9 SUMMERS, 10 AUTUMNS

.

Dari kota Apel ke The Big Apple

.

Minggu, 28 April 2013
Seperti yang saya ceritakan di Lapak Sebelah, hari minggu kemarin saya nonton 9 Summers – 10 Autumns (kepanjangan nih, saya singkat 9S-10A saja ya).

Film ini dibuat berdasarkan novel kisah nyata, yang ditulis oleh Iwan Setyawan.

Saya sudah pernah mendengar tentang buku novel inspiratif ini.  Saya membaca postingan salah satu teman blog saya Ibu Dewi “Corat-coret” Anggraini.  Ibu Dewi pernah menulis tentang novel ini disini.  Kebetulan Pengarangnya adalah teman ibu Dewi waktu di IPB dulu.  Sehingga ibu Dewi tahu persis bagaimana sosok seorang Iwan Setyawan, ketika kuliah dulu.

Ya 9S-10A ini murni menulis lika liku seorang Iwan Setyawan yang berasal dari Batu … dan karena ketekunan dan kegigihannya dia berhasil kuliah di IPB, tanpa melalui test.  Dan kemudian dia bekerja … sampai akhirnya menduduki posisi jabatan yang cukup baik di sebuah perusahaan di Luar Negeri … di New York.  Dari Kota Apel (Batu) ke The Big Apple (New York)

.

Ada TIGA HAL yang saya catat dari film ini

.

1. Konflik Bapak vs. Anak
Sebetulnya inti dari film ini hampir sama dengan “Laskar Pelangi”.  Mimpi seorang anak kecil miskin dari desa … yang akhirnya bisa menjadi kenyataan … belajar dan bahkan bekerja ke luar negeri …

Yang berbeda adalah … di film ini diceritakan konflik yang sangat menarik … hubungan yang cukup unik … antara Bapak dengan Anak Lanang satu-satunya.  Tokoh bapak diperankan oleh Aktor kawakan Alex Komang … sementara tokoh Iwan diperankan oleh Shafil Hamdi Nawara (ketika kecil) dan Ihsan Tarore (ketika remaja – dewasa). 

Bagaimana sang Bapak menaruh harapan kepada anak lanang satu-satunya.  Yang kadang justru harapan tersebut tak bisa dipenuhi oleh Iwan kecil.  Membuat Iwan semakin tertekan.  (BTW Keluarga mereka punya anak lima orang … dan Iwan adalah satu-satunya anak Lelaki)

.

2. Krisdayanti
Diceritakan di Film itu … Iwan kecil ini ikut lomba menyanyi.  Iwan dipilih untuk mewakili murid dari SD Ngaglik tempat Iwan bersekolah.  Bersama Iwan dipilih juga satu siswi … Namanya Krisdayanti …

Saya tersenyum ketika sampai pada scene tersebut … mulanya saya mengira ini hanya ulah sutradara saja untuk membuat film ini menjadi lucu dengan secara acak memberi nama mirip-mirip penyanyi terkenal Krisdayanti pada siswi tersebut.  Namun setelah saya pikir-pikir lagi … Aaaahhhh siapa tau memang ini disengaja … ini kejadian sebenarnya … bahwa Iwan dulu memang pernah satu sekolah dengan Penyanyi terkenal Krisdayanti.  (Seingat saya Krisdayanti itu memang berasal dari kota Batu, Malang)

.

3. Three Irawan
Ada hal yang menarik dari pemeran-pemeran yang muncul di film ini.  Bagi generasi jaman delapan puluhan (seperti saya) pasti masih ingat Keluarga Irawan, bintang film yang terkenal itu.  Ada Ade Irawan, Dewi Irawan dan Ria Irawan.  Dewi Irawan berperan sangat baik sebagai Ibunya Iwan.  Ade Irawan bintang gaek ini dipercaya untuk menjadi Neneknya Iwan.  Dan satu lagi Ria Irawan … berperan sebagai tukang pecel lele dengan logat Madura, tempat Iwan biasa makan selama ngekos di Bogor.  Kemunculan mereka cukup mengobati kerinduan kami-kami para generasi penikmat film remaja delapan puluhan … (qiqiqiqi)

.

Saya mungkin bukan penulis resensi film yang piawai …

Namun demikian … saya rasa di film ini banyak bertebaran … kata-kata bersayap yang sangat dalam maknanya …

Dan itu tak bisa diceritakan … hanya bisa dirasakan !!!

 

Salam saya

om trainer1.

.

.

(Dan satu lagi …
Ada sentimen almamater disini … hehehe …
Nonton film ini bisa sedikit mengenang jaman saya kuliah di Bogor dulu)

.

.

social network

Imelda

waduh … sudah punya bukunya, tapi belum dibaca. Nanti baca dulu deh….
Soal keluarga Irawan… itu benar-benar nostalgia th 80-an ya…
Ntar kalau mudik dan masih main, aku mau ah nonton.

LJ

satu lagi film yang bisa menginspirasi kaum muda;;
sejak dimulai dengan laskar pelangi, novel dan film dengan tema serupa banyak diproduksi
ada Ikal lalu Alif dan sekarang Iwan, dengan alur cerita dan setting yang unik pada masing2nya.

# btw, keluarga Irawan itu setiap main film selalu menarik ya om.. **sentimen 80-an
LJ recently posted..Srikandi Bukan [sekedar] JagalMy Profile

prih

Ikutan sentimen almamater ah …..,
mahadaya dan fleksibelitas P luar biasa dari padepokan kota hujan ini.
P nya bisa tiwikrama menjadi penyanyi, penulis (termasuk puisi) ataupun P yang lain, yang pasti melahirkan pekerjaan dan penghasilan …..
Salam
prih recently posted..Antara Klaten dan PadangMy Profile

Lyliana Thia

Haduh sy kok ketinggalan berita film ini yah.. Hihihi..
Bukunya Iwan Setyawan memang inspiratif bgt, bikin semangat yg baca..
Tp sy blm liat filmnya.. Pasti sama bagusnya ya.. 😀
Makash sharing nya Om 🙂
Lyliana Thia recently posted..Belum JuaraMy Profile

usagi

hai inyiakk apa kabar,,
*da da da*
aku belum nonton,dan belum baca novelnya
pengen nonton minggu ini semoga masih ada ya ,,

Necky

hahaha….remaja lapan puluhan mana yg tidak akan lupa dengan three irawan.
Saya juga jadi penasaran dengan filmnya…tapi berhubung si tengah mau UN tgl 6 besok dan kudu kasih perhatian lebih, jadi ga janji bisa nonton sebelum selesai ujian…pas selesai UN masih ada ga yah???
Necky recently posted..Losing ConfidenceMy Profile

lieshadie

Aku baca novel ini beberapa kali menitikan airmata Om…

Saya suka banget gaya kepenulisan Iwan…sederhana, bersayap tapi bermakna sangat dalam..

Sayang aku tak bisa menikmati filmnya…maklum nang ndesoo…hehehe

Salam saya Om..

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge