pemasukan yg sudah terlanjur direncanakan.
marsudiyanto recently posted..Ombudsman Republik IndonesiaMy Profile

Mas Tejo

semakin lama jangka waktunya kan bunganya semakin banyak, kalo dilunasi cepet2 pendapatan bank akan berkurang jadi dikenakan penalti, mau cepet2 ato sesuai jangka waktu tetep saja bank yang untung ya om….
Mas Tejo recently posted..Makan SiangMy Profile

cheila

teman sekantor sering ngobrolin soal penalty, dan aku nyautnya yg di pertandingan bola itu om..tapi kalo menurutku itu sih pihak bank yang ga mau rugi deh *kayaknya*

apapun ituh,,salam rindu dari saya om 😀
cheila recently posted..Cintamu SederhanaMy Profile

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge