PEGADAIAN

.

Ini tentang BUMN.  Badan Usaha Milik Negara.  Perusahaan plat merah.

Apa saja BUMN yang pernah anda kenal ?
Terus terang mulanya saya tidak tau banyak, perusahaan apa saja yang masuk ke dalam jajaran BUMN.   Setelah saya cari sana-sini … ternyata BUMN itu ada banyak.  BUMN berdasarkan sektornya, dibagi menjadi 13 Sektor. 

Masing-masing adalah :

  1. Sektor Pertanian-Kehutanan, dan Perikanan;  
  2. Sektor  Pertambangan dan Penggalian; 
  3. Sektor Industri Pengolahan;  
  4. Sektor Pengadaan Listrik, Gas, Uap/Air Panas dan Udara Dingin;
  5. Sektor  Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, dan Daur Ulang, Pembuangan Pembersihan Limbah dan Sampah;
  6. Sektor Konstruksi;
  7. Sektor Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi dan Perawatan Mobil dan Motor;
  8. Sektor Transportasi dan Pergudangan;
  9. Sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum
  10. Sektor  Informasi dan Komunikasi
  11. Sektor Jasa Keuangan dan Asuransi
  12. Sektor Real Estate
  13. Sektor Jasa Profesional, Ilmiah dan Teknis

(sumber : http://www.bumn.go.id/daftar-bumn/)

.

Masing-masing sektor punya perusahaan-perusahaan sendiri-sendiri.  Jika ditotal-total … tercatat ada 141 perusahaan BUMN.

Nama-nama seperti : Garuda Indonesia, PLN, Telkom, Bank Mandiri, Pertamina, BNI, PT KAI  adalah nama-nama BUMN yang paling sering disebut-sebut oleh media.  Baik itu dalam konteks yang positif maupun dalam sisi yang negatif.

Namun sesungguhnya ada satu BUMN lagi … yang saya baru tau … ternyata sangat luar biasa kinerjanya. 

BUMN yang saya maksud adalah PEGADAIAN.  atau  PT Pegadaian (persero)

Sebelumnya di dalam kepala saya BUMN yang paling untung dan baik kinerjanya itu adalah BUMN sektor perbankan, dan juga yang pasti PT TELKOM.  PT Telkom selama ini banyak dipuji mempunyai kinerja keuangan yang baik … omzet yang menguntungkan dan seterusnya.  Ternyata saya salah … ada yang lebih baik dari PT Telkom !!!

PT PEGADAIAN(persero) ternyata membukukan omzet yang lebih tinggi dibanding PT Telkom.  Pada tahun 2012 Omzet PT Pegadaian adalah Rp. 90 trilyun, sementara PT Telkom Rp. 77 trilyun.  Target Omzet PT Pegadaian pada tahun 2013 ini akan ditingkatkan menjadi Rp. 120 Trilyun (sumber : “Beat The Giant” by Yuswohady, Diah Hasto P dan Teguh S Pambudi, 2013).

Luar Biasa Bukan ?

Kita tidak bisa menganggap remeh BUMN yang satu ini.  Pegadaian telah mampu menangkap aspirasi dan kebutuhan segmen pasar kelas menengah dan bawah di Indonesia.  Atau yang biasa disebut sebagai The Bottom Of The Pyramid.  Segmen pasar yang sangat besar populasinya. 

Pegadaian sukses karena perusahaan ini faham dan mengerti  kultur masyarakat kelas menengah – bawah Indonesia.  Masyarakat yang menjadikan “sistim gadai” sebagai solusi permasalahan finansialnya.  Ingat tag line mereka … Mengatasi Masalah Tanpa Masalah.

Pegadaian sudah ada di Indonesia sejak lama.  Perusahaan ini berdiri resmi 1901.  Sudah tua memang, namun mereka tidak berhenti berbenah diri.   Saya ingat … Pegadaian ini adalah salah satu BUMN yang pertama kali memperbaharui image … dan juga logo perusahaannya.  Logo dan image perusahaan yang lebih up to date disesuaikan dengan perkembangan Jaman.  Belum lagi produk layanan yang semakin beragam dan gerai-gerainya yang semakin menggurita … disetiap pojok ada !

Sudah banyak sekali jasa yang ditorehkan oleh Pegadaian.

Saya banyak mendengar cerita … kisah orang-orang sukses di Indonesia … yang dia atau orang tuanya dulu pernah menggadaikan barang-barang berharga mereka … untuk mendapatkan biaya keperluan sekolah, modal usaha atau untuk keperluan lainnya.   Sistem gadai inilah yang menolong dan mengantarkan mereka meraih jenjang sukses.

Saya yakin … Pegadaian akan terus berjaya … karena mereka dekat dan mengerti kultur Masyarakat kelas menengah bawah Indonesia … The Bottom of The Pyramid

Semoga Pegadaian bisa terus membantu masyarakat Indonesia yang membutuhkannya … !

 

BTW.

Apa para pembaca pernah mempunyai pengalaman dengan Pegadaian ?
Boleh sharing tak ?

 

Salam saya

om trainer1.

.

.

.

Incoming search terms:

  • lebih bagus mana kerja di pegadaian atau bank
  • minta cincin kawin digadaikan

social network

Imelda

saya belum pernah ke pegadaian, soalnya ngga punya apa-apa untuk digadaikan 😀
Tapi aku sering mendengar sahabatku yang ternyata pelanggan PT ini. Dan ya, dia lebih memakai Pegadaian daripada kredit di Bank. Kebanyakan dia “menitipkan” emasnya di situ. (istilah dia juga menitipkan bukan menggadaikan :D)

Idah Ceris

Wah, Pegadaian hebat ya, Om. Saya malah baru tahu, karena setahu saya ya PLN itu yang juga omzetnya besar. Jadi ingat masalah beberapa bulan yang lalu Om. 🙂
Bulan Oktober 2012 saya mengenal Pegadaian. Saya kenal Pegadaian dari teman, yang pernah menggunakan jasanya.

Pertengahan November adalah batas akhir pembayaran Wisuda. Eeee, ndilalah uang saya di kos hilang bersama dengan beberapa barang berharga lainnya. Mau minta oang tua, tapi rasanya takut dan malu juga dengan alasan sperti ini.

Daaaan, saya pun menggadaikan Toshy saya, seharga Rp. 2.500.000. Do you know, Om. Padahal harga Toshy itu lebih dari ituuuu, tapi mereka menghargainya segitu dowang. 😆
Idah Ceris recently posted..Aroma FreshCare Membuat HomeyMy Profile

saiima

Pernah punya pengalaman ke pegadaian untuk mencairkan western union dari hasil google adsense. Pelayanannya mudah dan justru jauh lebih cepat dibanding ketika mencairkannya di bank

Oyen

Oyen belon pernah bersentuhan dengan pegadaian, kalo gak salah mamak dulu pernah, tapi Oyen masih kecil buanget, jadi gak tauk ceritanya, pokoknya tauknya mamak selalu punyak uang aja setiap Oyen minta 🙂

Oyen juga bekerja di bawah naungan BUMN kek, dibawah holding PTPN (PT Perkebunan Nusantara), yaitu PT RPN (Riset Perkebunan Nusantara). di RPN sendiri ada 6 puslit, yaitu Puslit Kelapa Sawit, Puslit Karet, Puslit kopi dan kakao, Puslit teh dan kina, Puslit Gula dan Puslit Bioteknologi Perkebunan. Oyen di Puslit karet nya. dan PT RPN adalah satu-satunya lembaga riset terdepan di bawah kementrian BUMN dan berstatus PT (orientasi profit), sedangkan yang lain di bawah LIPI/deptan 🙂 *nambahin info 🙂

asfia

hihi saya ada om pengalaman dengan pegadaian ini.
kebetulan saya pernah mencoba investasi emas, ditawari tetangga yang bekerja di pegadaian. awalnya saya beli LM (Logam Mulia atau emas batangan yang bersertifikat dari antam. LM ini bervariasi, ada yang 1 gr, 5 gr, 10 gr, 25 gr, ). Saya membeli LM ini dengan mencicil bulanan dan ada berbagai macam pilihan dari mulai 300rb per bulan hingga berapa gitu saya lupa, kalo cicilan sedikit kan tidak terasa, tau-tau lunas dan punya emas.
beberapa bulan kemudian saluran kamar mandi dirumah saya mampet, trus saya gadaikan emas saya di pegadaian. dan itu lumayan membantu dari pada kita menjualnya lagi karena harga emas kan makin lama makin naik. jadi lebih baik digadai aja yang suatu saat bisa kita tebus lagi kalo udah ada rejeki.
tapi investasi emas itu menurut saya harus lamaaa, harus jangka panjang baru bisa untung. kalo baru beli langsung jual malah rugi si pembeli, yang untung china nya, hehe ini menurut pengalaman saya aja sih om
asfia recently posted..Tumbuh GigiMy Profile

yayats38

Yang jelas tempat tinggal saya saat ini dekat dengan Lemba Pendidikan untuk Pegadaian ;))
Pengalaman yang menarik sih gak punya Om .. cuman saya baru tahu di Solo dulu kalau pegadaian juga ternyata menerima kain juga ketika skripsi dulu mau bahas ini tapi gak jadi. Bagi saya agak aneh sih tapi yang hebat adalah penaksirnya yang tahu segala jenis dan nilai barang.
Top kan he he.
yayats38 recently posted..Sehari Bersama Kamera Mirrorless Pentax K-01My Profile

umielaine

Sy pernah ke pegadaian, beli emas-nya antam. mreka kalau gak salah cuman ambil untung 3% kok. wajar lah, namanya orang jualan, kalau ngambil yang cicilan setelah saya hitung – hitung, bedanya cuman 60rebu aja om. jadi kalau mau nyicil disitu kayaknya oke (sy ada rencana nyicil sih). Lagian pegadaian kan udah kesebar banyak, jadinya gampang kalau mau jual (gadai maksudnya) emas kita. Tapi mengingat tingginya penjualan emas mereka, pegadaian mulai pertengahan 2013 kabarnya akan bikin emas mereka sendiri, (kerjasama sama apaaa gitu), jadi gak jual emasnya antam lagi. tapi mereka klaim harga buyback mereka lebih tinggi dari emas yang lain (logam mulia masudnya).
Oiya, sy juga ada cerita sedih, duluuu banget pas sy masih kecil, pegadaian di deket rumah kami kebakaran, angus deh barang2 yang disana. sedih ya?
umielaine recently posted..Pelawak Cilik (bagian 2)My Profile

Evi

Om saya belum pernah ke pegadaian..Tapi waktu kecil punya pengalaman karena bertetangga yang menerima pegadaian..Jadi tetangganya dia suka menggadaikan apa saja barang milik mereka kalau sedang butuh uang segera. Mulai dari kompor sampai kain panjang dia terima. Di rumahnya ada satu ruang untuk menyimpan barang-barang yang di gadaikan. Aku pernah melihat boneka juga di gadaikan disana..
Evi recently posted..Barongko Pisang Khas BugisMy Profile

Alris

Beberapa tetangga dulu kalo mendekati lebaran atau kalo saat anak-anaknya mau masuk sekolah banyak “menyekolahkan” barang berharga di Pegadaian. Katanya lebih fleksibel, kalo udah duit barang bisa ditebus lagi.
Terus terang pegadaian membantu kaum bawah, lho. Gak nyangka deh omsetnya bisa mengalahkan perusahaan IT yang notabene costumernya orang berduit.
Alris recently posted..NostalgiaMy Profile

lieshadie

Pernah punya pengalaman sedikit Om…agak lucu, tragis ato apalah namanya…hahaha
Jadi begini : waktu masih jadi ibu RT perantauan di Jakarta, lagi hamil anak pertama aku sakit2at melulu..sampe uang gajiku dan suami abis untuk biaya pengobatan….ndilalah pas tanggal tua gak pegang uang buat kebutuhan tinggal cukup untuk uang transpot ke kantor..masak iya mau minjem temen kantor, aku malu huhuhuh…binguuuung mau minjem ke siapa..jauh dari sanak sodara….

Akhirnya nemu ide cemerlang pas lagi jln kaki ke halte bus liat papan nama Kantor Pegadaian…langsung deh cling ide muncul tiba2 tau deh darimana itu ide datangnya 🙂 ..,,,tp apa yg mau di gadaikan yaa…yg aku punya cuma cincin kawin yg mlingkar di jari manis…yo weslah dg berat hati plus ragu plus malu krn blm pernah sekalipun kenal dengan yg namanya pegadaian..masuklah aku ke kantor pegadaian tersebut….daaannnn ternyataaaa…prosedurnya gampang banget, pelayananya bagus, cepat…dan ternyata gak memalukan juga # aku salah asumsi om sebelumnya….di dalam banyak juga yg menggadaikan mobil dan alat2 elektronik lainya..sedangkan aku kan cukup keren ! menggadaikan cincin kawin ! #tsaahh !!!

Sambil jalan ke halte bus aku tersenyum sendiri, sambil berniat keras, abis gajian harus kutebus cincin ‘keramat’ itu hahahaha

Itulah sekelumit kisahku dengan Pegadaian Om ! hihihihi kalo inget kisah 13 taun lalu itu ketawa sendiri…

ded

Benar Om, info dari saudara yang sudah punya pengalaman di pegadaian, barangnya diistilahkan “disekolahkan”.
Saya pernah berhubungan sekitar 7 atau 8 tahun yang lalu, saya urus sendiri, prosesnya sangat singkat…..
Saudara saya mala sering sekali “menyekolahkan” barang-barangnya…. 🙂
ded recently posted..MAKAN SIANG YANG TELATMy Profile

dimas

Jadi terharu..hehehehe..Minta doa dan dukungannya saja semoga tempat kerja saya bernaung ( PT. PEGADAIAN Persero ) bisa lebih baik lagi kedepannya dalam berbakti kepada Negeri ini..saya saja berharap sewa moda ( masyarakat menyebut dengan bunga ) pegadaian bisa bersaing dengan Perbankan karena saya sendiri otomatis nasabah pegadaian juga..hehehehehe..Suatu saat kedepannya kami bisa memberikan sewa modal yang rendah lagi karena untuk saat ini kami masih meminjam dana dari 3 Bank BUMN yaitu BRI,BNI dan Mandiri yang mana kita sendiri harus membayar bunga pinjaman kami ke Bank..

nh18

Sama-sama Pak Dimas …
Semoga PT Pegadaian (persero) semakin berkibar …
semakin baik … dan semakin kokoh …
membantu masyarakat Indonesia yang membutuhkan …

Senang sekali mendapat kunjungan dari pembaca yang bekerja di perusahaan ini

Salam saya Pak Dimas

applausr

pegadaian tuh ada orang ahli taksir, yang tidak bisa digantikan oleh sistem. misalnya om mau gadaikan panci, nah juru taksir ini yang akan menakernya.. bener loh panci bisa digadaikan loh. Biasanya kalau lagi lebaran, anak anak kost gadaikan motornya sebagai tempat penitipan motor sekaligus dapat uang saku. Setelah pulang dari kampung halaman motor ditebus lagi… keren kan…

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge