MEMBACA PUISI

Pernahkah anda membaca Puisi ?
Membaca puisi di depan audience ?

Kalau saya ?
Saya belum pernah sama sekali.  Seingat saya, bahkan ketika sekolah pun rasa-rasanya saya belum pernah membaca puisi.

Sampai akhirnya kemarin …
.

2 Mei 2013
Tepat pada Hari Pendidikan Nasional, untuk pertama kalinya saya membaca puisi di depan audience.  Catat baik-baik … “untuk pertama kalinya !”

.

Gimana ceritanya Om ?
Seperti yang saya tuliskan di lapak sebelah, pada tanggal 1 – 2 Mei 2013 kemarin saya mengikuti pelatihan publik yang difasilitasi oleh Andrias HarefaAndrias Harefa adalah seorang speaker-trainer- dan sekaligus writer yang saya kagumi.  Reputasi beliau sangat diakui khalayak.  Sudah banyak buku best seller keluaran penerbit papan atas yang telah beliau tulis.  Saya beruntung bisa mengikuti salah satu pelatihan yang beliau pimpin sendiri.

Salah satu pelajaran yang dibahas kemarin adalah tentang “fleksibilitas”.  Bagaimana kita mengelola secara fleksibel seluruh potensi yang ada pada diri kita.  Baik itu kata-kata, mimik muka, suara, artikulasi, intonasi, dinamika, body language dan sebagainya, agar kita bisa berbicara dengan baik dan diperhitungkan di depan audience.

Andrias Harefa bilang bahwa di dalam training ini akan ada banyak latihan.  Dan yang namanya latihan itu harus selalu “lebih”.  Berlebihan dalam artian yang positif.  Petinju yang akan bertarung 11 ronde, latihannya pasti dua, tiga, empat kali lipat lebih banyak rondenya.  Untuk pertunjukan drama 1 jam, latihannya pun pasti akan memakan waktu jaaauuuhhh lebih banyak dari pada pementasannya.  Demikian juga dengan latihan berbicara.  Kalau kita latihan bicara, maka latihannya pun harus sedikit dibuat “lebay”.  Berlebihan.  Sekali lagi, berlebihan dalam artian yang positif.

Salah satu latihan untuk melatih “fleksibilitas” kita adalah dengan cara … “membaca puisi”

Ya, membaca puisi !  Lengkap dengan ekspresi, penghayatan, dinamika suara, kepal tangan, teriak, wajah berkerut, intonasi dimainkan, artikulasi dijernihkan !

Seperti yang sudah saya duga.  Latihan ini cukup merepotkan kami, para peserta pelatihan.  Bayangkan saja para peserta yang terdiri dari bapak-bapak dan ibu-ibu.  Bahkan sebagian ada yang sudah berusia di atas 40 tahun.  (termasuk saya tentu).  Dipaksa untuk membaca puisi, bak lomba tujuh belas agustusan di sekolah.  Jika anda menyimak latar belakang pekerjaan para peserta kemarin, rasa-rasanya sangatlah jauh dari aktifitas membaca puisi.  Peserta pelatihan kemarin ada yang dari perusahaan asuransi, bisnis MLM, berkecimpung dalam bidang information technology, instruktur yoga,  karyawan perusahaan  otomotif, pengusaha, dokter dan sebagainya.  (Bukan artis, pemain sinetron, aktor teater atau … demonstran … yang dekat dengan aktifitas membaca puisi)(hahaha)

Namun demikian, kami semua sadar.  Ini adalah salah satu metoda latihan yang sengaja dirancang oleh Andrias Harefa untuk melatih fleksibilitas kita dalam berkomunikasi verbal.   Sebuah aktifitas latihan, dengan cara bicara yang sedikit “berlebih”.  Kami semua melakukannya dengan serius dan sungguh-sungguh.

Dan di luar perkiraan saya, ternyata bapak-bapak dan ibu-ibu itu keren-keren juga cara membaca puisinya.  Kita semua berusaha menyajikan potensi terbaik yang ada pada kita.  Kita berusaha total, menghilangkan “kejaiman” kita.  Mencoba menghayati pembacaan puisi kita dengan se-maksimal mungkin.  Gaya Rendra, gaya Emha Ainun Najib, Jose Rizal Manua dan sebagainya.  Kadang berteriak lantang, kadang berdesah lirih.  Saya sempat merinding ketika mendengarkan satu dua peserta, berhasil membacakan puisinya dengan begitu baik dan sangat menghayati.

.
Terus Om sendiri bagaimana ?
Alhamdulillah …
Ternyata membaca puisi itu enak juga ya …
Kita bisa bebas berteriak lantang, memainkan intonasi suara.
Kadang keras kadang lemah …

Sesekali berbicara lambat …
Sesekali … “Mrepet !!!” cepat

(Disesuaikan dengan tuntutan penghayatan naskah Puisi tersebut)

.

By the way …
Kemarin saya membawakan sebuah puisi yang dikarang sendiri oleh Andrias Harefa.  Sebuah puisi yang berjudul … “Aku Menulis Buku Ini … Karena … “

Begini kurang lebih aksi pandangan lensanya …

Picture1a

tulisannya nggak kebaca ya Om ?

Picture1

saat masih kalem jaim …

Picture2

saat hampir “kalap”

.

(foto saat kalap beneran, saya tidak tega memasang fotonya)(… takut step semua nanti … hahaha)

(all foto courtesy of “Mitra Pembelajar” team)

.

Saya sampai “gobyos”.  Keringat bercucuran (padahal ruangannya dingin ber AC).  Mungkin ini terjadi karena kita telah menumpahkan segenap ekspresi emosi kita.  Dengan bebas dan fleksibel  … (plus kalap !)

Sumpah … ini asik chuy … !!!

Saya jadi pengen membaca puisi lagi nih …
(Hahaha … pengumuman sodara-sodara.  Ada om – om sakaw pengen baca puisi lagi nih)(ketagihan …)

 

Salam saya

om trainer1.

.
.

So …
Kapan terakhir kali anda membaca puisi di depan audience ?

,

,

Incoming search terms:

  • berkaitan dengan apakah aktivitas membaca puisi
  • berkaitan dengan apa aktivitas membaca puisi

social network

This entry was posted in Artikel. Bookmark the permalink.

40 Responses to MEMBACA PUISI

  1. LJ says:

    #di foto ketiga itu penonton pada berdiri, bertepuk tangan riuh dan bbrp orang bersuit2..

    ekspresinya trainer juara, jelas menjiwai puisi yg dibacakan.
    keren pake banget..!
    LJ recently posted..Srikandi Bukan [sekedar] JagalMy Profile

  2. Hahaha! Pengen liat yang kalap doooong.
    Hmm..kapan ya. Lupa Om. Kalo liat orang baca puisi sih sering 🙂
    Esti Sulistyawan recently posted..Dear meMy Profile

  3. Yeye says:

    Kynya aku blm pernah baca puisi dpn audience deh Om heheheh
    Yeye recently posted..Cerita hari ini ^-^My Profile

  4. Wah.. memang om, kalau membaca puisi bisa bikin kangen buat baca lagi 🙂
    kalau saya sih lumayan sering sih, tapi buat tugas sekolah…
    tapi seru juga om kalau baca puisi…
    kita bisa mengeluarkan perasaan secara bebas saat membaca puisi…

    salam hangat om.. 🙂
    nanti baca puisi bareng yuk ommm 😀

    • nh18 says:

      Ya …
      beruntunglah mereka yang waktu sekolah mempunyai kesempatan untuk baca puisi …
      ini penting untuk memupuk fleksibilitas kita dan keberanian kita

  5. Necky says:

    pertama dan terakhir membaca puisi …pas saat SMA…itu juga karena terpaksa. Saya sama sekali ga bisa atau ga nyaman deh…mendingan disuruh nyanyi satu album di depan orang banyak dari pada disuruh baca puisi di depan kelas…..hehehehehe.
    Necky recently posted..Losing ConfidenceMy Profile

    • nh18 says:

      Nyanyi satu album ?
      hahaha … ada-ada aja Pak Neck ini …

      (BTW Nafiz sudah bisa relax sekarang ya Pak ?)

  6. Mas Is says:

    Wah, om… saya jadi terharu. Mengingatkan waktu masih SD suka bikin puisi
    Mas Is recently posted..Langkah Efektif Dalam Melakukan Branding di Sosial MediaMy Profile

  7. Oyen says:

    huwahahaha, puisi? gak gue banget dah! terakhir jaman Se Me Pe, biasa pelajaran bahasa, mending main drama dah daripada baca puisi 😛

    ayo Kek, ikutan hari jengkol, siapa tauk punyak tips cara ngletak dan ngunyah jengkol 😛

    • nh18 says:

      Main drama aku malah belum pernah sama sekali …
      musti ngapal dialog ? mati kutu saya … hehehe

  8. Orin says:

    Kalau puisi sepertinya pas zaman SMU om, dikerjain senior di eskul teater, jd saya baca puisi di tengah2 lapangan basket saat jam istirahat, tapi ‘puisi’nya adalah… soal matematika hihihi
    Orin recently posted..[Berani Cerita #10] I Miss YouMy Profile

    • nh18 says:

      Puisi soal matematika ?
      di lapangan basket …

      (huahahaha)
      ngakak koprol malem-malem …

      iseng bener itu senior

  9. Lidya says:

    Kalau terpaksa saja ya baca puisi untuk pengambilan nilai disekolah 🙂 Om gak ada rekaman membaca puisinya?
    Lidya recently posted..Resepsi dan KopdarMy Profile

    • nh18 says:

      Nggak ada Mbak …
      Panitia tidak menyediakan rekaman …
      ada sih sesama peserta yang berinisiatif mengambil video …
      tapi sekarang dia ada di Balikpapan … hehehe
      (sebuah alasan)

  10. Mechta says:

    waah…. jaman2 SMA Pak… eh..atau malah SMP ya? hehe… wis suwiiii… oya pak.. jadi penasaran dengan puisi yg Pak Her baca nih… ditulis lengkap dong 🙂
    Mechta recently posted..Menunggu …My Profile

    • nh18 says:

      Puisinya lumayan panjang …
      (tapi kemarin itu hanya saya baca sebagian saja …)
      hehehe

  11. Imelda says:

    biasanya jadi MC atau pembaca berita, atau narator atau dalang sih, jadi belum pernah baca puisi tuh. Terakhir di depan umum cuma baca doa 😀 Kalau kepepet ya mustinya sih bisa. Tergantung puisinya juga sih 😀

    • nh18 says:

      Pembaca berita dan narator …
      saya rasa perlu intonasi dan dinamika yang baik … dan tidak monoton
      so … saya rasa fungsinya sama

      (menunggu kepepet …)(supaya bisa dengar EM baca puisi keras …)(hahaha)

  12. saidah says:

    Sama sekali gk pernah baca puisi di depan audience nih Om, bahkan waktu sekolah dulu -__- ketahuan gk ada bakat nih ya hihihi
    saidah recently posted..Rencana MudikMy Profile

  13. applausr says:

    seingat saya SD tuh, saya suka membaca puisi.. seneng banget malah saya suka dengan mempelajari intonasinya… keren.
    applausr recently posted..Tukang Sate dan DoanyaMy Profile

    • nh18 says:

      Iya Pak Rom …
      kemarin itu juga untuk mempertajam pemahaman peserta training akan pentingnya intonasi dan dinamika

  14. vizon says:

    Baca puisi..? Hehe.. itu salah satu kesukaan saya, Om..
    Dulu, semasa kuliah, saya aktif di teater kampus. Sssttt… ini rahasia ya Om. Gara-gara sama-sama aktif di teater kampus, saya akhirnya jadian dengan seseorang dan akhirnya menjadi pendamping saya hingga sekarang, hehe..

    Aktifitas saya di teater dulu itu, berdampak baik untuk profesi saya sebagai pengajar saat ini, Om..
    Olah vocal, gestur dan mimik yang dulu saya latihan, sedikit banyaknya terbawa dalam aktifitas saya mengajar.

    Btw, ekspresinya cihuy juga Om..
    Kapan-kapan, bolehlah kita baca puisi bareng, hehe..
    vizon recently posted..dengarkan curhatku..My Profile

    • nh18 says:

      Hahaha …
      boleh-boleh …
      baca pertama … kedua … itu sampel … masih gratis …
      tetapi baca puisi ke tiga … itu berbayar …

      trainer matre !!!

      Hahahaha

  15. niee says:

    Videonya gak ada om¿ 😉

    kalau baca biasa seh pernah ya om. kalau baca serius belom pernah deh rasanya..
    niee recently posted..‘Berjudi’ di Genting (Landuri ~ 3)My Profile

  16. hoahahaha, ngakak di sore hari…..*untung semua teman lg dinas keluar kota,jd aman terkendali deh, bebas dr pandangan gumun teman2*

    Pernah, dulu sih lumayan sering, pas SD 🙂 tapi jangan ditanya, kl suruh ngelatih anak sendiri kok saya ga pede ya om?
    Bahkan saya sampe pernah bbm teman SD dulu, nyuruh dia rekam suaranya pas baca puisi, terus dikirimkan ke saya, dipake buat contoh latihan si kakak 😉 *temen saya tentu saja ngomel2, tp ya terpaksa mau lah*

    ####pose ke 3…..hm, bukan hampir kalap itu om, tapi ekspresi mau kalap cuma masih rada ragu antara mau kalap beneran atau tidak…jiiiaaahhh, sok2an banget komentarnya, kapan lagih saya ngomentarin penampilan om NH18…(atau mau kalap tapi salah baca???qiqiqi)###

    Secara keseluruhan keren laaahh buat penampilan perdana *loohh kok diterusin nih komen sayah*
    Devi Yudhistira recently posted..Lupa kalau semua berproses bersama waktuMy Profile

  17. Bali says:

    membaca puisi itu menurutku susah-susah gampang.. yang susahnya menghayati serta membawa para pendengar untuk merasakan apa yang ada dalam isi kandungan pusi yang di baca tersebut, mungkin aku gak bakat kali ya 😀
    Bali recently posted..Business property in BaliMy Profile

  18. ded says:

    Saya belum pernah Om, baca pusi di hadapan orang banyak. Paling pernah cuma waktu ngajarin anak saya yang kecil di rumah… 🙂
    ded recently posted..MAKAN MALAM DI TEPI DANAU MANINJAUMy Profile

  19. yayats38 says:

    Saya seumur-umur baca puisi cuman sekali .. waktu SMP ha ha
    Keren Om 🙂
    yayats38 recently posted..Buku Johntefon’s RAWMy Profile

  20. chocoVanilla says:

    Gyahahahaha…nyong ngguyu kemekelen nih liat ekspresi Omnya pas lagi kalap 😆

    Ada gitu ya, Om, mbaca puisi dengan mrepet? 😆

  21. M. Syafi'i says:

    wah, saya belum pernah Om..

    lihat foto2 Om jadi ingat acara “membaca Indonesia”

  22. Kalo baca puisi ga pernah, tapi main drama pernah om, seru…
    Puteriamirillis recently posted..Cabut Gigi AnakMy Profile

  23. Rina says:

    setelah membaca postingan ini nampaknya sangat mengasyikan sekali buat membaca puisi
    terus semangat…
    Rina recently posted..How To Get and Create a Free Blog From .Edu DomainMy Profile

  24. Terakhir kali membaca puisi di depan kelas, itu waktu duduk di bangku SD. 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge