TASRIPIN

.

Anda tentu sudah pernah mendengar cerita tentang anak yang luar biasa ini.  Seorang anak yang relatif masih muda belia asal Banyumas.  Namun karena keadaan … terpaksa harus menjadi kepala keluarga.  Mengurus ke tiga adik-adiknya.  Ibunya sudah meninggal.  Sementara Ayah dan kakaknya bekerja di Kalimantan mencari uang.

Cerita Tasripin pertama kali saya baca di halaman depan salah satu koran besar, mass media nasional.  Kemudian secara sporadis cerita Tasripin bermunculan di beberapa TV Swasta.  Bahkan sampai masuk topik salah satu talk show juga.

Kisah Tasripin ini memang sangat menyentuh hati.  Trenyuh saya dibuatnya …

Dan Alhamdulillah … bantuan pun segera berdatangan.  Mulai dari rumahnya yang direhab agar lebih sehat.  Bantuan Dana, makanan, juga bantuan untuk sekolah dan sebagainya.  Bantuan ini datang dari berbagai pihak, berbagai kalangan.

.

Namun demikian …

Tanpa bermaksud untuk “nyinyir” atau bagaimana …
Tanpa bermaksud untuk menyangsikan niat baik pihak-pihak yang peduli
Tanpa bermaksud untuk mengkritisi para donatur yang memberikan bantuan …

Saya melihat … sepertinya bantuan yang diterima oleh Tasripin dan keluarga sudah lebih dari cukup bagi mereka untuk menata hidup mereka kembali.  Saya merasakan seolah ada banyak sekali pihak-pihak tertentu berlomba-lomba memberikan bantuan kepada Tasripin.  Dan ini diliput media.  Saya lihat wajah Tasripin yang polos dan santun ini, terus menerus melongo melihat “laku heboh” orang-orang disekitarnya.   Ritual yang hampir selalu sama … menyalami Tasripin, memberikan bantuan, mengusap-usap kepala Tasripin… lalu senyum (penuh arti) ke arah kamera … dan seterusnya dan seterusnya.  Entah apa yang difikirkan oleh Bocah itu.  Bisa jadi Tasripin berfikir … “Bapak-ibu pada kemana semua dulu … ketika saya belum masuk koran ?”

(mohon maaf mungkin ini hanya perasaan saya saja yang berlebihan dan tidak pada tempatnya).

.

Berkaitan dengan aksi peduli yang marak tersebut,  Saya rasa akan lebih bijak jika bantuan tersebut dialihkan kepada “tasripin-tasripin” yang lain … yang mungkin juga masih sangat membutuhkan.  Namun tidak terliput media.

Sekali lagi saya tidak bermaksud untuk menyangsikan niat baik para donatur yang peduli … Saya tau pasti … Bangsa ini adalah bangsa yang sangat peduli dengan sesamanya.  Yang perlu sedikit dibenahi disini adalah … “sasarannya”.

Mungkin sasarannya tersebut bisa diperluas … menjangkau mereka-mereka yang juga masih memerlukan bantuan.  Sehingga bisa diambil manfaat yang seluas-luasnya.

Istilah sekarang … bantuannya dibagi rata” gitu … !!!

Mari kita terus membantu Tasripin-Tasripin yang lain … !
(dan … tanpa kamera … !)

.

Mohon maaf jika tidak berkenan …
Ini pendapat pribadi … dan pendapat saya ini bisa salah …

Salam saya

om trainer1.

.

.

Note :
InsyaALLAH tulisan ini bisa sekaligus menjadi pengingat saya …
agar …
saya tidak asal ngomong doang …

.

Incoming search terms:

  • tasripin

social network

Oyen

Ada cerita lain tentang pemberitaan Tasripin yang entah sengaja atau tidak, luput dari media, mungkin bisa diambil pelajaran disini http://www.goeska.com/ , tulisan yang berjudul “Simulakna dan Tasripin”

Terlepas daripada itu, rasanya masih banyak para tetangga di belahan bumi Indonesia yang tidak “Setega” itu, apalagi sampai “benar-benar tidak tahu dan tidak mau tahu” kecuali jika kondisi kita sama atau lebih buruk yang tidak memungkinkan berbuat lebih.

nh18

Saya terdiam lama setelah membaca paparan tersebut …
entah bagaimana saya harus menyikapi …
mungkin benar apa kata Mark Slouka (seperti yang disitir oleh Pak Agus Kurniawan)

“Cobalah mulai saat ini Anda belajar mencintai hal-hal yang benar-benar nyata. Pergilah ke taman, dan sentuh daun-daun yang berguguran. Rasakan juga anginnya yang mencicit-cicit. Juga ciumlah kening istri anda di taman itu, rasakan wanginya. Jangan biasakan mencium kening virtual di dunia maya.”

(sumber : http://www.goeska.com/)

Terima kasih Ummi Fira …

nh18

Pencitraan atau bukan …
asal merata .. semua dapat … merata ke seluruh orang-orang yang membutuhkannya …
saya sama sekali tak keberatan Mas …
hehehe

LJ

setuju, om.. mari kita bagi rata..
bantuannya, perhatiannya, usapan kasih sayangnya.
jangan hanya buat yang jadi sorotan saja.

nh18

Ya …
biar banyak yang merasakan ya Bundo …
istilah kasarnya (mohon maaf) .. biar pencitraannya merata menyentuh semua kalangan

salam saya Bundo

nh18

Saya sih tidak keberatan …
asal SEMUA dapat … semuanya dibantu … Semua disejahterakan …
Semua masyarakat luas …

🙂

nh18

Ya Cheil …
saya kasihan sama sementara orang yang mungkin nasibnya lebih tragis dari Tasripin … tapi luput dari bantuan kita

salam saya Cheil

Pakde Cholik

Saya sependapat om
Banyak sekolahan yang rusak dan orang-orang yang kondisinya parah, sakit parah dan sebagainya tentu juga memerlukan uluran tangan.
Yang ingin memberi kail untuk jangka panjang monggo dan yang ingin memberi ikan ya jangan di hardik-hardik dengan ucapan:”Tidak mendidik” segala
Yang sedang kampanye terus-terusan di TV itu mbok juga mbantu sekolah yang kondisinya nggak bagus tanpa berkata:”Itu kan tugasnya pemerintah”

Salam hangat dari Surabaya
Pakde Cholik recently posted..Nominator Kontes Unggulan: Sehari Menjadi SrikandiMy Profile

nh18

Hehehe …
Ya begitu lah Pak De …
Saya hanya berharap … apapun motivasi dari para donatur …
seyogyanya … sesemarangnya … sesolonya …
sasarannya harus diperluas … diperbanyak … supaya mereka semua bisa tersenyum … bernafas lega …
barang sebentar …

salam saya Pak De

nh18

Ya …
itu maksud saya Pak Rom …
Semoga media semakin rajin mengangkat hal ini … semakin banyak yang diulas … semakin banyak yang tau bahwa … masih ada banyak teman-teman kita yang perlu dibantu …

again … supaya (jauh) lebih merata …

Salam saya Pak Rom

nh18

Kita tidak bisa menilai orang lain …
mari kita benahi diri kita sendiri ya Ye …

Salam saya Ye

bunda lily

banyak sekali pembelajaran dan hikmah dr terkuaknya kisah Tasripin ini ya Mas.
saya akan coba 3 hal saja ( pengekor Mas eNHa) 🙂
1. ternyata masih banyak orang yg peduli pada masalah sosial di negeri kita.
walaupun diikuti dgn berbagai macam cara pencitraan bagi si donatur
2. sebaiknya ketika ingin memberikan bantuan, akan lebih baik tepat sasaran dan merata
3.lagi lagi, ternyata masih banyak dari kita (mungkin juga saya termasuk) suka ” latah riya’ : dan hanya fokus pada diri sendiri ketika bersedekah.astaghfirullah…….

salam
bunda lily recently posted..Just Feel ItMy Profile

nh18

Iya Bunda …
Semoga bisa lebih tepat sasaran … dan … lebih merata dan luas perkenaannya …

salam saya Bunda Ly

Necky

Ga usah jauh2 om, di komunitas KRL pernah ada seorang member milis bertemu dengan seorang nenek yang rutin naik KRL (seminggu 3X) untuk mengobati cucunya. Dia sempat ngobrol dengan sang nenek, wal hasil dia sampaikan cerita sang nenek di milis….Subhanallah dalam waktu singkat jutaan rupiah sudah mengalir ke rekening yg akan disumbangkan ke nenek. Namun ada hal yg lucu, karena milis KRL mania itu banyak wartawan yg ikutan terus ada salah satu tv swasta meliput dan mengangkat cerita sang nenek di tv, ternyata perangkat pemerintah di daerah nenek tinggal merasa kecolongan dan ‘agak’ marah kenapa tidak koordinasi terlebih dahulu dengan mereka. What…..!?!?! namun demi sang nenek, member milis berkoordinasi deh dengan perangkat pemerintahan tersebut. Apalagi rencananya besok mau menyerahkan uang sumbangan pengguna KRL kepada sang nenek. Denger2 ada awak media yang mau meliput tuh….well…negeri ini emang penuh dengan manusia2 yang ‘munafik’ dan mudah2an kita tidak termasuk di dalamnya om.
Necky recently posted..Jujur Itu IndahMy Profile

nh18

Koordinasi ?
Waduh … baiklah …
Jadi uangnya dari member komunitas … tapi “muka” dan “nama” … mereka gitu ?
(pikiran jelek nih si Om …)
hehehe

Salam saya Pak Neck

Titik

Waktu diliput tv1 kemarin, saya nangis sedih, bukan hanya karna ditinggal ayahnya (meski ternyata masih ada 2 Pakdhenya di dekat Tasripin) tapi juga karna ternyata masih ada anak di Jawa yang tidak bisa berbahasa Indonesia. Hiks…sedih banget…

agoyyoga

Capek ya Oom Trainer melihat pencitraan. Btw, Ayah Tasripin, ini dia sosok yang paling bertanggung jawab menyebabkan Tasripin seperti sekarang… Maaf.

umielaine

mungkin mereka ndak tahu om, makanya butuh bantuan media agar bisa jeli.mungkin juga mereka menyembunyikan sedekah yang lain, kebetulan yang tasripin ini yang terlihat. ndak papa, kita husnudhon saja, yang penting satu tasripin terselelamatkan. tugas kita (daripada nyaci, ya toh? ) meski tak banyak, kmari kita selamatkan tasripin yang lain.

Salam om, lama ndak mampir.
umielaine recently posted..Long Vacation : Purworejo – Back to NatureMy Profile

M. Syafi'i

saya gak tau Tasrifin Om, jarang banget lihat TV. semakin gak kenal setelah baca link goeska.com.

gpp kan Om, saya gak kenal sama Tasrifin tapi kenal sama Njenengan. 🙂

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge